-->

Pelaku Penjambret Berhasil Diringkus Unit Reskrim Polsek Barumun

harian9 author photo
PALAS| H9
Tim Unit Reserse Kriminal (Unit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) berhasil mengungkap kasus penjambretan Tas milik seorang wanita paruh baya asal Desa Aek Lancat, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Palas, NSH (50) di di jalan kebun kelapa sawit di Desa Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Palas, yang terjadi pada Kamis, (09/07/2020) lalu.

Pelakunya YMH (25) yang berpropesi sebagai Petani, warga Desa Parsombaann, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Palas., dan KL (19) seorang pemuda penggangguran atau Tidak Bekerja, merupakan warga dari Desa Huta Lombang, Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Palas. Keduanya ditangkap karena terbukti melakukan tidak pencurian di wilayah hukum Polsek Barumun.

Penangkapan kedua tersangka pelaku penjambretan tersebut, oleh Tim Unit Reskrim Polsek Barumun Minggu, (12/07/2020) sekira pukul 02.20 wib, saat sedang santai diwarung kopi milik almarhumah JS di Desa Parsombaan Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Palas.

Kapolsek Barumun AKP Suprihanto P. SH, melalui Kanit Reskrim AIPTU Syaipul Bahri. kepada awak media mengatakan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan korban.
Nomor : LP / 60 / VII / 2020 /palas / Sek. Barumun / Sumut,  tanggal 11 Juli 2020, tersebut, ditindak lanjuti Unit Reskrim Polsek Barumun bersama Personilnya dengan melakukan penyelidikan.

Dari hasil Penyelidikan, tentang terjadinya tindak pidana Pencurian yang terjadi pada hari Kamis. (09/07/2020) di jalan kebun kelapa sawit di Desa Huta Lombang Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Palas, telah dapat dibuktikan dan dipersangkakan serta meminta informasi dari sejumlah saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Alhasil kedua tersangka YMH dan KL berhasil ditangkap bersama barang buktinya.

”Kedua tersangka sudah kita amankan, dan sekarang sudah di tahan ruang tahanan Mapolsek Barumun untuk proses hukum lebih lanjur “Ujar Kanit Reskrim Polsek Barumun. AIPTU Syaipul Bahri. Minggu, (12/07/2020).

Munculnya kasus ini bermula dari, saat itu korban NSH sedang mengendarai Sepeda Motor Honda REVO seorang diri menyandang tas warna ungu dari arah jalan Lintas Desa Huta Lombang menuju arah jalan kearah lokasi jalan kebun Desa Huta Lombang Kecamatan Lubuk Barumun.

Tersangka KL sudah mengenali korban dan mengetahui pekerjaan korban sebagai pengutip uang jula jula dan pengutip uang kridit lainnya, disaat itu keberadaan ke 2 (dua) tersangka telah berada disalah satu warung milik dari Saudara S. Tersangka II, mengatakan kepada Tersangka I.  bahwa di dalam tas warna ungu yang disandang korban itu berisikan uang,  ke 2 (dua) tersangka sepakat ingin untuk memiliki Tas sandang milik Korban tersebut, ke 2 (dua) tersangkapun, menyepakiti peran mereka masing masing.

Tersangka II, meminta tolong saudara LH merupakan penduduk Desa Parsombaan Kecamatan Lubuk Barumun untuk mengantarkannya ke lokasi KV milik AH yang kebetulan satu arah dengan keberadaan dirinya Korban yang  mengendarai Sepeda motor.

Setibanya di KV AH, Tersangka II turun dari Sepeda motor Honda Beat yang ditumpanginya dikenderai LH, dan LH pun pergi meninggalkannya, tersangka II sudah melihat Korban berada di dalam ruang kamar tidur dari temannya yang ikut berjula jula, tersangka II waktu itu sedang duduk di bangku gubuk bersama orang lain,  untuk menunggu kapan Korban beranjak keluar dari lokasi KV AH.

Menunggu berkisar 1/2 jam lamanya,  Tersangka II dengan jelas melihat Korban keluar dari lokasi KV menuju arah keluar jalan Hitam Desa Huta Lombang,  Tersang II pun pergunakan HP miliknya untuk  memiscolt ke Nomor hp milik Tersangka I, namun tidak ada jawaban dikarenakan hpnya tidak ada pulsa waktu itu, dengan berjalan kaki keluar dari lokasi KV menuju arah keberadaan Tersangka I yg sudah stand bay menunggu kedatangan Korban yang berjarak sekitar 500 meter.

Setelah berjumpa di depan lokasi pinggir jalan kebun kelapa sawit milik masyarakat,  Tersangka II langsung menanyai, dengan perkataan sudah bagaimana, Tersangka I. Menjawabnya dengan  mengatakan Korban belum ada lewat, tidak berapa Lama kenderaan yang dikenderai oleh Korban, kedengaran suara kenalpotnya dan tersangka II pergi berlari menuju arah sungai barumun untuk menghindarinya agar tidak berjumpa dengan Korban dikarenakan mereka saling kenal.

Tanpa sepengetahuan korban tiba-tiba,
ketika Korban persis berada dihadapan Tersangka II, langsung menarik tas sandang yang disandangkan pas dibahu korban dengan menggunakan tangan sebelah kanan, membuat tali sandang tersebut terputus dan peseda motor Korban pun akhirnya oleng menyebabkan terjatuh bersama Korban.

Tas sandang korban tersebut sudah berada di tangan Tersangka I melarikan diri dengan berlari menuju arah dalam kebun kelapa sawit sampai tembus ke Desa Parsombaan Kecamatan Lubuk Barumun Palas.

Dengan santainya tersangka I, menunggu tersangka II  di depan kebun milik H. TH dan menyeberangi jalan menuju lokasi SDN Parsombaan,  lalu membuka tas warna Ungu melihat didalamnya ada uang kontan Rp. 2 Juta,  1 buah HP merk VIVO Y 53, sepasang anting anting, Buku tulis.

” Atas kejadian tersebut korban kehilangan 1(satu) buah Tas sandang warna Ungu, 1(satu) buah HP merk VIVO type Y. 53, 1(satu) buah buku tabungan BRI, 1(satu) buah buku tulis kulit sampul warna biru catatan arisan jula jula dan kridit pelanggan., 1(satu) KTP atas nama korban dan 1(satu) pasang anting anting emas, dengan kerugian Material sebesar Rp. 6.000.000, (Enam Juta Rupiah), ” papar Kanit Reskrim Polsek Baeumun.

Sementara dari hasil interogasi polisi, kedua pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan pencurian (jambret) terhadap korban NSH. Sedangkan peran masing masing, untuk pelaku tersangka II berperan sebagai pemberi informasi,  pengintai kapan  korban keluar dari lokasi tersebut dan tersangka I bertugas sebagi eksekusi sasaran.

Dan Sekira pukul 20.00 wib, ke 2 (dua) Tersangka berkumpul di Muara Barumun Desa Parsombaan dan uang Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah) sebahagian dipergunakan kedua tersangka untuk membeli narkoba jenis Sabu seharga Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) sedangkan sisanya Rp. 1.500.000,-( satu juta lima ratus ribu rupiah) dipergunakan berpoya poya minum minuman tuak. Diakui kedua tersangka. Sebut kanit.

Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan, diantaranya 1. 1 (satu) buah Tas sandang warna Ungu, 2.1 (satu) buah HP merk VIVO type Y. 53, 3.1 (satu)buah buku tabungan BRI, 4. 1 (satu) buah buku tulis kulit sampul warna biru catatan arisan jula jula dan kridit pelanggan., 5. 1 (satu) KTP atas nama Korban NSH, dan 6.1 (satu)pasang anting anting emas.

kedua pelaku disangkakan pasal 362 "Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan Jounto Subs 56 ayat (1) ke 1e KUHP. Dihukum sebagai orang yang membantu melakukan kejahatan, (ke 1e)
Barang siapa dengan sengaja membantu melakukan kejahatan itu". Pungkas, Kanit Reskrim Polsek Barumun. AIPTU Syaipul Bahri. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini