-->

Akhyar Nasution Pindah ke Demokrat?, Aswan pun Bersuara....

HARIAN9 author photo
PANCURBATU| H9
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat Andi Arief lewat akun Twitternya @AndiArief_ menyampaikan kabar bahwa Akhyar Nasution sudah resmi mendapat dukungan dari Partai Demokrat di Pilkada 2020.

Dalam akun Twitter-nya Andi menuliskan, "Pilkada Kota Medan 2020, Sah. Koalisi Rakyat (Demokrat-PKS) menghadapi koalisi raksasa pendukung Mantu Pak Presiden Jokowi," tulisnya sembari menampilkan foto Akhyar Nasution sedang memakai baju Partai Demokrat.

Dalam foto tersebut, selain Andi Arief, terlihat juga Plt Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Ketua DPC Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu. Selain mendapatkan dukungan dari Demokrat Akhyar juga dikabarkan resmi menjadi kader Demokrat.

Namun, baik Burhanuddin Sitepu dan Herri Zulkarnain belum dapat dikonfirmasi perihal tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Dr Aswan Jaya mengatakan partai masih menunggu klarifikasi dari Akhyar Nasution terkait beredarnya berita sudah menjadi anggota partai lain. "Partai masih menunggu klarifikasi dari beliau benar atau tidaknya," kata Aswan kepada wartawan, Jumat (24/7/2020) malam.

Apabila benar Akhyar pindah partai lain, otomatis hak-haknya sebagai kader PDIP gugur dengan sendirinya dan dirapatkan oleh pengurus partai. "Kalau kabar yang telah beredar tidak benar, maka hak-haknya tidak gugur dan kita akan minta klarifikasi dari partai yang telah mengklaim," ujarnya.

Sementara, Sekretaris PDIP Sumut Dr Soetarto MSi mengaku secara resmi belum ada informasi yang menyebutkan Akhyar pindah partai dari PDIP ke Demokrat.

"Minggu 19 Juli 2020 kemarin, kami masih rapat bersama dan dia masih pakai baju PDIP. Sebagai teman dan sahabat kita prihatin dan menyesalkan itu. Pertama Bung Akhyar mendapat kehormatan partai sebagai wakil wali kota, pernah di DPRD itu satu kehormatan dari partai. Sekarang tiba-tiba pindah rumah, tentu kita prihatin," tegasnya.

Menurutnya, anggota partai dididik, dikader oleh partai dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk taat asas, aturan disiplin dan loyal terhadap ketentuan partai.

"Hari Minggu saya rapat sama dengan Ketua DPP, beliau tidak ada menyampaikan pengunduran diri. Tapi tiba-tiba kalau itu benar karena informasi itu belum sampai ke kita, berarti selamat jalan beliau ke rumah yang baru tanpa pamit ke rumah yang lama. Tapi kita tidak bisa menahan, sebagai teman dan sahabat pilihan dia kita hargai, tapi yang saya sampaikan tadi, saya prihatin dan menyesalkan saja, karena PDIP adalah partai yang sangat terbuka terhadap aspirasi seluruh kader, tapi bagi kader yang tidak taat asas dan aturan kita persilahkan dan kita hargai," tambahnya. (WM021)

Komentar Anda

Berita Terkini