-->

Kemendag Dorong Diaspora Indonesia Manfaatkan Potensi Bisnis Jelang Implementasi IA-CEPA

harian9 author photo

JAKARTA| H9
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan Muhri mengajak para diaspora Indonesia di Australia untuk memanfaatkan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang akan berlaku pada 5 Juli 2020 mendatang. Dengan IA-CEPA, sejumlah produk akan mendapatkan bea masuk yang lebih rendah hingga nol persen sehingga menjadikan produk-produk Indonesia lebih kompetitif. 

“Oleh karena itu, pelaku bisnis di kedua negara diharapkan dapat merespons dan menyiapkan langkah konkret untuk memanfaatkan skema IA-CEPA tersebut,” kata Kasan.

“Salah satu potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan diaspora Indonesia dalam skema IA-CEPA yaitu memasarkan produk-produk dalam negeri ke pasar Australia. Peran serta diaspora ini tentunya akan mendorong kinerja ekspor nasional. Upaya mencari peluang pasar ekspor, terutama di tengah pandemi Covid-19 harus terus kita garap dengan serius,” ujar Kasan.

Untuk mendorong potensi diaspora Indonesia dalam memanfaatkan peluang pasar ini, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney menggelar webinar dengan tema ‘Potensi Bisnis Diaspora Indonesia di Australia Melalui Implementasi IA-CEPA' untuk wilayah Australia Selatan pada Selasa (23/6). 

Hadir dalam webinar tersebut 64 peserta yang merupakan diaspora Indonesia di Australia. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Noviani Vrisvintati menyampaikan, melalui webinar ini diharapkan dapat mendorong dan membuka wawasan para peserta dalam rangka pembinaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekspor impor, khususnya untuk memanfaatkan skema IA-CEPA. 

“Melalui implementasi IA-CEPA, kami berharap diaspora Indonesia di Australia dapat bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia untuk memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,”ujar Novi.

Konsul Jenderal di Sydney Heru Subolo dalam sambutannya menyampaikan, skema IA-CEPA ditujukan untuk peningkatan akses pasar dan investasi di kedua negara. Beberapa produk yang potensial untuk ditingkatkan ekspornya ke Australia seperti otomotif, kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, elektronik, serta produk makanan. 

“Selain itu dapat juga ditingkatkan kerja samanya untuk ekspor ke negara ketiga melalui konsep economic powerhouse,” imbuhnya.

Total perdagangan Indonesia-Australia pada Januari–April tahun 2020 tercatat sebesar USD.2,49 miliar. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Australia pada Januari–April tahun 2020 sebesar USD.687 juta. Sedangkan total perdagangan Indonesia-Australia pada tahun 2019 senilai USD.7,8 miliar.

Lima produk ekspor utama Indonesia ke Australia pada Januari–April 2020 yaitu logam emas sebesar USD.33,17 juta; kayu sebesar USD.31,89 juta; aplikasi penerima untuk televisi (reception app for television) sebesar USD 24,47 juta; karet dan ban sebesar USD 18,41 juta; serta coklat, minyak, dan lemak sebesar USD.16,8 juta. 

Sedangkan lima produk terbesar yang diimpor Indonesia dari Australia yaitu gula dan gula tebu mentah senilai USD.207,6 juta; batu bara senilai USD.195,7 juta, bijih besi dan konsentrat senilai USD.126,36 juta; sapi senilai USD.121,56 juta; serta sereal dan gandum senilai USD.83,04 juta.

Kepala Indonesian Trade and Promotion Center (ITPC) Sydney Ayu Siti Maryam menyampaikan bahwa webinar ini merupakan rangkaian kegiatan pembinaan yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan KJRI di Sydney untuk diaspora Indonesia di Australia. Pada 12 Mei 2020 telah digelar webinar dengan tema yang sama untuk wilayah Queensland dan pada 19 Februari 2020 telah dilaksanakan pelatihan ekspor-impor untuk diaspora Indonesia di Sydney, Australia. 

Kebijakan Strategis Kementerian Perdagangan di Era Normal Baru

Kementerian Perdagangan memiliki beberapa kebijakan strategis dalam mendorong kinerja perdagangan Indonesia di era normal baru. Kebijakan tersebut, antara lain mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan pembubuhan tanda tangan dan stempel secara elektronik (affixed signature and stamp), menerapkan autentikasi otomatis (automatic aunthetication) dalam pemrosesan perizinan ekspor dan impor bagi pelaku usaha terpercaya, serta meningkatkan dan mempercepat layanan ekspor-impor dan pengawasan melalui ekosistem logistik nasional (national logistic ecosystem).

Selain itu, Kementerian Perdagangan meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor; promosi ekspor serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; melanjutkan pelatihan kepada calon eksportir baru secara virtual; serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor atau pembiayaan lainnya kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia bagi eksportir terdampak Covid-19.

Dalam penutupan kegiatan webinar ini Kepala Balai Besar menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut telah membuahkan hasil berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara virtual pada 20 Mei 2020 dengan total MoU sebesar USD.1,39 juta, 2 diantaranya merupakan MoU antara diaspora Indonesia alumni pelatihan dan webinar dengan pelaku usaha di Indonesia dengan nilai sebesar AUD.79 ribu.

Selain itu juga disampaikan bahwa Kementerian Perdagangan juga memiliki beberapa program terkait pengembangan ekspor dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar siap melakukan ekspor. Program peningkatan daya saing SDM pelaku usaha yaitu program pelatihan ekspor bagi pelaku usaha di Indonesia serta program pendampingan ekspor (export coaching program). Di tengah pandemi Covid-19, terdapat 2 peserta program pendampingan ekspor tahun 2020 yang mampu mengekspor yaitu ekspor gula semut organik ke Spanyol senilai USD.19 ribu dan ekspor sapu rayung ke Korea Selatan senilai USD.9 ribu. (rel/wp.03)

Add caption

Komentar Anda

Berita Terkini