-->

Bupati Syahrul Beberkan Cara Hadapi Pandemi Covid-19 di Tapsel

harian9 author photo
TAPSEL| H9
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu, membagi pengalamannya dengan membeberkan cara dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tapsel pada acara seminar ber themakan, 'Di Badai Pandemi, Sumut', yang dilaksanakan melalui webinar aplikasi zoom di gedung aula Sarasi II Kantor Bupati Tapsel, kemarin.

Acara menampilkan narasumber Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak SH.MH.Crfa, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M,Si, Bupati Tapsel Syahrul.M.Pasaribu, Bupati Tapanuli Utara, Drs, Nikson Nababan, Msi, Bupati Tapanuli Tengah, Bachtiar Ahmad Sibarani, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, SH, Bupati Dairi, Drs, Eddy Kaleng Ate Barutu, Direktur Pasca Sarjana USU, Prof. Dr. Robert Sibarani, Ms, serta moderator seminar dipimpin Koordinator wilayah GMKI Sumut - NAD. Bangkit Gito Pardede 

Sebagai salah satu narasumber dalam Bupati Tapsel menjelaskan tentang pola yang ditempuh Pemkab Tapsel dalam menghadapi wabah covid-19, dimana, setelah pemerintah pusat menetapkan bahwa virus corona adalah bencana non alam yang harus segera ditangani, dengan sigap Pemkab Tapsel pada tanggal 16 Maret sudah melakukan pertemuan di tingkat OPD dan Kecamatan.

" Dari penanganan tersebut hasilnya Pemkab Tapsel menetapkan status tanggap darurat dan membentuk gugus tugas dan dilanjutkan dengan tindakan penerapan belajar dari rumah bagi murid sekolah mulai tanggal 21 Maret 2020 hingga saat ini, " ujar Bupati Syahrul

Dikatakannya, untuk percepatan penanganan wabah ini, Bupati Tapsel juga menginstruksikan untuk membuka posko diseluruh Kecamatan yang dipusatkan disetiap Puskemas dan diaktifkan 24 jam, demikian juga halnya terhadap pos chek point ditiap pintu masuk ke wilayah Tapsel.

Begitu juga di gugus tugas, relawan covid yang ada disetiap Desa dan Kelurahan di seluruh Kecamatan juga mendirikan pos di Desa/Kelurahan  masing -masing. Sampai di pertengahan April gugus tugas di Tapsel semakin kami perkuat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, melibatkan seluruh Forkopimda sebagai wakil ketua dalam gugus tugas dan pimpinan OPD yang memiliki tanggung jawab terhadap Kecamatan yang menjadi binaannya.

" Inilah kegiatan yang selalu di lakukan Pemkab Tapsel, menghadapi keadaan itu kita tidak boleh larut dan pasrah dalam menghadapi covid-19, tetapi harus terus berupaya mencegah penyebarannya. Setelah ada istilah new normal life atau tatanan hidup baru, dengan para Forkopimda secara bersama-sama sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan para pemangku kepentingan yang ada termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta tokoh pemuda dalam menyongsong tatanan hidup baru, " ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan, aksi yang dilakukan Pemkab Tapsel merupakan salah satu cara untuk melibatkan seluruh elemen dalam mengedukasi, mensosialisasikan dan mensimulasikan tatanan hidup baru di tengah masyarakat untuk hidup produktif namun aman terhadap wabah covid.

Pada sektor kesehatan, kita telah membenahi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok utamanya ruang isolasi dan menyiapkan rumah karantina dan memenuhi kebutuhan puskesmas dalam menangani wabah covid ini, walaupun rumah sakit Sipirok ini bukan rumah sakit rujukan.

Pada sektor ekonomi, kita memberdayakan UMKM kita untuk ikut berperan seperti dalam pembuatan masker memakai bahan batik dan tenun yang merupakan produk unggulan daerah kita sehingga mereka tetap produktif ditengah pandemic ini.

Begitu juga halnya di sektor pangan tetap kita kawal karena hampir 80 persen masyarakat kita adalah petani. Sebagai informasi, Tapsel juga merupakan salah satu penyanggah/ penyedia pangan di Sumut, yang mana pada tahun 2019 Tapsel menghasilkan produk untuk beras 137 ribu ton, sementara kebutuhan beras kita hanya 38 ribu ton sehingga Tapsel surplus beras sebesar 65 persen.

" Ke depan kita sudah dapat melaksanakan kegiatan sosial ekonomi, sosial keagamaan dan kegiatan sosial lainnya dengan terus menerapkan protokol kesehatan, yang kedepannya masyarakat kita terbiasa dengan memakai masker dan selalu cuci tangan serta jaga jarak dalam setiap aktifitas dan menghindari keramaian bila tidak terlalu penting sehingga menjadi budaya baru di tengah masyarakat, " paparnya. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini