-->

ASN di Labuhanbatu Tidak Boleh Terlibat dalam Politik Praktis

harian9 author photo
LABUHANBATU | H9
PILKADA serentak direncanakan digelar pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang, untuk ini Ketua Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu Makmur Dalimunthe.SE. menegaskan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh terlibat dan melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis pada Pilkada mendatang.
Seluruh ASN harus mentaati hukum terhadap Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) meskipun belum ditetapkan sebagai calon Bupati/Wakil Bupati, terkait keterlibatan oknum Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Faisal Amri Siregar ST yang digadang-gadang sebagai bakal calon Wakil Bupati Labuhanbatu mendampingi Bupati Pertahana H.Andi Suhaimi Dalimunthe.ST.MT. Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu telah menyurati Komisi ASN di Jakarta.

Bawaslu juga sudah memanggil Faisal Amri Siregar.ST untuk dimintai keterangannya terkait keterlibatannya dalam kegiatan Politik Praktis jelang Pilkada serentak, karena Masyarakat sudah melihat secara terang benderang dalam spanduk atau baliho yang beredar sudah dicantumkan posisi Faisal sebagai bakal calon Wakil Bupati, di baliho dan spanduk juga terpampang logo Partai Golkar sebagai Partai Pengusung.

Oleh karena itu apa yang dilakukan Faisal Amri Siregar.ST bersama Bupati Pertahana mensosialisasikan dirinya sudah merupakan bagian dari kegiatan Politik praktis, Berdasarkan pasal 2 huruf f Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, setiap ASN tidak berpihak dari segala pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.

Sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 41/PUU-XIII/ 2014 Tanggal 06 Juli 2015 ASN yang mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi Bupati/Wakil Bupati, wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis sebagai ASN sejak ditetapkan sebagai calon peserta Pemilihan Bupati/Wakil Bupati.terang Makmur Munthe. (WD.016)
Komentar Anda

Berita Terkini