-->

Sensus Penduduk 2020: Menuju Satu Data Kependudukan

harian9 author photo

Oleh: Iwan Susatio

Tahun ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan kegiatan Sensus Penduduk 2020. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan hal penting karena akan menghasilkan data kependudukan yang lebih baik, aktual dan membantu pengambilan kebijakan.

SP2020 merupakan sensus penduduk ke-7 pada 2020. Hal itu sesuai dengan amanat UU No. 16 tahun 1997 tentang Statistik dan diikuti rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Selain itu, dalam pelaksanaan SP2020 nanti BPS akan menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Keterlibatan Kemendagri tidak terlepas karena pemilik data kependudukan berbasis Administrasi Kependudukan (Adminduk). 

Kerja sama BPS-Dukcapil sebagai langkah awal untuk melahirkan one data tentang kependudukan. Diharapkan SP2020 mampu membangun komitmen kerja bersama baik dari pihak BPS maupun pihak terkait didalamnya.

Sebagai warga negara kita berharap bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, sehingga negara kita akan memiliki data karakteristik demografi lengkap dan terkini. 

Mengingat Visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH.  Ma'ruf Amin tahun 2020-2025 yaitu terwujudnya Indonesia  maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong. 

Salah satu penjabaran dari visi-misi tersebut, sangat terkait dengan data yaitu peningkatan kualitas  manusia Indonesia, pembangunan yang merata dan berkeadilan,  mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan dan sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Kesimpangsiuran sejumlah data dari berbagai Kementerian dan  Lembaga menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kebijakan pemerintah.  Untuk itu diperlukan satu data kependudukan. 

Untuk membangun satu data  kependudukan diperlukan sinkronisasi antara data dari Dukcapil Kemendagri  yang  de jure dan teregistrasi sesuai  dokumen kependudukan, dengan BPS yang dilakukan secara de facto melalui sensus, survey.  

Satu Data Kependudukan ini sangat penting untuk perencanaan yaitu memperkuat kebijakan yang direncanakan dan sehingga dapat dilaksanakan semua pihak secara terpadu.

Keberadaan data ini menjadi penting dan strategis karena data tersebut akan menjadi acuan utama pemerintah dalam merencanakan dan mengevaluasi pembangunan khususnya terkait sumber daya manusia.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, masih ada penduduk belum mempunyai KK dan KTP walaupun sudah puluhan tahun tinggal di Republik ini.

Sebagian orang yang mempertanyakan urgensifitas SP2020 dengan alasan bahwa data kependudukan Indonesia sudah ada dan lengkap terekam dalam E-KTP, sehingga menganggap SP2020 sebagai program yang tidak dibutuhkan lagi dengan alasan efesiensi anggaran. 

Perlu diketahui bahwa data kependudukan versi Dukcapil dengan data kependudukan versi BPS tujuan penggunaan yang berbeda.

Dalam menghitung jumlah penduduk, Dukcapil menggunakan metode de jure. Artinya, seseorang akan dinyatakan sebagai penduduk suatu daerah dimana dia terdaftar dalam E-KTP-nya dengan mengabaikan keberadaan yang bersangkutan saat ini. 

Sementara BPS menggunakan metode de facto, di mana seseorang dianggap penduduk suatu daerah apabila yang bersangkutan sudah mendiami daerah tersebut selama enam bulan atau lebih, atau kurang dari enam bulan tetapi berniat untuk menetap. 

Konsep yang digunakan BPS ini juga digunakan oleh NSO (National Statistic Office), negara-negara lain yang tergabung dalam PBB. Sehingga data kependudukan dapat terbandingkan bukan hanya tingkat provinsi, tapi hingga antar negara.

Hasil SP2020 nanti, dipastikan ada kejutan-kejutan baru terkait protret demografi di Indonesia. Kejutan-kejutan tersebut tentu tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang telah ditempuh oleh pemerintah sebelumnya. 

Satu manfaat langsung dari data kependudukan yang dihasilkan BPS adalah sebagai alokator dalam penentuan besaran Dana Alokasi Umum (DAU) untuk wilayah provinsi dan kabupaten/kota. 

Jika data yang dihasilkan BPS tidak akurat dan berkualitas tentu akan berimbas pada tidak meratanya pembangunan.

Selain data kependudukan, data strategis BPS lainnya yang digunakan untuk alokator DAU adalah Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK), tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dua data terakhir ketersediaannya sangat dipengaruhi hasil SP. 

IPM dan Tingkat Kemiskinan dihasilkan dari Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), di mana frame pembentuk kerangka sampel Susenas adalah sensus penduduk.

Suksesnya tidaknya SP2020 nanti sangat ditentukan oleh peran dan partisapasi semua elemen bangsa. Betapa tidak, amanah amat besar yang diemban BPS ini harus mendatangi semua bangunan sensus (rumah penduduk) dari pintu ke pintu melibat ratusan ribu petugas. 

Menyadari tugas ini amat berat, BPS telah melakukan sosialiasi sejak dini dalam berbagai media dan kesempatan.

Selaku warga negara yang baik hendaknya kita tidak membiarkan BPS bekerja sendirian menjalankan tugas mulia ini. Mari kita bantu BPS menyediakan data kependudukan yang berkualitas, sehingga bermanfaat bagi semua. 

Bagi insan BPS, menyukseskan SP adalah suatu ikhtiar yang membanggakan dan membahagiakan, dan persembahan terindah kepada bangsa dan negara. Mencederai SP adalah mendurhakai Ibu Pertiwi. Pastikan Anda menyukseskan SP2020, pastikan Anda disensus!

