-->

Dinkes Paluta Gencar Sosialisasikan Implementasi STBM

HARIAN9 author photo
PALUTA| H9
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka dan sembarang tempat.

Memahami pentingnya berperilaku higienis, Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) gencar mengenalkan dan mensosialisasikan pilar STBM tersebut kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paluta dr Sri Prihatin melalui Kabid Pembinaan Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Emi Sari Pohan MKes menyebutkan, program STBM adalah pendekatan yang dilakukan untuk menimbulkan rasa malu kepada masyarakat tentang kondisi lingkungannya yang buruk dan timbul kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman. 

Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi adalah masalah bersama karena dapat berakibat kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama.

“Sosialisasi STBM ini penting dan berhubungan erat dengan upaya penurunan stunting di daerah kita ini. Untuk itu kita melakukannya dengan pola pendekatan dan turun langsung ditengah masyarakat,” jelas Emi.

Dikatakannya, saat ini STBM bukan hanya sekedar suatu upaya pemberdayaan masyarakat terkait air dan sanitasi saja, tapi berkaitan erat dengan masalah stunting yang diketahui bukan hanya karena kurang makan, maka  STBM  dikembangkan  sebagai upaya  pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan stunting yang dikenal sebagai STBM Stunting. 

Emi menjelaskan, Stunting disebabkan oleh berbagai faktor yang berakar pada kemiskinan, ketahanan pangan dan gizi, serta pendidikan. Secara tidak langsung akar masalah ini mempengaruhi ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, pola asuh, pelayanan kesehatan, dan kesehatan lingkungan yang kemudian mempengaruhi asupan makanan dan menyebabkan berbagai infeksi, sehingga menimbulkan gangguan gizi ibu dan anak.

“Bekerjasama dengan Dinkes Provsu, sosialisasi yang kita laksanakan ini lebih pada upaya bersama semua unsur menekan serendah mungkin persoalan stunting yang diketahui erat kaitannya dengan ketersediaan jamban sehat, sanitasi serta makanan bergizi,” sebutnya.

Oleh karena itu, semua pihak terutama para kepala desa, kepala puskesmas dan petugas kesehatan diharapkan saling berkolaborasi dalam upaya mensosialisasikan program STBM sebagai salah satu upaya menekan stunting khususnya di kabupaten Paluta.

Menurutnya, dalam melakukan sosialisasi kepada warga, petugas dapat membentuk tim STBM yang melibatkan unsur masyarakat seperti penerintahan desa dan tokoh masyarakat maupun menjalin kerja sama kemitraan dengan organisasi non pemerintah atau NGO.

"Program ini juga sudah digalakkan sejak dari dulu dan tahun lalu kita cukup sukses dalam pelaksanaan program ini di sejumlah desa didaerah kecamatan Simangambat sehingga masyarakat menyadari pentingnya sanitasi yang baik dan meningkatkan perilaku pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Senada, sanitarian dari Dinkes Provsu Linda Christina Bangun MKes yang didatangkan pihak Dinkes Paluta menyebutkan bahwa salah satu faktor utama penyebab stunting adalah sanitasi yang buruk dilingkungan masyarakat.

Dirinya menambahkan, persoalan stunting erat kaitannya dengan sanitasi yang baik seperti ketersediaan jamban sehat dan peran Kades memberikan penyadaran bagi warga untuk tidak BAB Sembarangan kepada warga sangan berperan penting.

“Kita ingin bersama-sama warga mencari solusi agar permasalahan sanitasi atau kesehatan lingkungan dapat teratasi. Nantinya, pihak petugas kesehatan dari Dinkes akan melakukan pembinaan, pengawasan, pengendalian terkait STBM lebih intensif," tandasnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar seluruh pihak terkait dan elemen masyarakat harus berbagi peran untuk percepatan program perilaku STBM dan upaya menekan stunting jangan dilihat sebagai tugas Dinkes saja.

Dan fokus perhatian bersama adalah menyadarkan warga untuk menyiapkan jamban sehat, pengelolaan air minum tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.

“Salah satu kuncinya jangan BAB Sembarangan dan petugas juga jangan hanya berbicara tentang fisik jamban sehat, tapi harus bisa menyampaikan manfaat jamban bagi kesehatan warga,” harapnya.(WD-009)
Foto : Sanitarian dari Dinkes Provsu Linda Christina Bangun MKes 
Komentar Anda

Berita Terkini