Sambut HUT Bhayangkara Ke 74, Polres Tapsel Lakukan Bakti Sosial di Ponpes Modern Al-Abraar

harian9 author photo
TAPSEL| H9
Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan bakti sosial (baksos) dengan menyerahkan bantuan 3 unit tempat cuci tangan portable dan 600 buah masker kain untuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19, yang diserahkan langsung oleh Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, S.I.K, MH saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Modern Al-Abraar, Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel, kemarin.

Baksos dihadiri Kadis Pendidikan Amros Karangmatua, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kadis Pariwisata Abdul Saftar, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Angkola Selatan Dody Kurniawan, jajaran pejabat Polres Tapsel, para Kades dan Lurah se-Kecamatan Angkola Selatan, para ustadz dan ustadzah serta para santri dan santriwati. 

Dalam sambutannya, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH, S.I.K, MH mengatakan, kegiatan Baksos tersebut merupakan bentuk kepedulian dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 74 dan juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di lingkungan pondok pesantren, khususnya di pondok pesantren modern Al-Abraar.

" Saya ucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa di Ponpes ini. Tadi apa yang disampaikan pimpinan Ponpes Modern Al-Abraar Ustadz H. Sulaiman Harahap, S.Pd, bahwasanya santri dan santriwati ini berasal dari Sabang sampai Merauke dan kiranya ini menjadi kearifan lokal atau miniatur daripada nusantara yang merupakan wujud negara kita Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu, karena dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu untuk belajar di Ponpes ini, " ujar Kapolres.

Kapolres menyebutkan, dimasa Pandemi Covid-19 ini tentunya kita merindukan untuk saling bertemu sapa, berkumpul dan melaksanakan kegiatan sekolah. Akan tetapi kita diminta agar pimpinan ponpes dalam melaksanakan aktifitas belajar mengajar harus menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan membagi waktu belajar bagi santri/wati, memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan jaga jarak (physical distancing) agar adik-adik santri dan santriwati dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dapat terhindar dari penyebaran Covid-19.

" Oleh karena itu mari kita ucapkan rasa syukur karena pada hari ini sudah bisa melaksanakan kegiatan  dikarenakan adik-adik sudah rindu untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren ini, " tutur Kapolres.

Kapolres juga merasa kagum atas perjuangan Ustadz Sulaiman bersama para pendahulunya, yang menjalankan Ponpes ini lokasinya ditengah hutan dan semangat didalam membangun Ponpes ini tidak pernah mundur hingga alumni disini ada yang menjadi TNI, Polisi, Kades, calon Wakil Bupati dan semoga kedepannya lulusan-lulusan Ponpes ini nantinya ada yang menjadi pemimpin bangsa, tokoh nasional maupun tokoh internasional.

Sebelumnya Pimpinan Ponpes Modern Al-Abraar Ustadz H. Sulaiman Harahap, S.Pd mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH, S.I.K, MH bersama rombongan di Ponpes Modern Al-Abraar ini.

" Seyogyanya kalau bapak tadi berada diluar maka kami anggap tamu akan tetapi kalau sudah masuk di Ponpes ini sudah kami anggap menjadi keluarga, Ponprs, " kata Sulaiman.

Sulaiman juga melaporkan bahwasanya jumlah santri baik dari tingkat SD hingga SMA berjumlah 524 orang, sedangkan santri dan santriwati ini datang dari berbagai penjuru yang ada di Indonesia baik itu dari Tapsel, Paluta, Sibolga, Padang, Pekanbaru, Medan, Aceh, Jambi bahkan ada dari Bekasi maupun Papua.

" Adapun santri dan santriwati kita ini rata-rata dari masyarakat ekonomi menengah kebawah makanya pada saat diterapkan belajar melalui online agak sulit dilakukan dikarenakan masih banyak para santri dan santriwati yang tidak dapat jangkauan dari internet, sehingga kita melaksanakan kegiatan di Pondok Pesantren ini dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan, " terang Sulaiman.

Selanjutnya Silaiman juga menjelaskan, jumlah ustadz dan ustadzah disini berjumlah 46 orang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan guru-guru kita selain dari Tapsel ada juga kiriman dari Pondok Modern Gontor dan guru-guru disini banyak dari luar daerah seperti dari Kalimantan, Sulawesi dan juga Jambi.

" Ponpes Modern Al-Abraar ini dibangun pada tahun 1992 yang diawali dengan 7 santri yang kondisinya pada saat itu masih berada ditengah hutan dan tanah serta bangunanan ini sudah diwakafkan oleh para pembelinya kepada Badan Wakaf Yayasan Ponpes Modern Al-Abraar. Artinya ini milik umat bukan milik saya dan juga bukan milik perorangan akan tetapi Ponpes ini milik seluruh umat jadi maju mundurnya Ponpes ini ada ditangan kita, maka kami harapkan kalau ada yang kira-kira mundur agar didorong dan kalau ada kemajuan supaya terus dikembangkan karena ini adalah milik umat, ," jelasnya.

Selanjutnya untuk menggerakkan pesantren ini terus terang hanya dengan modal wakaf dan Alhamdulillah sejak Bupati Syahrul M Pasaribu menjabat, yang dulunya masjid belum berdinding sekarang sudah di dinding sehingga semakin nyaman dalam melakukan aktifitas kegiatan di dalamnya. 

" Kemudian pada saat ada upacara disini Bupati Syahrul juga melakukan peletakan batu pertama Aula Ponpes Modern Al-Abraar, karena kata Syahrul tidak cocok melakukan pertemuan di masjid akhirnya peletakan batu pertamapun dilaksanakan hingga saat ini kita pergunakan didalamnya dan itulah perhatian beliau untuk pesantren ini yang tidak pernah berhenti dalam memikirkan kesejahteraan masyarakatnya, " ungkap Sulaiman.(WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini