-->

Aliansi Umat Muslim Menolak Keras PKI Bangkit Lagi Di Bumi Langkat

harian9 author photo
LANGKAT| H9
Majelis Ulama Indonesia bersama Aliansi Umat Muslim Kabupaten Langkat yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan umat Islam di antaranya Majlis Mujahidin, Al Wasliyah, Kokam Muhammadiyah, BKPRMI Langkat yang di komandoi Tengku Chandra Hardi datang beramai-ramai ke tempat kejadian pembantaian Tengku Amir Hamzah beserta 26 keluarga Kesultanan Langkat lainnya yang telah di fitnah, di culik, di sekap, di siksa hingga nyawanya di habisi di Kuala Begumit Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.

Pada peristiwa Maret berdarah tahun 1946 oleh Partai Komunis Indonesia secara sadis, kejam, tak berprikemanusiaan serta tidak sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila sebab ingin menggantikan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan paham komunis yang tak sesuai dengan falsafah dan landasan negara yang merdeka sejak 1945.

Berdasarkan kesaksian warga masyarakat sekitar bahwa tempat kejadian ada di temukan 3 sumur yang kini telah rata di timbun tanah. Warga tersebut menunjukkan bekas sumur yang menjadi tempat sekaligus saksi bisu sejarah kekejaman PKI saat itu. 3 sumur itulah yang salah satunya menjadi tempat peristirahatan terakhir Tengku Amir Hamzah yang telah di tetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat setelah PKI berhasil di tumpas dan di bubarkan serta di nyatakan sebagai partai terlarang sejak tahun 1965.

Dalam kesempatan tersebut, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah berharap agar Pemerintah Kabupaten, Propinsi dan Pusat bisa merealisasikan pembangunan monumen sejarah kebiadaban PKI di bumi Langkat.

Tak hanya itu, Al Wasliyah Langkat juga menyatakan sikap tegas secara terbuka. "Kita tidak ada di tunggangi oleh pihak manapun, ini murni inisiatif kita dari Aliansi Umat Islam yang ada di Langkat yang menginginkan agar peristiwa kekejaman PKI tidak terulang kembali dan menolak keras paham Komunis bisa hidup lagi di negara kita sebab kita tak ingin bangsa kita di kotori oleh paham komunis dan ateis," ungkap Rauddin Purba selaku perwakilan dari Alwasliyah Langkat.

Selain itu, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat juga menyatakan sikap dan harapan yang sama meminta Pemerintah untuk memperhatikan sejarah peringatan pembantaian PKI dibumi Langkat ini agar generasi muda mengetahui tentang sejarah tersebut, "karena di beberapa tempat di temukan tulang belulang dan kita tak ingin jejak tragedi ini hilang dan sirna tanpa bekas sehingga kami berharap agar pemerintah perlu membangun satu tugu peringatan di tempat kejadian yang memilukan itu agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi, ujar Ahmad Mahfud selaku Ketua MUI Kabupaten Langkat pada Sabtu (20/06/2020).

"Dengan deraian air mata kita semua berharap agar PKI tidak dapat bangkit lagi di bumi Langkat ini," pungkas Ketua MUI Langkat mengakhiri.(WD012) 
Komentar Anda

Berita Terkini