-->

Selain Main Judi Online, Warga Lubuk Pakam Ini Rupanya Maling Juga

HARIAN9 author photo
DELI SERDANG| H9
Beberapa jam setelah ditangkap lantaran ketahuan bermain judi online di Warung Internet (Warnet) Lexus, Jalan Deli, Kecamatan Lubukpakam, Rabu lalu (15/7),pukul10.00 WIB, 

AD alias Tya (22), warga Jalan Tengku Faruddin, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang, ternyata merupakan buronan kasus pencurian sesuai laporan korbannya, Yarmi ke Polsek Lubukpakam, dengan bukti lapor No: LP/66/VII/2020/SU Resta DS Sek Lubukpakam, tanggal 9 Juli 2020.

Dalam laporannya, korban, wanita 62 tahun itu, menyebutkan rumahnya di Jalan WR Supratman, No.27, Lingkungan VII, Kelurahan Lubukpakam I-II, Kecamatan Lubukpakam, telah dibongkar maling, Selasa pagi (7/7), pukul 05.30 WIB.

Akibat kejadian itu, sejumlah barang berharga milik Yarmi raib, seperti kereta Honda BK 3129 MAM  warna hitam, satu unit laptop merek Acer serta tujuh unit hape bekas. Akibat pencurian itu, Yarmi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp15 juta. Tak terima barang-barangnya hilang begitu saja, Yarmi pun mengadukannya ke Polsek Lubukpakam. 

"Saat itu, korban terbangun dan menemukan pintu depan rumah telah terbuka dan ketika seisi rumah diperiksa, korban sudah kehilangan barang-barang tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, Kompol M Firdaus kepada wartawan, Jumat (17/7).

Lantas, sambungnya, Rabu (15/7), pukul 09.00 WIB, personel Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang mendapat informasi tersangka sedang bermain judi online di Warnet Lexus.

Polisi bergerak ke lokasi dan mengamankan Aditya bersama seorang perempuan muda, Sri Rezeki alias Kiki (22). Setelah diboyong ke Mapolresta Deliserdang, Aditya mengakui perbuatannya membobol rumah Yarmi bersama seorang temannya, S alias AN.

Polisi kemudian memboyong Tya untuk mencari barang bukti dan menemukan satu unit laptop merek Acer milik Yarmi. "Tersangka melakukan pencurian bersama temannya S alias AN dengan cara membobol genteng rumah, lalu mengambil laptop serta hape milik korban. 
Sedangkan pelaku S alias AN mengambil kereta milik korban," jelas Firdaus.
Selanjutnya, imbuh Firdaus, kedua pelaku menjual kereta tersebut kepada SIF seharga Rp2,9 juta. 

"Sisa pembagian uang tersebut digunakan kedua pelaku untuk bermain judi online. Saat ini, kita sedang memburu S alias AN dan penadahnya, SIF," kata Firdaus. (WD-40)
Komentar Anda

Berita Terkini