-->

Kondisi Jembatan Gantung di Pagaran Mompang Kabupaten Palas Memprihatinkan

HARIAN9 author photo
PALAS|H9
Sebanyak 140 KK Warga Desa Pagaran Mompang, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), meminta agar jembatan gantung sebagau akses utama pengangkutan berbagai jenis hasil bumi  untuk segera diperbaiki, Selasa (27/07/2020). 

Pasalnya, sejak siap dibangun kondisi jembatan tersebut hingga hari ini semakin memprihatinkan dan rentan terhadap keselamatan warga dan setiap waktu dapat memakan korban.

Seorang Warga Desa tersebut, M Siregar mengatakan jika jembatan gantung yang  berada di desanya memang sudah tidak layak lagi untuk digunakan. 
Karena, jembatan yang sudah berumur kurang lebih delapan (8) tahun itu, tak kunjung diperbaiki lagi sejak jembatan tersebut selesai dibangun sebagai akses utama jalan pengangkutan hasil bumi masyarakat.

"Jembatan itu sudah lama dibangun, teringat kami yang ada diperbaiki/rehab hanya sekali didalam tahun pembuatannya yang lalu, sementara hingga kini tak kunjung diperbaiki lagi," terang M. Siregar. Ketika dijumpai Harian9.com dilokasi jembatan tersebut.

Itu satu satunya jembatan yang dilewati oleh masyarakat dalam menganfkut hasil buminya dari kebun, ladang dan sawah, namun jembatan gantung tersebut juga masih sangat diperlukan oleh warga, buktinya hingga hari ini masih banyak warga yang melintasi jembatan tersebut. Meskipun dengan kondisi yang siap setiap saat memakan korban.

"Jalan lain tidak ada, karena dibawahnya adalah aliran sungai barumun, jangankan warga desa kami dan yang tinggal seputaran jembatan tersebut, masyarakat dari luar desa kami juga masih menggunakannya walaupun sudah rusak parah," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Palas untuk dapat memperbaiki secara permanen jembatan gantung tersebut mengingat dengan kondisi yang sudah rusak parah dan ditakutkan akan memakan korban melihat keadaan jembatan gantung tersebut.

"Ya kami menginginkan supaya dibuat secara permanen terus, karena kalau cuma direhab atau diganti lantainya dengan kayu juga tidak akan bertahan lama," Pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, warga yang sedang mengangangkut buah sawitnya dengan memakai angkong, Parlindungan Daulay bersama warga lainnya menungkapkan,
Semalam aja kami sedang melansir sawit lewat jembatan ini terjatuh, kebawah dan dibawah arus sungai barumun.

"Beruntung kaki teman saya masih tersangkut dipapan yang sudah lapuk, sehingga tangannya bisa meraih bantaran jembatan, dengan segera  kami bersama sama mengangkatnya agar tidak ikut terjatuh yang akibatnya bisa sangat fatal". Ungkap Parlindungan yang terlihat sedih, karena sawitnya yang terjatuh kedasar sungai.

Selain itu, Ia menjelaskan, hasil bumi yang keluar dari sini diperkirakan kalau getah karet 1 sampai 2 ton setiap harinya, untuk Sawit Masyarakat dari seberang ini juga 10 sampai 20 ton, belum lagi hasil tanaman muda lainnya, Jelas Parlindungan Daulay yang diaminkan oleh warga lainnya. (WD-41)
Komentar Anda

Berita Terkini