-->

Senyum Dalam Tangis Seorang Disabilitas di Palas Saat Terima Dana BLT-DD

harian9 author photo
PALAS| H9
Perjalanan hidup ini memang susah ditebak, sebab terkadang ini dalam benak kita adalah gemercing kebahagiantetapi kepahitan yang datang melanda sebaliknya ketakutan dan kecemasan datang dalam pikiran kita memang justru kekurangan dan keterbatasan yang datang menyapa.

Beginilah Tuhan mengatur  kehidupan setiap hambaNya,sehingga pakar dan ahli ramal meramal pun tak mampu memperdiksi kejadian pada detik yang akan datang.

Setiap orang pasti ingin lahir dengan sempurna meski kadang nasib berkata lain. Ada yang lahir dengan bagian tubuh lengkap namun punya kekurangan fungsi.

Ada juga yang lahir dengan cacat fisik tapi memiliki banyak sekali kelebihan. Mereka adalah orang-orang yang sebenarnya sama dengan kita semua meski kadang mengalami diskriminasi.

Inilah kisah perjalanan kehidupanku, Rata Nasution (42 tahun) tidak ada kata menyesal dalam hidup ini. segala yang terjadi sudah menjadi catatan takdir dan manusia hanya bisa melewatinya dengan ikhlas, ujarnya. Kepada Harian9.com selepas menerima Dana BLT- DD Tahap II, di kantor Desa, Tano Bato, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.

Pria berumur 42 tahun ini mengalami cacat fisik dari lahir, tetapi semenjak itu awal mulanya biasa saja sehingga kepanikan orang tuaku dengan keadaan saya akhirnya orang tuaku bawa saya untuk berobat nsmun dari kenormalan fisik saya yang sejak lahir, nasib berkata lain sehingga saya seperti inilah yang abanf lihat. Ungkapnya.

Dari hari kehari kekurangan saya bukan menjadi titik kelemahan saya untuk tidak bangkit dan berusaha utuk memenuhi beban hidupku semakin parah, tapi dengan kekurangan fisikku aku tidak tinggal diam aku pun berusaha mencari pekerjaan namun fisik seperti begini tak ada yang mau terima kerja dengan kekuranganku seperti ini, ujar Rata.

Tangisan hidup kian menyambar dari senyumku namun dengan kerendahan hati dan bersabar menjalani roda kehidupanku, Tuhan memberikan jalan rezeki dengan bekerja sesuai dengan kemampuan Pa yanf bisa saya kerjakan dan pastas untuk dikerjakan. Tutur Pria ini dengan tegar.

Memiliki keterbatasan fisik bukan sesuatu yang mesti disesali, mensyukuri dan terus mengembangkan diri mungkin itulah konsep hidupku, karena dalam hidup kita hanya perlu bersyukur atas segala hal yang kita alami. Sebab sang pencipta menggariskan jalan hidup setiap orang pasti ada tujuan dan hikmahnya, tidak ada kata menyesal dalam hidup ini. Segala yang terjadi sudah menjadi catatan takdir dan manusia hanya bisa melewatinya dengan ikhlas. Ungkap Rata Nasution. 

“keterbatasan” keterbatasan biasanya kerap membuat sebagian orang putus asa. Namun hal itu tidak berlaku bagi saya karena saya tidak menjadikan kekurangan fisik sebagai halangan untuk bekerja dan mencari rejeki.

setiap manusia ada yang dilahirkan dengan tubuh yang normal dan tubuh yang normal pada umumnya bisa beraktifitas dengan leluasa dan bisa melakukan berbagai hal yang diinginkan. Sementara tubuh yang tidak normal atau cacat tidak bisa melakukan aktifitas seperti orang normal pada umumnya dan mencapai impian yang diimpikan sejak masih kecil.

Kehidupan merupakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada setiap insan. Manusia dilahirkan, menghirup udara, tumbuh dan berkembang, mengalami hal-hal normal dalam hidup, merasakan bahagia, sedih, sakit, sehat, adalah kumpulan betapa hidup ini sebuah dinamika yang normal. Dan, saya merasakan hal-hal yang luar biasa demikian. 

Tuhan telah menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk lahir kedunia ini dan merasakan dinamika itu. Saya berkenaan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam kekurangan saya  yang luar biasa.

Salah satu sisi kehidupan, saya merasa bersyukur atas apa yang saya miliki karena dibalik kekuranganku pasti ada hikmah dalam hidupku. Disetiap pergaulan, kadang rasa malu menyapaku, dia semacam tembok pembatas yang sangat tinggi dan sulit untuk dilewati. saat itu tuturnya sembari tersenyum dalam tangisan.

Ia menambahkan, dikala usiaku masih dalam sekolah, Diri saya berada dalam gejolak yang tidak bahagia, menerima kenyataan dalam lingkungan karena kadang aku minder dan sedih dengan kekuranganku, namun aku  mpasrah dan tak mudah menyerah, Saya merasa diri saya tidak dapat berbuat dan mengerjakan sesuatu seperti sahabat-sahabat saya yang lain. Mereka memiliki kesempurnaan fisik dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan sementara saya tidak. Keadaan seperti inilah menjadi bumerang yang membuat saya merasa terkucilkan, rendah diri, tidak sempurna dan sangat berbeda dibandingkan dengan orang lain. Kata Rata, tanpa ada rasa beban lagi dalam kekuragannya.

Suara Kehidupan yang Memberi Makna didalam hidup seringkali kita tidak mengenal dan sengaja untuk tidak mau memahami sekaligus mempelajari makna dari hidup itu. Bahkan tidak mengenakan adalah ada beberapa orang yang tidak menerima nafas kehidupan yang diberikan-Nya. 

Tidak sedikit orang cenderung tidak menerima pemberian yang maha kuasa dalam hal ini menyangkal diri dengan tidak mau menerima keadaan dalam dirinya dengan tidak mengakui kekurangan yang ada di dalam dirinya berupa keadaan fisik yang tidak sempurna seperti orang yang lahir lainnya. Padahal suatu sumber kehidupan itu merupakan salah satu modal utama untuk berusaha bagaimana kita seharusnya untuk dapat berjuang dan mampu mengalahkan kekurangan yang ada dengan cara menggunakan akal dan pikiran kita. Kekuranganku merupakan suatu Kelebihan mu, sebut Rata dengan nada semangat.

Saya bersyukur dan tetap tabah dalam hidupku kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semangat dari orang-orang disekitar kehidupanku terlebih orang tua, membuat saya semakin kuat, tegar dan termotivasi dengan keadaan saya untuk bagaimana berani membuka diri dan mencoba menerima keadaan yang dimiliki sebagai salah satu anugrah didalam kehidupan ini, Berusaha bangkit dari keterpurukan merupakan salah satu langkah yang harus kita ambil karena kehidupan kita hanya sekali. Kita, anda dan saya tentu ingin merasakan suatu anugrah yang luar biasa dari kehidupan yang diberikan oleh-Nya. 

Dan Saya, merasakan sekali bahwa keadaan fisik atau apapun yang menjadi halangan, jangan dijadikan sebagai salah satu hambatan, berjuang dalam keterbatasan tanpa batas, keterbatasan fisik bukan halangan untuk berkarya, kekuranganku adalah kelebihanku, keterbatasanku bukan masalah besar untuk menggapai cita-cita, semangat keterbatasan tanpa mengenal batas sebab rencana Tuhan akan indah pada waktunya.tutupnya (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini