-->

P2TP2A Palas Dampingi Korban Pencabulan

HARIAN9 author photo
PALAS | H9
Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Padanglawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara (Sumut)  dampingi korban pencabulan anak masih berusia sebelas (11) Tahun.

Pantauan harian9.com, Kedatangan korban bersama ayah kandungnya (ASH) ke kantor P2TP2A yang disambut Tim P2TP2A. Kedatangan mereka ini (Ayah dan korban-Red) sebagai upaya pemulihan dan langkah si anak agar secara psikologis dan sosial yang berdampak pada mentalnya atas kejadian yang dialami.

Untuk itu, memberikan dukungan pada korban sebagai Tujuan pemulihan psikologis dan sosial mental si anak atas korban pencabulan yang dialaminya oleh pelaku.

 ”Secara psikologis dan sosial si anak sudah kita dampingi, begitu juga sosialnya agar si anak tidak terus mengalami trauma terhadap  kejadian yang menimpanya,” sebut Wakil Ketua P2TP2A Palas, Suwandi Siregar SH, Selasa (07/07/2020).

Sebelumnya, pelaku kasus pencabulan telah ditangani pihak Polsek Barumun dengan mempersangkakan pelaku, melanggar Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 292 KUHPidana.

Peristiwa pencabulan yang dialami korban terjadi sekitar Bulan April 2020 lalu. Pelaku pencabulan berinsial MLN (35) alias Getlu warga lingkungan I, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Palas, Provinsi Sumut melakukan perbuatan pencabulan di Lingkungan IV Pasar Sibuhuan tepatnya di belakang Hotel Martua Sibuhuan.

Pelaku saat itu dengan dalih, mengajak korban bermain dan membujuk rayu korban ke lokasi kejadian. Melihat kondisi lagi sepi tidak ada orang lain. Pelaku membawa korban ke tanaman Pohon Pisang yang berada di belakang Hotel Martua. Lalu membuka resleting celana pendek yang dipakai pelaku.

Ketika itulah kesempatan, pelaku menyuruh korban dihadapannya dalam posisi jongkok menyuruhnya  memegang batang kemaluan pelaku dengan tangan sebelah kanan korban sambil mengkocok-kocok hingga kemaluan pelaku mengeras.

Berlanjut tidak sampai di situ, pelaku menyuruh korban untuk memasukkan kemaluannya ke dalam mulut korban, sambil tangan sebelah kanan korban memegang batang kemaluan pelaku.

Karena, pelaku merasa belum puas. Korban disuruh buka celana. Lalu mengarahkan kemaluan pelaku ke anus korban. Kejadian ini baru diketahui orangtua korban awal Bulan Juli ini.

”Tepatanya Minggu (05/07/2020) sekira pukul 21.00 WIB setelah dibujuk rayu oleh orangtua kandungnya, korban mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban perbuatan cabul oleh tersangka MLN.

Setelah dapat pengakuan dari anaknya (Korban) tanpa pikir Panjang orangtua korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian yang dialami korban (anak kandungnya) ke Polsek Barumun,” kata Kapolsek Barumun, AKP Suprihanto,P. SH,  melalui Kanit Reskrim Aipda Syaiful Bahri kepada wartawan. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini