Hadapi Kemungkinan Penerapan New Normal, Pemkab Paluta Terus Persiapkan Diri

harian9 author photo
PALUTA| H9
Menghadapi kemungkin penerapan tatanan kehidupan baru (New Normal) oleh Pemerintah RI, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) masih terus melakukan persiapan evaluasi dalam segala bidang.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Paluta Andar Amin Harahap melalui juru bicara Lairar Rusdi Nasution.

“Kita masih terus melakukan persiapan dan evaluasi atas segala hal untuk menghadapi kemungkinan penerapan New Normal atau tatanan hidup normal yang baru,” katanya kepada sejumlah awak media, Jumat (5/6) di posko GTPP Covid-19 kabupaten Paluta.

Dijelaskannya, pemerintah pusat melalui SK Mendagri nomor 440/830/2020 tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 bagi ASN di lingkungan 

Kemendagri dan pemerintah daerah sudah mengatur sejumlah hal yang akan diterapkan dalam menghadapi new normal khususnya bagi ASN dilingkungan pemerintah.

Sebagai tindak lanjut hal tersebut, Bupati Paluta sudah mengeluarkan surat edaran yang baru yakni Surat Edaran (SE) Bupati Paluta nomor: 060/2635/2020 tentang Perubahan keempat atas surat edaran bupati nomor: 060/1583/2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan Covid-19 dilingkungan Pemkab Paluta.

“Kita juga mengambil pedoman kepada SE Menteri Perdagangan nomor 12 tahun 2020 tentang pemulihan aktivitas perdagangan yang dilakukan pada masa Pandemi Covid-19 dan New Normal. Dalam surat edaran tersebut sudah diatur pedoman berbagai hal sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Untuk itu, pihak Pemkab Paluta saat ini masih merumuskan berbagai hal yang diatur sesuai standar prosedur dalam menghadapi penerapan New Normal di kabupaten Paluta.

Lairar juga mengingatkan tentang beredarnya informasi bahwa kondisi hidup akan kembali normal seperti sediakala setelah tanggal 13 Juni itu tidak benar adanya.

“Saya tegaskan kembali tentang adanya informasi bahwa kondisi akan kembali normal seperti sediakala, contohnya boleh menggelar hajatan pesta atau yang lainnya yang menimbulkan keramaian setelah tanggal 13 Juni itu tidak benar adanya. Saat ini kita masih melakukan perumusan dan evaluasi serta melihat kondisi untuk penerapan New Normal,” jelasnya.

Sebab katanya, kehidupan New Normal ini berarti menjalani kehidupan dengan tetap mematuhi aturan dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan seperti memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun, social dan pyshical distancing, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan lainnya yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, sosialisasi pelaksanaan protokol kesehatan kepada masyarakat masih perlu digalakkan, sehingga jika saatnya nanti new normal harus dijalankan, Kabupaten Paluta sudah siap. 

“Menjalani hidup dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan adalah konsep utama penerapan New Normal. Sebelumnya juga kita sudah mengawalinya dengan melakukan sosialisasi kepada berbagai kalangan,” katanya.

Untuk itu, ia berharap agar semua pihak bersama-sama ikut mengawal dan memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat bahwa virus ini belum selesai dan harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah.(WD-009)
Komentar Anda

Berita Terkini