-->

RSUD dr Pirngadi Siap Layani Operasi Elektif

harian9 author photo
MEDAN| H9
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan ikut Adaptasi Kehidupan Baru (New Normal) era pandemi Covid-19 saat ini. Besok, RS Pirngadi mengumumkan sudah membuka kembali tindakan operasi elektif atau terjadwal.

Sebelumnya, rumah sakit milik pemerintah kota Medan ini menunda operasi elektif atau terjadwal karena fokus tangani pasien Covid-19 serta dalam upaya mengurangi kemungkinan pasien atau tenaga medis lainnya terpapar.

"Besok, sudah dibuka kembali operasi elektif atau terjadwal, seperti operasi tumor atau kanker dan lainnya. Tidak perlu takut atau ragu datang ke rumah sakit karena kita juga tetap mengikuti protokol kesehatan dalam setiap pelayanan," kata Dirut RSUD Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan kepada Harian9 di Medan, Selasa (30/6/2020)siang.

Suryadi menambahkan, saat ini jumlah pasien rawat jalan mulai kembali meningkat dibanding saat awal pandemi Covid-19. "Kemarin situasi Covid-19 tidak hanya menimpa RS tapi semua lini. Apalagi, RS Pirngadi jadi RS rujukan Covid-19 darurat dan masyarakat jadi takut berobat karena kita merawat pasien Covid-19," ujarnya.

Selain tertular Covid-19, lanjutnya kehawatiran masyarakat berobat ke RS takut juga divonis Covid-19. Namun, Wadir Pelayanan Medik dr. Rushakim Lubis, SpOG mengatakan, pihaknya melakukan screening kepada seluruh pasien khususnya rawat inap dan dilakukan jalur berbeda untuk pasien dalam pengawasan. 

"Untuk menyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19, berdasarkan anamnesis dan gejala pasien. Kalau pasien mengalami susah menelan, batuk, demam dan gejala lainnya, ditambah photo thorax, jika ada pneumonia maka ditegakkan dia dalam PDP, lalu dilanjutkan Rapid tes kalo reaktif, baru diswab kalau positif jelas dia konform pasien Covid-19," ungkapnya sembari mengatakan 

Sementara itu, Kasubbag Humas RSUP H. Adam Malik Rossario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pihak RSUP HAM belum membuka tindakan operasi elektif kepada pasien. "Begitupun, jika pasien yang sudah terjadwal operasi, kondisinya drop, bisa datang ke IGD. Kalau memang diperlukan tindakan operasi segera atau sifatnya emergency, maka dilakukan operasi," imbuhnya.

Sebab, lanjutnya, perkembangan penyakit seseorang bisa saja berubah sewaktu-waktu. "Jadi tetap kami tekankan seperti itu. Jadi operasi elektif masih belum dilakukan. Penundaan operasi elektif karena berbagai hal, salahsatunya imbauan Kemenkes dan organisasi profesi," pungkasnya.(PP04)
Komentar Anda

Berita Terkini