-->

Pengusaha Ekspor Ikan Mengeluh Omset Menurun 70% Selama Pandemi

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Selama masa pandemi covid-19 omset pengusaha ekspor ikan turun 70%. Salah satunya Wili, pengusaha ekspor ikan dari PT.Wahana Ikan Nusantara yang berada di Jalan Muara Baru Ujung Blok N Pergudangan MLJ Coldroom  No.7 , Pelabuhan Nizam Zachman Medan.

Dikatakan Wili (33) usaha ekspor ikan ini sudah sekitar 12 tahun ia jalani. Ikan yang dikirim ke negara-negara luar ini berupa ikan hasil laut yang sudah dibekukan seperti ikan tenggiri, ikan kakap merah, serta berbagai jenis ikan yang diminati pasar China.

"Selama ini kami mengekspor ikan-ikan ini selain ke China ada beberapa negara lainnya seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Taiwan. Namun, selama pandemi melanda dunia omset menurun dan sangat terasa sekali sebesar 70 persen. Omset ini menurun lantaran adanya hambatan untuk pemasaran ke luar negeri," jelas Wili kepada Harian9, Minggu (14/6/2020).

Hambatan-hambatan tersebut, sambung Wili yakni adanya peraturan dan kebijakan yang baru seperti Lockdown, PSBB dan berlaku dari akhir bulan Januari 2020.

"Peraturan ini sangat berpengaruh bagi pengusaha seperti kami ini, karena sebagian besar produk kami yang seharusnya harus segera di ekspor semua tertunda. Hal ini juga disebabkan tidak ada pasar untuk saat-saat pandemi ini, seperti stok barang melimpah sementara market dan permintaan tidak ada," ungkap Wili.

Adapun keterpurukan omset ini terjadi sejak akhir Januari 2020 hingga saat ini. Biasanya para pembeli bisa datang untuk  melihat langsung ke Indonesia. Namun karena sudah lockdown jadi tidak bisa. Terutama pembeli kita banyak dari China dan China juga sedang lockdown. Sehingga biasanya bisa survey ke Indonesia sudah tidak bisa lagi datang.

Namun, adanya peraturan baru dari pemerintah terkait new normal menjadi angin segar bagi Wili dan pengusaha ekspor ikan lainnya.

"Meski di Sumut masih transisi new normal bagi kami eksportir ini tentunya suatu yang lebih baik. Karena dari pihak buyer luar negeri bisa datang ke Indonesia yaitu meninjau langsung barang yang mereka butuhkan," imbuhnya.

Wili berharap ke depan pemerintah dapat memberikan kemudahan serta dapat memfasilitasi agar pengusaha ekspor lebih lancar dan tidak ada penundaan lagi. Sebab penundaan pengiriman sangat merugikan bagi pengusaha eksportir sepertinya.(PP04)
Komentar Anda

Berita Terkini