-->

Polisi Amankan Puluhan Massa Yang Lakukan Tindak Anarkis

HARIAN9 author photo
TAPSEL| H9
Ratusan personil kepolisian dari Polres Tapanuli Selatan Tapanuli Selatan beserta personil Brimob Yon C Polda Sumut, Babinsa dari Kodim 0212 / TS, Yonif 123 / Rajawali dan Satpol PP Tapanuli Selatan, terpaksa harus melakukan tindakan tegas dengan mengamankan puluhan massa dari salah satu pasangan calon Kepala Daerah yang coba lakukan tindak anarkis saat berkangsungnya perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tindakan tegas yang dilakukan personil keamanan ini karena massa sudah tidak terkendali dan merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara yang terkesan menguntungkan salah satu pasangan calon Kepala Daerah. Massa yang mencoba melakukan blokade jalan umum dengan membakar ban bekas di tengah jalan terlihat kucar kacir setelah personil keamanan melakukan blokade dan menembakkan air dari kenderaan water canon yang telah standby   

Namun, adegan ini bukanlah aksi betulan. Aksi ini hanyalah simulasi pegamanan (PAM) dalam rangkaian Pilkada 2020 di Kabupaten Tapanuli Selatan, bertempat di Lapangan Bola  Sarasi Desa Bintuju Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (30/07/2020).

Simulasi PAM Pilkada tahun 2020 Kabupaten Tapanuli Selatan dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH,SIK,MH, Dandim 0212/TS Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto, SIP, Danyon C Brimobdasu Kompol B Zega, Ketua KPU Tapanuli Selatan Panataran Simanjuntak, M.Hum, Ketua Bawaslu Tapanuli Selatan Drs. SL Simbolon, MA, para pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa se Tapanuli Selatan, unsur pemuda, mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Dalam simulasi itu digambarkan dua kubu Calon Bupati yang menang dan yang kalah saling bentrok. Para pendukung calon digambarkan saling baku hantam. Personil kepolisian pun menjadi sasaran amuk massa, hingga terjadi demonstrasi besar-besaran, karena massa mengklaim terjadi kecurangan sejak proses kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara hingga terjadi penggelembungan suara.

Simulasi peragaan PAM Pilkada tersebut selain untuk mengamankan para kandidat yang akan bertarung memperebutkan “Tapsel 1 “ pada Pilkada seentak 9 Desember 2020 mendatang, juga sebagai upaya dan tindakan hukum terhadap siapa saja yang mengganggu berlangsungnya Pilkada mulai dari tahapan kampanye, pemungutan suara hingga perhitungan suara, dimana pihak yang merasa kurang senang dan membuat pelaksanaan Pilkada terganggung langsung diredakan serta mengamankan pelaku dan memprosesnya secara hukum.

Peragaan yang ditampilkan personil Polres Tapanuli Selatan itu terdiri dari 12 adegan, tentang bagaimana cara melakukan tindakan persuasive dan represif dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada mendapat aplaus dari warga yang menyaksikan.

Kepada wartawan, Kapolres Tapanuli Selatan AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH,SIK,MH, mengatakan, peragaan yang dilakukan ini sebagai bukti keseriusan jajarannya dalam mengamankan terlaksananya Pilkada serentak di Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2020 dengan aman dan lancar.

Dikatakan, untuk Pilkada Tapsel pihaknya akan menerjunkan lebih dari 600 personil yang dibantu oleh pasukan Brimobdasu dan TNI serta personil BKO dari Polres terdekat untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkada Tapsel 2020.

" Saya mengharapkan keseriusan kita dalam mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkada ini dapat didukung semua pihak sehingga Pilkada di Tapsel dapatbberjalan dengan aman dan lancer, " ungkap Kapolres.

Dia juga mengatakan, sampai saat ini jajaran Polres Tapanuli Selatan telah siap, bahkan paling siap dalam pelaksanaan Pilkada, baik itu segi pengamanan. Semua ini telah mendapat dukungan positif dari semua pihak khususnua dari elemen masyarakat Tapanuli Selatan yang menginginkan pelaksanaan Pilkada di Tapanuli Selatan kondusif. Saya yakin masyarakat Tapanuli Selatan semua rukun-rukun, semoga tidak ada kerusuhan saat Pilkada, " ucap Roman.

Terpisah, Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu, mengucapkan terimakasih atas diselenggarakannya simulasi sebagai langkah antisipasi awal terjadinya kemungkinan tindakan tindakan yang akan dihadapi pada tahapan Pilkada 2020 di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

" Harapannya kita semua proses demokrasi Pilkada Tapanuli Selatan pada 9 Desember 2020 mendatang sama dengan harapan Pak Kapolres dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan yang berharap Pilkada berjalan aman dan lancar, " tutur Bupati Syahrul. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini