-->

Jumlah Positif Covid-19 di Sumut Makin Parah

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Semakin hari Pertambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin parah. Keparahan ini dapat dilihat dari angka 109 orang kembali terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Jumlah penderita positif di Sumut sudah mencapai 2.085 kasus. Hari sebelumnya, masih berada diangka 1.976 orang. "Saat ini jumlah penderita terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 2.085 orang,"

Hal ini dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB, belum lama ini.

Whiko memaparkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya juga masih meningkat sebanyak 13 menjadi 1.690 orang. Kemudian penderita meninggal naik 5 orang menjadi 115 orang, namun angka kesembuhan juga naik 11 orang menjadi 514 orang. "Penurunan hanya terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 8 orang menjadi 252 orang," jelasnya.

Menurut Whiko, dengan belum diproduksinya vaksin Covid-19 sampai saat ini, maka pandemi yang berlangsung ini belum dapat dipastikan akan sampai kapan berakhirnya. Karenanya, untuk mengurangi dampak kesehatan akibat Covid-19, ditanggulangi Pemerintah Provinsi Sumut dengan menyediakan 5 rumah sakit rujukan Covid-19.

Whiko menerangkan, berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/171/KPTS/2020, kelima rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut adalah RS GL Tobing Tanjung Morawa, RS Martha Friska Yos Sudarso, RS Martha Friska Multatuli, RSUD Abdul Manan Simatupang, dan juga RSUD Gunung Sitoli.

Berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/217/KPTS/2020, RSUD Perdagangan juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Sumut, di samping sebanyak 5 RS rujukan Covid-19 berdasarkan SK Presiden RI sejak Februari 2020 lalu, diantaranya adalah RSUP H Adam Malik.

Selanjutnya, RSUD Abdul Manan Simatupang Kisaran, RSUD Tarutung, RSUD Djasmen Saragih Pematang Siantar dan RSUD Padang Sidempuan. "Selain itu, perawatan pasien Covid-19 juga didukung oleh rumah sakit pemerintah maupun swasta di Sumut yang memiliki fasilitas ruang rawat isolasi," terangnya.

Whiko membeberkan, dari sebanyak 21 RS di Kota Medan dan sekitarnya, mulai dari kelas A, B, dan C yang tergabung dalam rumah sakit online memiliki ruang isolasi beserta tempat tidurnya sebanyak 757 unit bed.

Tercatat, pada Rabu (8/7) pukul 17.00 WIB, sebanyak 575 penderita terpapar Covid-19 menjalani perawatan. "Sehingga masih ada sisa tempat untuk dapat digunakan bagi pasien baru, sebanyak 182 tempat tidur," bebernya.

Akan tetapi, Whiko mengakui, dengan terus meningkatnya angka penderita Covid-19, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan rumah sakit ini akan terisi penuh. Karenanya dia berpendapat, berapa pun jumlah rumah sakit yang disediakan pemerintah daerah akan tetap kembali penuh, apabila penularan corona masih terus terjadi. 

"Untuk itulah sangat penting bagi kita memutus rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan," tegasnya. Whiko juga menambahkan, penderita PDP dalam kondisi klinis sedang atau berat harus dirawat isolasi di rumah sakit.

Bila hasil swabnya didapatkan negatif dua kali, pasien baru dapat keluar dari ruang isolasi kecuali jika memiliki penyakit menular lainnya selain Covid-19. Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ODP dilakukan isolasi mandiri di rumah.

Setelah swab PCR dilakukan dengan hasil negatif baru isolasi mandirinya berakhir. Begitu juga dengan orang yag rapid testnya reaktif, sambung Whiko, dilaksanakan isolasi mandiri di rumah.

Setelah swabnya negatif yang bersangkutan baru dapat lepas dari isolasi mandirinya. "Semua orang yang hasil swab positif harus dipisahkan dari orang sekitar untuk mencegah penularan Covid-19," imbuhnya. 

Dalam kesempatan ini, Whiko juga menyebutkan, pemberlakuan PSBB dan lockdown yang berkepanjangan dilakukan, memang akan membatasi penyebaran Covid-19. Namun hal ini tidak akan menyelesaikan permasalahan Covid-19 beserta dampaknya, dan sebaliknya akan berdampak buruk terhadap ekonomi dan sosial bagi masyarakat dan pemerintah. 

"Melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 adalah satu-satunya cara sebelum adanya vaksin. Disiplin dan bersabar lah dalam menjalankannya, selalu gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta jauhi kerumunan orang banyak," pungkasnya.(WM021)

Komentar Anda

Berita Terkini