-->

Penimbunan Jalan Perkebunan di Besitang Diduga Gunakan Material Sertu dari Galian C Illegal

harian9 author photo
BESITANG I H9
Penimbunan badan jalan salah satu perkebunan di Besitang yakni KUD Rahmad Tani (RATA) sepanjang 30 Km di Desa Pir ADB diduga menggunakan material Sertu timbun berasal dari galian C illegal.

Penimbunan jalan di perkebunan Inti Rakyat (PIR)sepanjang 30 km lebar 4 meter.mengunakan material sertu yang sengaja digali dari pantai hulu sungai Dusun C l di Desa Pir ADB .mengunakan Alat Berat Exscavator. 

Menurut informasi yang dihimpun harian9.com dari berbagai sumber dilapangan menyebutkan kegiatan galian diduga illegal ini. Sempat didatangi oleh aparat kepolisian dari unit Tipiter Polres Langkat pada  juni 2020 lalu para petugas yang turun ke lokasi galian tersebut guna melakukan pemeriksaan tentang kelengkapan dokumen izin galian C. Meski terindikasi adanya dugaan penyimpangan tentang izin ekploitasi. Namun sampai saat ini tetap berjalan mulus tanpa hambatan.

Salah seorang sumber, menyebutkan sebenarnya pantai yang seharusnya digali bukan di daerah itu tapi pantai di seberang sungai yang masuk ke daerah Desa Bukit Mas. maka rencana penggalian selanjutnya akan dilakukan di pantai itu.

Maka berdasarkan Undang-undang No=4 tahun 2009 Tentanga pertambangan Mineral berupa Batuan. Pasir dalam pasal 158  disebutkan "setiap orang yang melakukan Usaha.penambangan tanpa IUP.IPK IUPK.sebagai mana dimaksud dalam pasal 37.
Pasal 40 Ayat (3)pasal 48 pasal 67 Ayat(1)pasal 74 ayat (1) atau ayat (5).dapat dipidana dengan Pidana penjara paling lama.10 (sepuluh) tahun denda paling banyak Rp 10.000.000.000.00 (Sepuluh miliar Rupiah).

Dalam kegiatan penambangan Izin yang wajib dimiliki pengusaha Sesuai Pasal 158 UU
No= 4 tahun 2009 adalah Izin Usaha Pertambangan.(IUP) atau Izin pertambangan Rakyat (UPR) atau Izin Pertambangan Khusus (IUPK) dan untuk kegiatan penampungan pengakutan penjualan hasil tanmbang sesuai Pasal 161 UU No.4 tahun 2009 wajib memiliki Izin Khusus yang diatur dalam pasal 36 PP No.23 tahun 2010.

Satpol PP Pemkab Langkat, diharapkan untuk bertindak melakukan penertipan terhadap kegiatan galian C yang diduga illegal tersebut.

Sebab kata Rahman salah satu warga mengatakan  kegiatan ini disamping dapat merusak lingkungan juga merugikan Nagara di sektor Pajak Asil Daerah (PAD)untuk itu diminta Kepada pihak terkait untuk bertindak terhadap Pengusaha galian tersebut.

Wahid, Kepala Desa Bukit Mas.ditemui Harian9.com di kantornya belum lama ini 
mengatakan memang baru -baru ini ada yang datang ke Kantor Desa dengan membawa dokumen izin galian C yang menurut mereka dikeluarkan Dinas pertambangan dan meneral dengan nama perusahaan CV.Berkat Anugrah Sejati.Atas Nama Agusalim.

Camat Besitang H.Ibnu Hajar S.Sos dikonfirmasi Rabu (8/7/20) di ruangannya mengatakan kalau tentang izin itu beliau tidak tau, "tapi Ilham Kepala Desa PIR ADB ada menyampaikan kepada saya bahwa di sungai Dusun C 1 ada kegiatan galian Sertu untuk menimbun jalan perkebunan KUD dan pengusahanya juga belum pernah saya jumpa," kata Camat H.Ibnu Hajar.(WD45)

Komentar Anda

Berita Terkini