-->

Kasus Covid-19 Anak Di Sumut Capai 3,6%, Gugus Tugas Imbau Orang Tua Tetap Waspada

harian9 author photo
MEDAN| H9
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menyampaikan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Sumut, pendeteksian dini penting dilakukan pada warga yang terinfeksi Covid-19.

Penderita Covid-19 yang ada di tengah-tengah masyarakat harus segera terdeteksi dan diagnosis walaupun penderita tersebut tanpa gejala atau tanpa keluhan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pendeteksian tersebut, termasuk berinisiatif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala Covid-19, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas dan nyeri dada serta memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19.

"Gugus tugas kembali mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan mengingat angka penderita Covid-19 di Sumut terus meningkat," kata Aris Yudhariansyah saat melakukan video conference keterangan pers di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro No. 30 Medan, Kamis (18/6/2020).

Mirisnya lagi di awal pandemi Covid-19 di Sumut dikatakan bahwa anak-anak sebagai kelompok yang relatif tidak rentan dengan virus ini. Namun sekarang ini penularan virus corona pada golongan anak-anak terbilang cukup tinggi. Hingga pada 17 Juni 2020, pihaknya mencatat total kasus anak yang terpapar virus mencapai 3,6 persen dari jumlah kasus yang telah dilaporkan. Sehingga hal ini harus membuat orangtua tetap waspada.

"Pada awal 2020 lalu tepatnya di awal Maret lalu, pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyatakan kegala Covid-19 pada anak-anak tidak fatal seperti orang dewasa. Namun belakangan mereka merevisi pernyataan tersebut bahwa gejala anak yang terinfeksi virus corona mirip kondisi Multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C). Kondisi pada bagian tubuh anak yang meradang seperti bagian jantung, paru-paru, ginjal, otak, mata hingga organ pencernaan," sebut mantan Kepala Dinas Kesehatan Asahan ini.

Diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini, CDC juga menjelaskan virus corona dijumpai pada anak dan orang dewasa yg menderita MIS-C. Disebutkan Aris, pada anak-anak dengan tanda-tanda adalah demam, sakit perut, hingga diare, muntah dan sakit leher. Muncul ruam dan mata merah serta merasa sangat lelah.

"Bahkan dalam kasus yang parah anak-anak yang terserang virus corona juga menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan seperti sesak nafas, sakit perut yang parah dan bibir serta wajah kebiru biruan. Jika sudah muncul tanda-tanda ini segera bawa anak-anak ke rumah sakit. Anak-anak yang terinfeksi ini bisa berujung komplikasi serius hingga kematian. Namun sebagian besar anak-anak bisa sembuh dengan pengobatan medis terutama gejalanya ditemukan sejak awal," jelasnya.

Saat ini, anak-anak bisa beraktivitas seperti biasa di luar ruangan namun hanya di halaman rumah dan memperhatikan protokol kesehatan. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Orangtua juga harus sering mencontohkan pola hidup bersih dan sehat dan melakukan hal yang sama.

"Anak-anak juga harus menggunakan masker bila bepergian ke daerah publik seperti klinik, rumah sakit, apotik, pusat perbelanjaan, hingga sekolah. Dimana masa transisi saat ini menjadi langkah yang tepat tetap di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain sehingga menghindari tertular virus corona. Anak yang sakit dengan gejala demam, batuk, sakit perut harus tetap berada di rumah," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dr Aris mengungkapkan update terbaru kasus Covid-19 di Sumut untuk pasien positif Covid-19 saat ini ada diangka 993 orang, bertambah 23 orang dari sehari sebelumnya. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 159 orang, pasien sembuh 233 orang bertambah sebanyak 7 orang. Lalu pasien meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 67 orang. Sedangkan Orang Dengan Pantauan (ODP) ada 885 orang.

"Dari data ini proses penularan terus terjadi. Masih ada sumber penularan di tengah kita yang belum melakukan tindakan isolasi dengan baik. Bahkan juga banyak kelompok rentan yang tidak menyadari bahwa mereka sangat mudah tertular akan virus ini. Lalu mereka yang tidak patuh untuk menjaga jarak, tidak menggunakan masker dan tidak rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir," pungkasnya.

Untuk itu, GTTP Covid-19 Sumut terus mengajak masyarakat bersama-sama memahami protokol kesehatan dan informasi terkait Covid-19 ini secara terus menerus. "Sehingga kita dapat bersama-sama bersatu padu melawan virus Covid-19 ini. Oleh karena ini mari tetap bergotong-royong, konsisten karena keberhasilan penanggulangan Covid-19 ini bergantung pada perilaku kita sendiri. Kita pasti bisa melakukan ini," tutupnya. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini