Diduga Pembagian BLT Tidak Adil, Ratusan Warga Desa Aek Libung Ngamuk Blokir Jalinsum

harian9 author photo
TAPSEL| H9
Emosi ratusan warga Desa Aek Libung Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tersulut, yang diduga akibat dipicu pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk warga kurang mampu dan ekonominya terdampak Covid-19 yang dibagikan pihak aparat Desa dinilai kurang adil, sehingga warga memblokade Jalan Lintas Sumatera (Lalinsum) Padangsidimpuan-Mandailing Natal di Desa Aek Libung, Sayur Matinggi Kabupaten Tapsel, dengan cara menumbangkan pohon yang ada di pinggir jalan dan melakukan pembakaran ban bekas menyebabkan arus lalu lintas dua arah macet total, Kamis (25/06/2020).

Pantauan di lapangan, aksi blockade jalan yang dilakukan seratusan warga Desa Aek Libung, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapsel berlangsung sekira pukul 16.00 Wib. Warga yang  terdiri dari Naposo-Nauli Bulung, baik tua maupun muda, pria dan ibu rumah tangga terlihat berkumpul di Jalinsum Padangsidimpuan-Madina dengan membakar kayu dan mengumpulkan peralatan kerja serta ban bekas, sehingga jaliur lalu lintas padat tersebut terhambat dan menimbulkan kemacetan kenderaan dari dua arah yang cukup panjang.

Bahkan warga juga mengangkat pondok pos jaga dan menebang pohon yang ada di pinggir jalan dan ditumpuk di badan jalan. Walalupun personil Polri dan TNI dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang tiba di lokasi berusaha mengurai massa untuk membuka blokade dari kayu yang dibakar, namun dihalangi warga, sehingga personil Polri dan TNI harus mengalah untuk memediasi dan meredam emosi warga.

Informasi yang dihimpun, aksi blokir jalan dan pembakaran di tengah jalan oleh warga, di duga  disulut akibat banyak warga merasa pembagian BLT Dana Desa setempat yang tidak merata, bahkan warga menilai Kepala Desa pilih kasih dalam pembagian BLT tersebut.

Warga bersikeras, bila hak-hak mereka sebagai warga Desa belum dipenuhi, maka blokir jalan ini satu-satunya cara agar mendapat kejelasan dari pemerintah. Sebab mereka bralasan bahwa mereka juga ekonominya terdampak akibat Covid-19.

“ Tunjukan siapa yang mendapat, biar ku kasih tahu sama bapak siapa orang-orang yang ekonominya mampu tapi mendapat BLT Dana Desa. Maunya yang susah lah yang mendapat BLT. Jangan kami dibodohi. Padahal sudah dua kali Kartu Keluarga (KK) kami di kumpul, “ teriak seorang ibu setengah baya.

Menurut ibu tersebut, kalau bagian masyarakat katakan tidak ada yang dibagikan oleh pihak Desa, maunya jauh-jauh hari di kasih tau. Jangan masyarakat dibodoh-bodohi. “ Ini dibilang kumpulkan KK kita kumpul. Pas tiba pembagian BLT Desa, apa-apa pun tidak ada, “ ucapnya.

Sementara itu, kepala desa Aek Libung saat aakan dikonfirmasi tidak ada di tempat. Demikian juga Camat Sayurmatinggi Emmy Farida belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. Smentara massa terus berupaya menjaga blokade jalan itu dengan menambahnya dengan berbagai benda yang bisa terbakar.


Hingga berita ini diturunkan kondisinya masih memanas, sementara personel dari Polri dari Polres Tapsel dan TNI serta personil Kecamatan terlihat berjaga-jaga dan berupaya mengorganisir masyarakat untuk bermusyawarah dan membuka blokade jalan.(WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini