-->

Tokoh Perempuan Kota Medan: Harus Ada Solusi Menyeluruh Tangani Manusia Silver

harian9 author photo
MEDAN| H9
Belakangan ini Kita sering menjumpai "Manusia Silver" yang biasa beraksi di lampu merah untuk mencari/mengais rezeki mulai dari orang dewasa,remaja dan anak-anak.

Melihat hal itu Tokoh Perempuan Kota Medan, Hj.Fitriani Manurung S.Pd, M.Pd mengaku sangat prihatin dengan perkembangan 'Manusia Silver' yang belakangan ini ramai jadi pemberitaan di Kota Medan. Keprihatinan Fitriani Manurung dengan fenomena ini karena banyak diantaranya yang menjadi "Manusia Silver" adalah anak-anak kecil.

"Terkait persoalan ini,  kita sangat berterimakasih kepada Pemko Medan yang sudah sangat respon dengan fenomena 'Manusia Silver' ini seperti dengan melakukan razia. Meskipun sampai hari ini, masih ada sejumlah anak-anak yang mengecat sekujur tubuhnya itu berkeliaran di jalan," ungkap Fitriani Manurung, kepada wartawan di Medan, Rabu (24/06/2020).

Tidak hanya itu, Fitriani Manurung juga mengapresiasi pemerintah yang mengarahkan mereka (Manusia Silver) yang terkena razia dengan memasukannya ke tempat pembinaan. "Saya kira ini juga langkah yang baik supaya mereka bisa mendapatkan pembinaan yang baik dan bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Namun, perempuan yang juga Bakal Calon Wakil Walikota Medan ini melihat ada persoalan yang perlu dipecahkan dalam menangani 'Manusia Silver' ini. Penanganan permasalahan 'Manusia Silver' ini sepertinya tidak cukup hanya dengan razia dan pembinaan saja.

"Razia dan pembinaan merupakan langkah responsif dalam menyikapi permasalahan ini. Namun hal itu belum lah cukup," ungkap Fitri.

Dalam permasalahan 'Manusia Silver' ini, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan melihat ada persoalan serius dimana khusunya anak-anak yang diorganisir menjadi 'Manusia Silver', sepertinya ada upaya orang-orang tertentu untuk mengeksploitasi anak-anak untuk menghasilkan uang.

"Kita menyaksikan ini di jalanan, seberapa faham anak-anak kecil ini mengatahui soal cat silver yang digunakan ke badan mereka, seberapa bahaya cat itu merusak kulit mereka. Saya melihat ada sesuatu yang perlu ditelusuri lebih jauh. Dan perlu adanya solusi menyeluruh," ungkapnya.

Untuk itulah, Fitriani mendesak Pemko dan aparat hukum untuk melihat masalah ini lebih dalam lagi, dalam upaya menyelamatkan anak-anak dari kemungkinan menjadi objek eksploitasi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Anak-anak ini harus diselamatkan, apalagi disaat pandemi mereka harusnya mendapatkan penangana yang maksimal," harapnya.(WM021)

Komentar Anda

Berita Terkini