-->

Pertikaian Warga dan Perusahaan PKS di Besitang Berbuntut Panjang, Ini Kronologisnya...

harian9 author photo
BESITANG | H9
Pertikaian antara perusahaan PKS dengan warga Dusun 4 dan Dusun 12 Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat berbuntut panjang. Pertikaian antara perusahaan dan warga telah terjadi sejak mulai dibangunannya Pabrik Kelapa Sawit(PKS) di daerah itu.

Beberapa waktu lalu keributan yang dilalukukan warga cukup beralasan, sebab menurut Darwin Tarigan, tokoh masyarakat di Desa itu  sebagian lahan yang digunakan perusahaan untuk  membangun PKS adalah lahan mililk Alm.Ramli Harahap, warga setempat.

Namun pihak perusahaan sepertinya sengaja tidak mau tau tentang apa yang menjadi tuntutan warga pemilik lahan, hal ini dibuktikan dari sebanyak 3 kali pemerintah Desa sengaja mengundang masyarakat dan pihak perusahaan untuk dilakukan mediasi.

Dalam undangan tersebut para pihak warga tetap hadir. Namun dari pihak Perusahaan tetap tidak hadir.

Selasa (8/6/20) Kepala Desa Bukit Selamat Kembali mengundang semua pihak termasuk Forkopim kecamatan Besitang, adapun undangan kali ini sebagai Klarivikasi yang mana.
pihak perusahaan telah mengadukan Kepala Desa Bukit Selamat Ke Polres Langkat dengan tuduhan perusakan.

Acara Klarifikasi tersebut Berlangsung di Aula Balai pertemuan Desa Bukit Selamat, turut dihadiri Camat Besitang H.Ibnu Hajar  S.Sos Kapolsek Besitang, AKP Adi Alfian SH.diwakili waka polsek Ipda R.gultom, dan turut dihadiri sejumlah mantan kepala Dusun para tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut Darwin tarigan sebagai tokoh masyarakat di Desa itu sangat menyayangkan pihak perusahaan yang beberapa kali di undang namun mereka tidak pernah hadir.  

"Pada pertemuan hari ini mereka juga sengaja di undang oleh Kades tapi mereka seperti bencong,"kata tokoh masyarakat ini.

Usai pertemuan itu, Kepala DesaBukit Selamat Arko Rahmanda Sagala  ditemui Harian9.com diruanganya, ia menjelaskan belum lama ini ia bersama Camat Besitang dan para warga pemilik lahan datang ke lahan itu ternyata sudah di pasang tanggul untuk kolam limbah.

"Pihak perusahaan sengaja juga kita undang tapi tidak hadir, akhirnya benteng tanggul yang bengkok seperti ular itu masih berada dilahan warga, lalu kami luruskan Perusahaan yang mengklaem lahan itu miliknya, saya dilaporkan oleh pihak Perusahaan dengan tuduhan pengerusakan, dan saya juga telah dimintai keterangan oleh penyidik Polser Langkat pada 1 Juni 2020 lalu," kata Arko Rahmanda Sagala.

Dalam hal ini dia tetap komperatif  karna surat alas hak atas tanah yang yang dikuasai oleh perusahaan yang ada  poto copynya di polres langkat ada kejanggalan.

Ditempat terpisah Rusli Harahap warga setempat Kelompok tani penghijaan kepada awak media ini Selasa(9/6/20) mengatakan sebenarnya areal yang menjadi sengketa.yang saat ini sedang dibangun sebagai kolam limbah oleh perusahaan.

"Lahan itu adalah tanah milik  Ramli Harahap abang kandung saya tegas Rusli. ujung areal
itu milik kelompok tani penghijauan," tandasnya (WD45)
Komentar Anda

Berita Terkini