-->

Bupati Tapsel Terima Kunjungan Anggota DPRD Provsu Dapil Sumut VII

harian9 author photo
TAPSEL| H9
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu, menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) VII di Ruang Rapat Bupati Tapsel, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, belum lama ini.

Kunjungan Anggota DPRD Sumut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution (Gerindra) dan 8 Anggota DPRD Dapil Sumut VII, Abdul Rahim Siregar (PKS), Tondi Roni Tua (Demokrat), Ahmad Fauzan (PAN), Fahrizal Effendi Nasution (Hanura), Rahmat Rayyan Nasution (Gerindra), Parsaulian Tambunan (Nasdem), Syahrul Effendi Siregar (PDIP), Syamsul Qamar (Golkar) dalam rangka LPJ APBD Sumut TA 2019.

Sementara Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel Drs. Parulian Nasution, para Asisten, Pimpinan OPD, 13 perwakilan OPD Provinsi Sumut dan Kabag Humas dan Protokol Tapsel Isnut Siregar.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, mengatakan, bahwa Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) antara satu daerah dengan daerah lainnya  tidak dapat dipisahkan yang meliputi Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas yang dulunya merupakan satu kesatuan yang disebut Kabupaten Tapanuli Selatan.

“ Pada tahun 2007 melalui UU 37 dan 38 mekarlah Padang Lawas Utara dan Padang Lawas dan salah satu keputusannya mengharuskan ibukota Tapanuli Selatan harus di Sipirok, sebelumnya terbentuk Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 1998 dan Kota Padangsidimpuan pada tahun 2001. Sementara itu, Tapsel masih tetap beribukota di Kota Padangsidimpuan, “ ujar Syahrul.

Disebutkannya, networking merupakan modal kami dalam membangun Ibu Kota Tapsel seperti halnya membangun infrastruktur jalan maupun perkantoran. Oleh karena itu Bupati Syahrul meminta kepada yang seluruh hadir, agar kedepan kita selalu serius terhadap sinergitas pembangunan dalam menunjang skala prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah atasan dan kedepan kami tawarkan agar Tabagsel ditetapkan sebagai kawasan strategis Energy Baru Terbarukan (EBT) yang dapat menunjang keberhasilan program pembangunan lainnya di daerah.

“ Yang terpenting daerah-daerah di Tabagsel selalu bersinergi dalam menjalankan pembangunan secara berkesinambungan, kiranya kedepan para Kepala Daerah di Tabagsel diundang untuk saling diskusi terkait sinergitas pembangunan meski hal ini sedikit sulit dan butuh kesabaran, “ ucapnya.

Di sisi lain, berbicara hasil pertanian seperti Kopi tentu dulunya di Sumatera Utara bahkan di Sumatera terkenal istilah Kopi Mandailing. Setelah itu, barulah hadir istilah kopi yang lain yaitu Kopi Sipirok.

“ Tantangan kedepan, bahwa Kopi Simalungun sudah bekerjasama dengan Starbucks. Jadi, kita harus ekstra kerja keras agar dapat mengangkat varietas kopi lokal bisa bersaing dan di lirik oleh dunia luar dan sedikit informasi bahwa Kopi Sipirok sudah mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM, tentu hal ini akan terus kita dorong sehingga kedepan produk lokal dapat terus berkembang, “ terangnya.

Selanjutnya, dalam hal mendistribusikan program pembangunan tidak dibenarkan adanya penganak tirian terhadap kecamatan-kecamatan yang ada di Tapsel. Semua diupayakan harus merata dan melalui networking tadi bahwa anggaran pembangunan diluar APBD tentu kita harus mampu menggiring anggaran dari atas atau pemerintah pusat.

Dalam hal sinergitas terkait pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diantara Kepala Daerah di Tabagsel, kita selalu mendorong agar daerah lain juga bisa meraih hal tersebut tetapi sampai saat ini baru Kabupaten Paluta yang sudah pernah WTP.

Selanjutnya dalam sektor UMKM perkembangan yang lebih baik lagi juga menjadi tugas kami kedepan. Dalam hal menghadapi Covid-19 kita sudah berdayakan UMKM seperti untuk pembuatan masker yang dipusatkan pengerjaannya di daerah Kecamatan Batang Angkola dan Kecamatan Sipirok dan  kemudian dalam hal peningkatan ekonomi di Kecamatan Batang Toru sudah ada tenun batik lokal yang sudah berproduksi. Kedepan akan kita tingkatkan dan selalu kita dukung penuh dalam pengembangannya.

Sementara itu, Ketua I DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution menyampaikan, DPRDSU siap dalam sinergitas pembangunan jalan untuk menghubungkan daerah Padang Lawas dan Mandailing Natal dalam program, Tapanuli Selatan (Batang Toru) dengan Mandailing Natal dianggap selesai dan Tapanuli Selatan (Biru) dengan Padang Lawas Utara juga dalam program yang akan menjadi akses jalan provinsi kedepannya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini