-->

Kapolres Sergai Ajak Penyelengara Pilkada Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

HARIAN9 author photo

SERDANG BEDAGAI | H9
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang mengajak pihak penyelenggara agar tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan pemilu, mulai dari pelantikan PPS hingga nantinya pemungutan suara.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang dalam acara rapat koordinasi Polres Sergai bersama KPU dan Bawaslu bertempat di gedung serba guna Polres Sergai, kamis (11/6/2020).

Hadir dapat rapat tersebut Komisioner KPU Ardiansyah Hasibuan, Ketua Bawaslu Agusli Matondang, Kabag Ops AKP Ramsen Samosir, Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Kasat Intelkam IPTU Bobi Vaski Pranata, Kasubbag Humas IPDA Zulfan Ahmadi, Anggota KPU dan Bawaslu Sergai.

Kapolres mengungkapkan, bahwa untuk mengantisipasi potensi konflik selama pelaksanaan Pilkada serentak 2020, Polres Sergai akan berkoordinasi bersama KPU dan Bawaslu jika terdapat pelanggaran Pilkada nantinya.

“Satuan Reskrim yang tergabung dalam Gakumdu agar koordinasi dengan Bawaslu dan KPU jika terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada,”ungkap AKBP Robin.

AKBP Robin juga menjelaskan, potensi konflik yang akan muncul pada pelaksanaan Pilkada pada situasi pandemi Covid-19 yakni dengan berkumpulnya massa sehingga bisa melanggar aturan protokol kesehatan.

“Pada tahapan pemilu nanti, kita harus benar menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Lakukan pelatihan kepada anggota PPK, PPS dan KPPS dalam menerapkan protokol kesehatan pada tahapan pilkada,”ucapnya.

Sementara Komisioner KPU Sergai Ardiansyah Hasibuan menjelaskan terkait tahapan pilkada serentak tahun 2020 akan dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ardiansyah menambahkan bahwa kegiatan kampanye akbar, KPU melarang kegiatan tersebut diganti dengan rapat koordinasi dan KPU menginjinkan dengan jumlah maksimal 20 orang dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam Pilkada nanti tidak ada kampanye akbar, KPU menggantinya dengan pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) namun orangnya di batasi hanya 20 orang dan tetap wajib patuhi protokol kesehatan,”ungkap Ardiansyah.(WPU06) 

Komentar Anda

Berita Terkini