-->

Kepulauan Meranti Salah Satu Penghasil Sagu Terbesar di Indonesia

HARIAN9 author photo
SELAT PANJANG|H9
BUPATI Kepulauan Meranti Drs.H.Irwan MSi.Rabu (22/7/2020) mengatakan bahwa, Salah satu daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia adalah Kepulauan Meranti, dengan luas lahan 39.664 Ha. hasil produksi tepung sagu sejumlah  241.277 ton per tahun dan terdapat 95 unit kilang/Pabrik, di Daerah ini sebanyak 20 % Masyarakat menggantungkan hidupnya pada perkebunan sagu.

Selain dari kebun sagu Masyarakat terdapat juga kebun sagu milik PT.Nasional Sagu Prima ( NSP) seluas 21.000 Ha.yang telah diolah 14.000 Ha. hasil sagu milik PT.NSP di exsport ke berbagai Negara diantarnya, Jepang, Korea Selatan dan Singapore.

Bupati Meranti yang juga Ketua Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Indonesia ( Fokus Kapassindo) meminta kepada pihak Perum Bulog, untuk menjadikan sagu sebagai salah satu komudity pangan Nasional, sehingga hasil produksi sagu Nasional khususnya Kepulauan Meranti dapat dibeli, dipasarkan dan di exsport hingga ke Manca Negara oleh Bulog RI layaknya beras.

Menurut Bupati, Pemerintah Pusat melalui Perum  Bulog RI harus turun tangan memasukkan sagu dalam management logistik Nasional caranya dengan menampung dan membeli hasil produksi sagu Masyarakat layaknya Bulog membeli beras, sehingga memberikan jaminan bagi Masyarakat pengolah sagu di sektor pemasaran.

Terkait usulan Bupati agar sagu masuk komudity Pangan Pokok Nasional dan dapat ditampung oleh Perum.Bulog RI, tampaknya mulai berproses hal itu ditandai dengan kunjungan pihak Bulog RI dalam hal ini Direktur Operasional II Tri Wahyudi Saleh    untuk menggelar pertemuan bersama Bupati Meranti dan OPD terkait sekaligus survei lapangan untuk menghimpun informasi tentang potensi sagu yang ada di Kepulauan Meranti .

Bupati Meranti Drs.H.Irwan MSi.menegaskan bahwa, Dirinya berkomitmen untuk membantu Masyarakat Pengolah dan Pengusaha sagu di Meranti, karena stabilitas ekonomi Meranti sangat bergantung pada pemasaran produksi sagu yang menjadi potensi perkebunan andalan daerah dimana sebagian besar Masyarakatnya menggantungkan hidup pada sagu.

Dari data yang diperoleh Bupati dari Bank Indonesia perputaran uang yang dihasilkan oleh  sektor industri sagu sekitar Rp.2 Trilyun  pe tahun  lebih besar dari APBD Kabupaten Meranti, dan jika pemasaran sagu terganggu maka bisa memicu merosotnya  ekonomi di Selat Panjang, sebut Bupati Meranti.

Saat ini harga Tepung Sagu kering berkisar 5.500-6000 rupiah/kg, dan Sagu basah antara 1800-2000 rupiah/kg. Sebagian hasil produksi Sagu Meranti dijual ke Cirebon, Pekanbaru, Medan dan Malaysia.
Namun dengan terjadinya wabah pandemi Corona Virus Disease (COVlD-19) sangat berdampak pada pemasaran hasil produksi tepung sagu dan juga berpengaruh pada ekonomi petani sagu di Meranti.

"Akibat adanya penutupan wilayah atau daerah yang menjadi tempat penjualan hasil tepung sagu menyebabkan terganggunya pemasaran dan juga berpengaruh pada ekonomi masyarakat khususnya petani Sagu," jelas Irwan

Untuk itu agar petani Sagu tetap bersemangat mengolah Sagu sekaligus memberikan kepastian Pemasaran Sagu, Bupati Meranti Drs. Irwan M.Si, berharap kepada Perum Bulog RI dapat menampung dan membeli hasil produksi tepung sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini menurut Bupati Irwan juga sesuai dengan penugasan Perum Bulog dalam rangka menjaga ketahanan dan menjaga stabilitas pangan Nasional.

Menyikapi permintaan Bupati Meranti tersebut, disambut baik oleh Direktur Operasional II Perum Bulog RI, Tri Wahyudi Saleh, namun untuk menjadikan Sagu sebagai komodity Pangan Nasional yang dapat dibeli oleh Perum Bulog tidak bisa ditetapkan sepihak oleh Bulog melainkan harus berkoordinasi dulu dengan Kementrian terkait seperti Menko Perekonomian dan lainnya yang nantinya memberikan penugasan kepada Perum Bulog.
WD.016
Komentar Anda

Berita Terkini