-->

Bupati Palas Sambut Kunker Balasan Pemkab Pasaman Barat

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Bupati Padang Lawas (Palas), H Ali Sutan Harahap sambut kunjungan kerja (Kunker) balasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat (Pasbar) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Jalan KH Dewantara, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rabu (15/07/2020) kemarin.

Rombongan Bupati Pasaman Barat H Yulianto, SH, MM. yang diwakili oleh Asisten I Surya Bakti, Asisten II, Drs H Irwan, Asisten III, Rafa'an dan Inspektur Harisman, Kabag Hukum dan Kabag Ekonomi Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam penyambutan Kunker dari Pemkab Pasbar tersebut, selain dihadiri Bupati Palas H Ali Sutan Harahap, turut juga didampingi oleh Wabup drg H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi, Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawss (Sekdakab Palas) Arfan Nasution, SSos, staf ahli bupati, Pimpinan OPD, Kejari Palas, Kristanti Yuni Purnawanti, Wakapolres Palas dan Forkopimda.

Sambutan Bupati Palas, yang dibacakan Wakil Bupati Palas, drg H Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi mengatakan, Kabupaten Palas mengalami pemekaran dari kabupaten induk, yaitu Tapanuli Selatan pada 17 Juli 2007 dan dari data BPS Palas, Kabupaten Palas memiliki luas wilayah 3.892,74 Kilometer persegi atau 389.274 hektar yang terdiri dari lahan pertanian, tanaman padi dan tanaman Palawija.

Perekonomian Kabupaten Palas, tahun 2019, tumbuh sebesar 5,64, jika dibandingkan pada tahun sebelumnya  persen. Di mana masyarakat Kabupaten Palas sebagian besar bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati (Wabup) Palas, drg H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan balasan dari pemkab Pasaman Barat.

Zarnawi mengatakan bahwa kedua daerah kabupaten beda provinsi ini memiliki hubungan historis, terutama di bidang kultur budaya.

Dari segi budaya, Palas mempunyai masyarakat yang heterogen, ada suku Melayu yang berbatasan langsung dengan Rokan Hulu, begitu juga dengan suku Minang yang berbatasan langsung dengan Pasaman Barat, justru sebaliknya Kabupaten Pasaman Barat terdapat suku Mandailing, karena Pasaman Barat berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Untuk itulah kerjasama antara Pemkab Palas dengan Pemda Pasaman Barat perlu dijalani, guna menggali potensi – potensi daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, “pungkasnya.

Sementara Asisten I Pemkab Pasaman Barat, Setia Bakti, juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya, tidak menyangka penyambutannya seperti ini.

Kesan pertama setelah sampai di wilayah Padanglawas terasa seperti pulang kampung, di kampung sendiri. Kata Setia Bakti,

Kedatangan rombongan Pemkab Pasaman Barat, dalam rangka membalas kunjungan silaturrahim rombongan Pemkab Padanglawas belum lama ini.

Dan ingin belajar terkait pemekaran desa, karena kabupaten Padanglawas
telah berhasil dalam pengelolaan desa, yang memiliki 303 desa.

Sedang daerah kabupaten Pasaman Barat hanya memiliki 19 desa dan 11 kecamatan. Merupakan daerah agraris penghasil sawit, kakao dan jagung. Kita sangat berharap agar kerjasama antar dua daerah kabupaten beda provinsi ini bisa terjalin dengan baik ke depan. Ujar Asisnten I  pemkab Pasbar. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini