-->

Dandim 0212/TS Akui Pernah Jadi 'Korban' Pemberitaan Media Yang Tanpa Dikonfirmasi

harian9 author photo
PADANGSIDIMPUAN| H9
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0212/Tapsel Letkol Inf. Akbar Novrizal Yusananto, SIP, mengaku kalau ia pernah menjadi 'korban' pemberitaan salah satu media online, yang dalam pemberitaan tersebut, Dandim dituding melakukan sesuatu kesalahan yang padahal sama sekali tidak pernah ia lakukan.

" Saya pernah menjadi 'korban' pemberitaan salah satu media online, yang dalam pemberitaannya, saya dituding melakukan sesuatu kesalahan yang padahal sama sekali tidak pernah saya lakukan. Namun setelah ditelusuri, pemberitaan itu tidak memenuhi kaidah Kode Etik Jurnalistik dan media tersebut juga tidak memenuhi ketentuan yang diatur pada pedoman media siber dan UU No.40 tentang Pers, " ujar Dandim kepada wartawan, saat menerima audensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) periode 2020-2023 di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pada audiensi tersebut, rombongan PWI Tabagsel dipimpin Ketua PWI Sukri Falah Harahap, didampingi Sekretaris Ikhwan Nasution, Bendahara Ahmad Cerem Meha. Penasehat Basyrah Batubara dan Mhd. Yusuf Siregar, Wakil Ketua Mohot Lubis dan Kodir Pohan, Wakil Sekretaris Laidin Pohan dan Wakil Bendahara Balyan Kadir Nasution. Sementara Dandim 0212/TS didampingi Pasiter Kapten Inf. Adenan Pane.

Lebih lanjut Dandim 0212/Tapsel Letkol Inf. Akbar Novrizal Yusananto, SIP  juga menyinggung tentang banyaknya media online saat ini, sehingga masyarakat dihadapkan pada masalah kesulitan untuk memilih dan memilah mana media yang benar dan mana yang abal-abal. 

" Saya menganggap media itu abal-abal. Namun meski demikian, persoalan terkait pemberitaan saya itu saya anggap selesai karena wartawannya meminta maaf dan mengakui kesalahannya yang tidak memuat berita secara akurat dan berimbang, " katanya.

Dijelaskannya, pada era digitalisasi atau Revolusi 4.0 ini, semua informasi beredar dengan cepat meskipun itu hoax dan ia berkomitmen untuk ikut mencerdaskan masyarakat dalam memilih dan memilah berita akurat dan terpercaya yang disajikan media.

" Karena itu, wartawan yang tergabung di PWI diharapnya bisa menjadi penyeimbang atas pemberitaan yang belum jelas keakuratannya namun beredar luas di tengah masyarakat, " katanya.

Selain itu Dandim 0212/TS meminta agar media tidak lebih dan tidak hanya mengedepankan unsur ekonomi atau profit saja, cepat tayang, bombastis dan viralisasi, daripada keakuratan data berita.

" Kasihan masyarakat kita yang belum faham tapi langsung membagikan berita yang tidak akurat. Atas ketidaktahuannya itu, mereka bisa dijerat hukum karena melanggar Undang Undang Informasi Transaksì Elektronik (ITE), " katanya.

Sementara Ketua PWI Tabagsel Sukri Falah Harahap pada kesempatan itu menjelaskan apa PWI dan syarat yang harus dipenuhi wartawan agar bisa menjadi anggota. Juga langkah-langkah yang dilakukan dalam mengidentifikasi berita hoax dan media abal-abal.

" Saya mengucapkan terimakasih karena kepada Bapak Dandim dan seluruh jajaran yang ikut berperan mencerdaskan masyarakat dengan  memilih memilah berita akurat dan media yang bertanggungjawab, " terang Sukri Falah.

Acara audiensi dilanjutkan dengan penyerahan copy SK pengurus periode 2020-2023, UU No.40 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia dan nota kesepahaman Dewan Pers dengan Polri tentang koordinasi perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan, oleh Ketua PWI Tabagsel kepada Dandim. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini