Pembangunan Jembatan Rel Kereta Api di Besitang Diduga Melanggar Peraturan

harian9 author photo
BESITANG l H9
Pembagunan jembatan jalur lintas rel Kereta Api.Binjai-Langsa di Kecamatan Besitang Kabupaten.langkat yang saat ini dikerjakan oleh Perusahaan Kontraktor PT.THAKABEYA pengerjaan priyek Nasional tersebut telah berlangsung sejak Bulan Maret 2020 lalu.pengerjaan Proyek jembatan tersebut saat ini.sedang dalam tahap Pemasangan pipi berukuran Besar sebagai tiang pondasi.

Namun di area proyek Nasional tersebut tidak terlihat adanya terpasang Plank padahal dengan tidak adanya papan plank ini merupakan sebuah pelangaran yang tidak sesuai dengan amanah Undang-Undang No: 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik (KIP)  dan peraturan Presiden (PERPRES)No :70 tahun 2012 tentang perubahan atas PERPRES No:54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan Jasa.

Jika dilapangan terdapat proyek yang tidak menyertakan Papan Plank jelas ini ada
Indikasi menabrak aturan.maka hal iniPatut dicurigai bahwa Proyak tersebut 
tidak dilaksanakan sesuai Prosedur.

Kata Misnarto, Kordinator Lembaga Receresering Indonesia Sumatera Utara mengatakan kegiatan tersebut tidak mengikuti petunjuk Teknis yang sebenarnya seharusnya Dinas terkait menegur Kontraktor Nakal yang tidak melaksanakan.amanah UU yang  mengatur Standar Operasional Presudur (SOP).

"Seharusnya dalam pelaksaan Proyek sesuai aturan yang ada.maka pihak pengawas dari Dinas terkait harus menghentikan pekerjaan tersebut Sebelum memasang Plank Nama Proyek karna plank merupakan identitas yang harus di ketahui masyarakat,"katanya, Minggu (7/6/2020).

Perusahaan apa yang melaksanakan kapan dimulai dikerjakan sampai batas kapan selesainya.berapa besar Anggaran nya Sumber Dana dari mana harus jelas.

Misnarto juga mengatakan pihak perusahaan juga tidak memberikan Sefety Alat Pelindung Diri (APD)kepada para pekerja berdasakan Undang-undang No=1 Tahun 1970 pihak perusahaan seharusnya berkewajiban memberikan alat pelindung diri terhadap pekerja.

Pantauan Harian9.com di lapangan, Minggu(7/6/20) sejumlah pekerjaan termasuk oprator alat Berat tampak sedang melakukan kegiatan pememasangan tiang pancang pipa berukuran Besar mengunakan alat Berat Kren di Area Proyek tersebut. Namun tak seorang pun pekerja menggunakan Safety  alat pelindung diri yang hanya mengunakan pakaian biasa tanpa APD.

Seperti helm, sepatu, sarung tangan dan alat pelindung diri lainnya, padahal kontruksi yang dikerjakan sangat beresiko tinggi buat keselamatan pekerja di proyek tersebut. Hal ini jelas telah melangar SOP Prosudur K3.

Misnarto menambahkan Sesuai SOP Prosedur  K3, sebelum perusahaan melakukan kegiatan kerja seharusnya terlebih dahulu memasang Rambu-rambu K3.

Dengan tidak adanya dipasang rambu-rambu dan Plang.proyek masyarakat menilai bahwa proyek ini siluman.

"Saya menghimbau kepada Dinas terkait seperti Dinas Tenaga Kerja (DISNAKER) Aktif termasuk petugas pengawas dari balai Dinas Perhubungan. Jangan terkesan hanya tutup mata melihat kondisi ini,"ujarnya.

Misnarto juga minta kepada PT.THAKABEYA sebagai Subkon dari  PT.BINIKA juga seharunya terbuka kepada publik.lewat rambu-rambu papan Plank agar masyarakat tau perusahaan apa yang mengerjakan proyek ini berapa besar Anggaran APBN yang digunakan.

Munawir yang disebut-sebut sebagai pengawas di Proyek jembatan tersebut ingin ditemui guna di konfimasi. Namun tidak berhasil, karna salah seorang pekerja mengatakan Munawir sedang keluar.(WD45)
Komentar Anda

Berita Terkini