Seluruh Objek Wisata di Tapsel Agar Terapkan Protokol Kesehatan

harian9 author photo
TAPSEL|H9
Memasuki era new normal, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu, mengimbau kepada pengelola objek wisata di Kabupaten Tapsel untuk mematuhi aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Syahrul, saat menikmati panorama wisata di salah satu objek wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui Dana Desa di Desa Perkebunan Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapsel, Senin (8/06/2020).

Pada saat itu Bupati Syahrul didampingi Kepala Dinas PUPR Chairul Rijal Lubis, ST,  Kadis Pariwisata Abdul Saftar, S.Sos, MM, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) M. Yusuf, SP Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Angkola Sangkunur M. Tohir Pasaribu.

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, SH mengatakan, bahwa dengan kondisi bangsa kita saat ini di saat sedang menghadapi bencana non alam yaitu Corona Virus Disease (Covid -19), yang terdampak kepada terganggunya berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor wisata. Dampak dari Covid-19 pasti berimbas kepada pendapatan dari objek wisata yang ada di Desa Perkebunan ini. Yang pasti pengunjung yang datang kemari semakin menurun.

" Kalaupun sampai saat ini secara formal, objek wisata belum dibuka, tentunya pengelola objek wisata mdmpersiapkan diri menuju new normal. Setiap pengelola wisata diwajibkan mengimbau kepada seluruh pengunjung untuk menggunakan masker, jaga jarak, serta mendesain ulang tempat duduk untuk menerapkan physical distancing, juga memberlakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), " kata Bupati. 

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, pemerintah sekarang telah mengeluarkan kebijakan, untuk melaksanakan atau mensosialisasikan new normal atau tatanan hidup baru, yang bertujuan agar perekonomian bisa bergeliat kembali, begitu juga dengan kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk sosial keagamaan dapat berjalan kembali, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

" Kehidupan atau tatanan baru ini tidak mungkin kita stop atau dihindari, karena semakin hari ekonomi bangsa kita semakin jauh menurun. Setelah nanti tatanan hidup baru ini diformalkan, maka memakai masker akan menjadi hal yang biasa malah sebaliknya yang tidak memakai masker akan menjadi hal yang aneh, " jelasnya. 

Bupati Syahrul juga telah mendengar bahwa lokasi wisata buatan Desa Perkebunan sudah memiliki karyawan sebanyak 13 orang. Namun karena dampak Covid-19 saat ini karyawan hanya tinggal 3 orang dan yang lainnya di rumahkan, memunggu kondisi normal kembali.

" Semoga dengan adanya peraturan pemerintah untuk menerapkan tatanan hidup baru objek wisata ini, termasuk di semua objek wisata yang ada di daerah Tapsel nantinya menjadi ramai kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, " harap Bupati

Kepala Desa Perkebunan Julianto mengatakan terwujudnya desa wisata ini, tidak lepas dari dorongan penuh Pemkab Tapsel untuk memanfaatkan Dana Desa dalam menggali potensi yang ada di desa masing-masing dan yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan bagi Desa.

Lebih lanjut Julianto menjelaskan bahwa wisata Desa ini berlokasi kurang lebih 10 kilometer dari arah pintu masuk jembatan Trikora (simpang Jalan lintas Barat Sumatera) Kecamatan Batang Toru-Angkola Sangkunur dan objek wisata ini mulai beroperasi September 2019, dengan luas satu hektar serta beririsan dengan aliran sungai Sangkunur yang tentunya pemandangan alam yang asri itu dapat memberikan daya tarik tersendiri

" Apalagi, disetiap pertemuan dengan kepala Desa, Bupati Tapsel tidak lupa selalu menekankan penggunaan Dana Desa jangan dimain-mainkan, tetapi harus memanfaatkan Dana Desa sesuai aturan dan mewujudkan Desa yang maju dan mandiri, " ucap Julianto. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini