-->

Update Data Terbaru Covid-19, Penyebaran Virus Covid-19 di Sumut Mengerikan

harian9 author photo
MEDAN| H9
Pertumbuhan pasien positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) tembus pada angka 1.115 orang, setelah bertambah dua puluh orang pada Senin (22/06/20). Ini menandakan tren mengerikan dengan peningkatan penyebaran Covid-19 di Sumut.

Update data sebaran terakhir yang berhasil direkap Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut sampai Senin (22/6) sore, pasien positif sudah mencapai 1.115 orang, sebelumnya 1.095 orang, pasien dalam pantaun (PDP) 202 orang, sebelumnya 191 orang, Kemudian jumlah pasien positif yang sembuh 262 orang, sebelumnya 258 orang.  Pasien meninggal berjumlah 74 orang, sebelumnya 71 orang.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah saat memberikan keterangan pers di Media Centre GTPP Covid-19 Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Senin (22/06/20)

Aris mengimbau agar masyarakat menjaga kesehatan tubuhnya dengan berolahraga. Menjaga daya tahan tubuh adalah salah satu cara untuk melawan Covid-19. Namun, tetap menjaga protokol kesehatan saat berolahraga.

"Pastikan unsur keamanan dari Covid-19. Kalau kita merasa olahraga di luar ruangan tidak aman karena banyak kerumunan orang atau wilayah kita sedang merebak wabah penyakit, sebaiknya tetap berolahraga di rumah saja. Banyak opsi yang kita pilih untuk berolahraga di dalam rumah, misalnya dengan gerakan tanpa alat seperti senam, yoga dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, kata dia, menghindari penularan Covid-19 pada kalangan anak-anak, diperlukan peran aktif para orang tua. Antara lain, orang tua harus mencontohkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan pada anak. Hal ini penting, mengingat anak-anak adalah salah satu kelompok yang rentan terkena Covid-19. Tingkat penularan pada anak di Indonesia juga cukup tinggi, di Sumatera Utara (Sumut) kasus anak yang terpapar Covid-19 mencapai 3,6 % dari total kasus yang ada. “Orang tua harus menyontohkan pola hidup bersih dan sehat agar anak mau melakukan hal yang sama,” katanya.

Dia melanjutkan, anak-anak tetap dapat beraktivitas di luar ruangan, namun harus tetap memerhatikan protokol kesehatan. Di antaranya menyuci tangan dengan sabun, menggunakan masker di tempat umum dan menjaga kebugaran tubuh.

Di awal masa pandemic, kata Aris, anak-anak sempat disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terkena Covid-19. Awal Maret 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menyatakan gejala Covid-19 pada anak-anak tidak fatal. 

Namun, belakangan lembaga tersebut merevisi pernyataan tersebut dengan menyatakan bahwa gejala anak yang terinfeksi Covid-19 mirip dengan kondisi multisystem inflamatory syndrome in children, yaitu kondisi ketika ada bagian tubuh anak yang meradang, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata hingga organ pencernaan. “Lembaga tersebut menyatakan tanda-tanda infeksi Covid-19 pada anak tersebut adalah demam, sakit perut hingga diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah serta merasa sangat lelah,” paparnya.

Dalam kasus yang parah, anak-anak yang terserang Covid-19 juga dapat memperlihatkan tanda sesak napas, sakit perut parah dan bibir serta wajah kebiruan. Jika muncul tanda-tanda ini, segera bawa anak ke rumah sakit. Sebagian besar anak bisa sembuh dengan pengobatan medis bila gejalanya ditemukan sejak dini.(WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini