-->

Pemkab Paluta Tetapkan 10 Desa Locus Stunting

HARIAN9 author photo
PALUTA| H9
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menetapkan 10 desa di menjadi daerah Locus Stunting atau desa terindikasi stunting (pertumbuhan anak terhambat). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Paluta dr Sri Prihatin, Selasa (21/7). 

“Ada 10 desa yang tersebar di 5 kecamatan yang ditetapkan sebagai daerah locus stunting dan 5 desa diantaranya sudah kita laksanakan sosialisasi dan pencegahan serta penanganan stunting,” jelasnya.

Lanjutnya, penetapan desa locus stunting ini berdasarkan laporan online Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang disampaikan oleh petugas kesehatan (bidan desa) dari masing-masing desa setiap bulan.

Selain itu, untuk pencegahan stunting, pemkab Paluta juga membentuk tim dan melibatkan kegiatan lintas sektoral yang dilakukan dinas/instansi terkait seperti Bappeda untuk perencanaan program di masyarakat, Dinas Pendidikan yang lebih fokus memberikan sosialisasi pada PAUD dan TK, Dinas PMD berikut masyarakat yang ada di wilayah desa serta dinas terkait lainnya.

“Untuk pencegahan stunting dibutuhkan peran semua pihak, komitmen bersama mulai dari pemerintahan daerah sampai masyarakat. Sebab penyebab stunting cukup kompleks, mulai dari masalah ekonomi sampai kurangnya pengetahuan di masyarakat tentang arti pentingnya gizi bagi balita mereka,” ujarnya.

dr Sri Prihatin yang ditunjuk sebagai Sekretaris tim penangan stunting kabupaten Paluta menyebutkan bahwa Pemkab Paluta juga sudah mengeluarkan Perbup terkait tindak lanjut penanganan dan pencegahan stunting serta peranan desa dalam menangani stunting.

Senada Kabid Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Emi Sari Pohan MKes menyampaikan, pihaknya juga terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar rutin memeriksakan kondisi anaknya maupun ibu yang sedang hamil ke puskesmas atau rumah sakit dan 

“Dengan ditetapkannya desa locus stunting ini, kita harap seluruh desa juga dapat mengikuti dan termotivasi untuk melakukan penanganan dan pencegahan stunting di daerah masing-masing sehingga kabupaten Paluta dapat terbebas dari masalah stunting kedepannya,” harapnya.

Dikatakannya, sejumlah penyebab stunting adalah kekurangan nutrisi atau gizi yang menghambat pertumbuhan pada tinggi badan anak dan bila dibiarkan hal itu akan berdampak pada kecerdasan anak saat tumbuh dewasa.

Kemudian, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dalam sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting seperti menggalakkan program pembuatan jamban bagi warga desa, pembuatan wastafel dan mengajari warga untuk cuci tangan pakai sabun serta pemberian asupan gizi kepada ibu hamil dan balita serta sejumlah program lainnya.

“Untuk sosialisasi dan pelaksanaan program, kita juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Babinsa, Babinkamtibmas, pemerintahan desa dan bahkan pihak Dinkes Provsu dengan melakukan sosialisasi langsung turun ke tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkab Paluta terus mengimbau kepada masyarakat terutama ibu hamil atau warga yang memiliki anak di bawah lima tahun agar memeriksakan kesehatan ke dokter atau puskesmas terdekat serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.(WD-009)
Komentar Anda

Berita Terkini