-->

Masa Pandemi Covid-19, Kemendag Pacu Penguatan Merek Lokal

harian9 author photo
JAKARTA| H9
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan Kementerian Perdagangan akan terus menggenjot nilai ekspor Indonesia untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid-19. Masa pandemi Covid-19 telah memberikan beberapa dampak dan tantangan baru bagi perdagangan global, termasuk Indonesia. 

Untuk itu, diperlukan terobosan dan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi kembali stabil, salah satunya dengan memperkuat merek lokal di pasar global.

“Indonesia merupakan negara penggerak ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan penghasil merek ternama dunia yang memiliki kekuatan pasar tersendiri. Produk Indonesia telah terbukti mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan negara lain. Untuk itu, pemerintah mendorong ide kreatif setiap pelaku usaha agar dapat terus memanfaatkan peluang di pasar global agar merek lokal tetap kuat dan berdaya saing, khususnya dalam rangka memperbaiki ekonomi Indonesia di masa pandemi ini,” ujar Mendag Agus saat
menjadi pembicara kunci pada seminar web (webinar) dengan tema “Kenali Local Brand yang Menguasai Pasar Global” di Jakarta,kemarin.

Webinar yang terselenggara berkat kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan Indonesia Marketing Association (MarkPlus Inc.) tersebut menghadirkan narasumber utama Pakar Pemasaran Hermawan Kartajaya, beserta para pimpinan perusahaan merek lokal unggulan Indonesia yang turut membagi wawasan dan pengalaman, yaitu CEO PT. Gajah Tunggal Tbk., Buddy Tanasaleh; Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk., Ricky Afrianto; dan Director Corporate Affairs PT. Asia Pasific Resources International Limited (APRIL Group) Agung Laksamana. 

Pada webinar tersebut, Direktur Jenderal PEN Kasan, bertindak sebagai fasilitator diskusi. Ada sekitar 300 peserta yang berpartisipasi terdiri dari perwakilan perdagangan Indonesia di 32 negara, pelaku usaha, diaspora negara mitra, serta pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Mendag Agus menekankan, pengembangan ide dan kreativitas para pelaku UKM dan pelaku usaha besar produk Indonesia harus memerhatikan perubahan sosial ekonomi yang terjadi akibat pandemi. 

Mendag mengharapkan, berbagai ide dan kreativitas tim pengembangan bisnis berbagai produk Indonesia dapat berkontribusi memulihkan ekonomi dan menstabilkan kinerja ekspor di masa pandemi Covid-19.

“Dalam mendukung merek lokal berkiprah di kancah global ini, Kemendag telah melakukan promosi produk melalui misi dagang dan pemeran internasional, memfasilitasi desain produk ekspor, serta memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri sebagai agen pemasaran,” lanjut Mendag.

Senada dengan itu, Dirjen PEN Kasan menjelaskan, penyelenggaraan webinar ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terkait merek lokal Indonesia yang sudah menguasai pasar global, serta mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor mampu menggapai peluang ekspor.

“Banyak produk 100% Indonesia yang telah berhasil mendunia, diantaranya merek GT Radial dari PT. Gajah Tunggal, Kopiko dan Kopi Torabika dari PT. Mayora, dan Paper One dari APRIL Group. Mereka berhasil membangun merek global dan bersaing di berbagai regional seperti Amerika, Eropa, Asia termasuk Timur Tengah, Australia, dan Afrika,” ujar Kasan.

Kasan melanjutkan, guna menggenjot nilai ekspor Indonesia yang turut terdampak Covid-19, Kementerian Perdagangan juga menerapkan berbagai kebijakan strategis di bidang ekspor dan impor yang diharapkan dapat mendukung kelancaran produk lokal merambah pasar internasional. 

Kebijakan strategis tersebut juga termasuk memberikan pelatihan kepada calon eksportir baru secara virtual selama masa pandemi, serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor bagi eksportir terdampak Covid-19. (rel/pr-01)
Komentar Anda

Berita Terkini