BPS akan menerapkan teknologi geospasial yang digunakan sebagai kerangka induk dan mengumpulkan data. Selain itu, BPS dalam mengumpulkan data juga menggunakan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), Computer Aided Web Interviewing (CAWI), dan Pen and Paper Interviewing (PAPI).  Tentu ini bukan hal yang mudah dan tantangan yang dihadapi sangat besar. 

Kesadaran penduduk yang memiliki literasi tehnologi dan internet dengan sukarela bersedia mengisi kuesioner secara mandiri dan kejujuran pengisian data begitu menentukan kualitas output data kependudukan tersebut. 

Pengetahuan teknologi menjadi kunci keberhasilan menggunakan metode ini. Petugas pendata dengan sistem CAPI tidak hanya dituntut untuk menguasai teknologi android juga piawai dan familiar mengakses internet.  Sisi positif metode pendataan ini adalah data output akan lebih cepat diakses. 

Target SP2020 antara lain menyediakan data penduduk, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk.   

Gambaran riil penduduk Indonesia di tahun depan akan terekam pada Sensus Penduduk 2020.  

Kesuksesan pendataan SP2020 akan menentukan penghitungan indikator pembangunan. Sebagian besar indikator pembangunan berdasarkan data sampel yang memerlukan frame sampel yang kredibel dan terpercaya. 

Melihat penting dan urgennya ketersediaan data kependudukan ini, suksesnya SP2020 bukanlah menjadi tanggungjawab BPS saja. Semua pihak mempunyai tanggungjawab sesuai dengan porsinya masing-masing. 

Menjalin koordinasi lintas instansi, akademik, maupun lembaga formal dan non formal. Dengan dukungan penuh pemimpin baru ini, jalan mulus pendataan SP2020 terbuka lebar.  

Yang mendapat perhatian hingga saat ini adalah penting ditekankan bahwa salah satu fungsi data kependudukan adalah modal untuk kucuran program-program pembangunan. Karakteristik penduduk akan memberikan petunjuk segmen mana yang pantas mendapat kucuran dana pembangunan.   

Langkah inilah yang akan mampu mengoptimalkan masyarakat untuk mau melakukan update/pendataan data kependudukan melalui media berbasis teknologi web tanpa ada data yang disembunyikan. 

Sementara dalam kontek pembangunan, terciptanya data kependudukan yang akurat akan memudahkan pemerintah, akademisi, lembaga formal, non formal bahkan masyarakat umum dalam ikut mensukseskan pencapaian target pembangunan dan mengucurkan program pembangunan yang tepat sasaran. 

Bahkan dapat melihat karakteristik sumber daya manusia yang sedang terlibat dalam pembangunan saat ini, sejauh mana program pembangunan telah berjalan sesuai dengan koridor yang sesungguhnya. Berhenti sejenak, menenggok ke belakang. 

Selain metode sampling yang terpercaya hasil survei juga sangat tergantung dengan data dasar acuan penyusunan frame sampel. Lebih lanjut, keakuratan indikator pembangunan begitu urgen membutukan data dasar penyusunan frame sampel  yang terkini. 

Pendataan SP2020 yang sukses ditandai dengan data kependudukan yang akurat, sehingga dapat dijadikan tolok ukur karena memiliki cakupan yang menyeluruh. 

Data ini, nantinya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan frame sampel baik dalam penghitungan indikator-indikator pembangunan ataupun survei-survei yang dilakukan oleh berbagai pihak terutama survei tentang kependudukan. 

Tanpa data, tidak akan bisa menyusun perencanaan pembangunan yang matang. 

Selain itu, data Hasil Sensus Penduduk 2020 diharapkan mampu menjadi instrumen untuk evaluasi pembangunan:  RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) dan perencanaan berbagai bidang.

Sesuai dengan jadwal, Sensus Penduduk Online 2020 telah dilaksanakan Februari-Maret 2020, di mana penduduk melakukan sensus secara mandiri melalui situs sensus.bps.go.id. Basis utama sensus adalah Nomor Indonesia KTP, dan Kartu Keluarga. Berikutnya, melalui situs ini akan ada evaluasi berkala Sensus Penduduk Online. Akses ke situs ini bisa menggunakan smartphone, tablet, ataupun komputer. Akibat terjadinya Pandemi Covid-19 Sensus diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

Selanjutnya bagi daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, misalnya di pedalaman, petugas BPS yang akan terjun ke lokasi mengandalkan metode tradisional. Nantinya pada Juli 2020, BPS akan melakukan verifikasi ulang data, verifikasi ulang ke lapangan, dan terakhir pencacahan lapangan. Tujuan prosedur ini adalah untuk menambah akurasi data dengan informasi terkini.

Program yang dilaksanakan mulai 15 Februari hingga 29 Mei 2020, diperoleh 51,36 juta orang Indonesia yang sudah mengisi sensus penduduk (SP) secara online. Adapun 51,36 juta orang ini setara dengan 19,05 persen dari 270 juta penduduk Indonesia.


Bagi masyarakat yang belum sempat mengisi sensus penduduk secara online tidak perlu kecewa. Sebab, pihak BPS akan melakukan sensus secara langsung mulai September tahun ini, proses sensus akan melibatkan 247 ribu orang.


Proses sensus di lapangan ini bentuknya menjadi pengisian kuisioner atau tidak jadi wawancara tatap muka lantaran masih adanya COVID-19, diharapkan masyarakat mengisi kuesioner dengan benar.

Mensukseskan Sensus Penduduk 2020 berarti secara langsung berperan mengawal pembangunan di negeri ini. Kalau bukan kita masyarakat Indonesia, siapa lagi yang akan melakukannya. Mari selamatkan negeri ini demi kesejahteraan semua lapisan masyarakat. (Penulis adalah Statistisi di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan)



Komentar Anda

Berita Terkini