-->

Dampak Covid-19, PNBP Pada Sektor Minerba Diprediksi Alami Penurunan

HARIAN9 author photo
PADANGSIDIMPUAN| H9
Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Prof. Irwandy Arif  mengatakan, akibat dampak dari pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada sektor pertambangan khususnya Mineral dan Batubara (Minerba).

“ Sektor minerba di Indonesia mempunyai cadangan yang sangat besar, diantaranya cadangan emas dimana Indonesia masuk dalam peringkat 5 besar dunia, dengan hasil produksi sebesar 2.600 ton.  Sektor mineral dan batubara telah menyumbang Rp.172 triliun dalam bentuk PNBP kepada Pemerintah dan secara global menyerap 1,37 juta tenaga kerja, “ ujar Prof. Irwandy, saat menjadi narasumber pada acara journalist zoom session webinar 2 yang diselenggarakan PT Agincouer Resources (PT.AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe, Jumat (17/07/2020) sore.

Journalist zoom melalui virtual zoom tersebut diikuti sekira 30 jurnalis dari Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Utara dan dipandu oleh Senior Manager Community PT.AR Pramana Triwahjudi bersama Rahmad Lubis serta staf Corporate Communications PT Agincourt Resources yakni Febriani Putri, Reni Radhan, Dedy Bugis dan Cepi Satiadi.

Journalists zoom session juga diisi dengan tanya jawab melalui layar kaca antara narasumber dengan peserta, terkait informasi dan perkembangan sector pertambangan di masa pandemic Covid-19.

Menurut Irwandy, disaat permintaan atas berbagai hasil tambang seperti minyak bumi dan gas (migas) serta batubara, ternyata berbeda dengan permintaan dan kebutuhan hasil tambang emas yang justru ditengah pandemi tidak berpengaruh.

“ Untuk pendapatan Negara dari sector minerba, kalau tahun 2019, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) PNBP sektor minerba memenuhi target APBN sebesar Rp.43,2 triliun, namun untuk target APBN 2020 akan mengalami penurunan sekitar 20%. Terjadinya penurunan ini diakibatkan pandemi Covid-19, terangnya.

Sementara narasumber lainnya Alexander Ginting yang juga Managing Director Petromindo memaparkan tentang pertambangan dan energy di Sumatera Utara di era pandemic, yang mana potensi Sumatera Utara akan minerba yang belum maksimal ditangani akibat minimnya investasi. 

Alexander mengatakan, potensi pertambangan yang dimiliki Sumatera Utara cukup potensial, yang mana ada 4 tambang mineral berskala besar, satu tambang batubara skala menengah dan sekira 80-100 tambang galian C. Sementara potensi listrik dan energy ada 14 pembangkit kapasitas besar, 22 pembangkit listrik tenaga air berskala kecil yang sudah beroperasi, 7 lokasi potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi, serta memiliki kilang mineral dan smelter yakni 2 smelter sudah beroperasi dan satu smelter masih dalam perencanaan.

“ Besarnya kapasitas pembangkit listrik tenaga air, karena di Sumatera Utara banyakdi aliri sunagi-sungai besar dan saya tidak juga memungkiri, beberapa usaha gas bumi untuk kebutuhan listrik telah berproduksi namun masih ada ditemui desa atau masyarakat di beberapa dusun belum terjangkau listrik, “ paparnya.

Senior Manager Corporate Communications PT. Agincourt Resources Katarina Hardono Siburian dalam penjelasannya juga memaparkan, PT.Agincourt Resources, yang status operasional atau mulai produksi Juli 2012, telah menyumbang Rp.4,7 triliun terhadap perekonomian Sumatera Utara.

“ Dengan luas wilayah kerja 13.000 Ha dan akhir konsesi tahun 2042, dengan target produksi 400.000 ounce emas, serta mengoperasikan fasilitas pemurnian (smelter) dengan kapasitas 4,5 juta ton per tahun, “ ujar Katarina.

Ia mengharapkan, dengan kegiatan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan semangat baru bagi para jurnalis di masa pandemic Covid-19, kiranya ke depan kita bisa melanjutkan dengan kegiatan lainnya.

“Terimakasih kepada narasumber yang telah membagi ilmunya kepada kami dan rekan-rekan jurnalis serta kami ucapkan juga terimakasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah mengikuti kegiatan ini, “ ucapnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini