-->

Dua Kubu PUK F.SPTI-K.SPSI Kecamatan Portibi Nyaris Bentrok Di PT STAR

HARIAN9 author photo
PALUTA| H9
Puluhan massa dari dua kubu Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) desa Bahal, kecamatan Portibi, kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan aksi unjuk rasa di PT Sumber Tani Agung Resource (PT STAR) didesa Bahal, kecamatan Portibi, Kamis (16/7) sekitar pukul 09.00 Wib.

Dalam aksi yang awalnya damai tersebut nyaris terjadi bentrok antara dua kubu massa yakni massa dari kubu PUK F.SPTI-K.SPSI dibawah kepemimpinan Hamzah Pansuri Harahap dengan massa PUK F.SPTI-K.SPSI dibawah kepemimpinan Poso Harahap.

Aksi dihadiri oleh ketua F.SPTI-K.SPSI kabupaten Paluta Herman Arianto Harahap alias Pulle dan sekretaris Adiputra Harahap alias Kudel ini bertujuan untuk menegaskan bahwa PUK yang diakui dan sah untuk melakukan pekerjaan bongkar muat di PT STAR adalah dibawah kepemimpinan dari ketua yang baru yakni Poso Harahap.

Ketua F.SPTI-K.SPSI kabupaten Paluta Herman Arianto Harahap melalui sekretaris Adiputra Harahap menyampaikan kepada pihak PT STAR bahwa kepengurusan PUK F.SPTI-K.SPSI desa Bahal kecamatan Portibi adalah dibawah kepemimpinan Poso Harahap sesuai dengan SK terbaru yang dikeluarkan F.SPTI-K.SPSI nomor : KEP-11/ORG/DPC-PALUTA/VIII/2020 tanggal 29 Juni 2020.

Selain itu, pihaknya juga mengeluarkan surat pemberhentian (non aktif) terhadap pimpinan sebelumnya atas nama Hamzah Pansuri Harahap.

“Saya tegaskan bahwa PUK F.SPTI-K.SPSI desa Bahal, kecamatan Portibi adalah dibawah kepemimpinan saudara Poso Harahap dan untuk pengurus yang lama secara otomatis telah di non aktifkan,” tegasnya.

Dengan demikian, aksi damai massa F.SPTI-K.SPSI menuntut pihak perusahaan agar membuat penegasan terhadap perekrutan tenaga kerja untuk bongkar muat TBS dilingkup perusahaan dengan PUK dibawah kepemimpinan Poso Harahap.

Sebab katanya, penegasan ini juga sudah disampaikan kepada Pemkab Paluta dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Paluta. Dan pihak Disnakerkop dan UMKM Paluta juga telah menyurati pihak PT STAR pada tanggal 02 Juli lalu yang menyebutkan bahwa pihak Disnakerkop dan UMKM Paluta memberitahukan bahwa saudara Poso Harahap telah terdaftar sebagai ketua PUK di PT STAR yang berada di desa Bahal, kecamatan Portibi dan saudara Hamzah Pansuri Harahap bukan lagi dibawah kepengurusan F.SPTI-K.SPSI yang dibawah kepemimpinan saudara Herman Arianto alias Pulle.

Atas dasar tersebut, Kudel meminta pihak PT STAR agar melakukan pembaharuan MoU tenaga kerja bongkar muat dengan kepengurusan F.SPTI-K.SPSI yang baru dibawah kepemimpinan Poso Harahap dan membatalkan perjanjian dengan pengurus yang lama.

“Kami meminta pihak PT STAR agar memperbaharui perjanjian kerjasama dengan pengurus yang baru. Karena secara administrasi kami sudah melengkapinya, jika tidak, kami menganggap pihak perusahaan tidak mentaati aturan administrasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, massa dari kubu lain dibawah kepemimpinan Hamzah Pansuri Harahap juga menuntut hal yang sama bahwa mereka juga sudah terlebih dahulu mengikat kerjasama dengan pihak perusahaan sehingga mereka tetap bertahan untuk menjadi pekerja bongkar muat di lingkup PT STAR desa Bahal, kecamatan Portibi.

Pihak PT STAR yang diwakili humas yakni Ameng didampingi Hutapea meminta perwakilan dari kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi dan musyawarah untuk penyelesaiannya.

Usai melakukan mediasi antara kedua belah pihak, Ameng didampingi Hutapea menyebutkan bahwa belum ditemukan titik temu antara kedua belah pihak sehingga permasalahan ini akan disampaikan kepada pihak manajemen perusahaan untuk tindak lanjutnya.

Meski begitu, ia berharap agar kedua belah pihak dapat melakukan musyawarah untuk menghasilkan mufakat terkait hal ini sehingga tidak ada yang dirugikan dan tersingkirkan.

Sebab katanya, pihak perusahaan tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan ditengah masyarakat khususnya di kecamatan Portibi.

“Kami harap kedua belah pihak dapat bermufakat untuk saling bekerjasama. Perusahaan selalu mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Meski begitu, hal ini juga akan kami sampaikan kepada pihak manajemen perusahaan untuk ditindak lanjuti tanpa adanya masalah dan konflik yang ditimbulkan,” tegasnya.

Pantauan, massa kedua belah pihak sempat memanas dan terjadi adu mulut sehingga nyaris terjadi bentrok dan baku hantam antar massa. Namun, situasi dapat terkendali dan kondusif setelah sempat terjadi pertengkaran antara kedua pimpinan. Massa dari kedua belah pihak pun membubarkan diri secara tertib.(WD-009)
Komentar Anda

Berita Terkini