-->

Sosialisasi Konseling Gizi Untuk Ibu Hamil ,Balita dan Bayi di Desa Serang Jaya

HARIAN9 author photo
LANGKAT| H9
Pemerintahan Desa Serang Jaya Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat melaksanakan sosialisasi Konseling Gizi Untuk Ibu Hamil, Balita dan Bayi ,Rabu(22/7/20) .Acara yang di laksanakan di aula kantor Desa Serang Jaya selain di hadiri kaum ibu juga turut di hadiri Forpimcam Pematang Jaya seperti Camat Pematang Jaya Ahmad Firtia,S.SOS, PLT Sekcam Madi.Babibsa Koramil 15 P.Susu, Babinkamtibmas Polsek P.Susu,  UPT Puskesmas Pematang Jaya M.Yusuf,SKM , Kepala Desa Serang Jaya Dodi France, perangkat Desa, Kepala Dusun, LPMD,BPD dan pers.

Ketika memberikan kata sambutannya Kepala Desa Serang Jaya Dodi France mengucapkan selamat datang kepada undangan yang hadir.Kedatangan Ibu Ibu ke acara sosialisasi konseling Ini menunjukkan kita peduli kesehatan ibu hamil. Balita dan bayi.

Di Desa Serang Jaya ada 7 anak Stunting . Informasi tersebut di terima dari kader kesehatan ada 7 anak Stunting. Namun alhamdulillah 7 anak yang Stunting sudah dapat di lakukan pemeriksaan terhadap anak tersebut maka pihak Pemerintahan Desa memberikan susu dan vitamin kepada anak terdampak Stunting dan ibu hamil.Hanya ini yang dapat saya laporkan kepada Forpimcam Pematang Jaya. Papar Dodi France 

Camat pj ahmat Fitria  ada semboyan dan slogan untuk memotivasi dengan yek yel " Pencegahan Stunting itu penting ". Pencegahan Stunting sangat penting, dan banyak yang tidak tahu apa itu Stunting. Sebenarnya Stunting jaman dulu sudah ada ,Stunting itu akibat kekurangan gizi ibu hamil dan bayi. 

Pentingnya pencegahan Stunting ini karena berakibat pada keluarga .masyarakat serta tidak sedikit biaya untuk berobat.

Bersama perang Stunting berarti kita semuanya berperan untuk mencegah Stunting. Pada 2018 3 dari sepuluh anak mengalami Stunting .Ciri ciri Stunting mengalami kurang tinggi. 

Peran pemerintah dalam mengatasi Stunting meminta Gubernur Bupati/ Walikota harus cepat menangani Stunting,  khususnya langkat harus lebih serius menangani kasus Stunting. Pemerintah pusat juga terus upaya pencegahan Stunting 

Dalam 1000 hari pertama kehidupan bayi harysdi beri Air Susu Ibu ( ASI) eksklusif atau 6 bulan anak anak harus di beri makanan tambahan 

Pemanfaatan Dana Desa untuk Stunting, penyediaan polindes, pembangunan sanitasi dan air bersih ,padat karya

Daerah pesisir paling rentan Stunting karena kurangnya sumber air bersih seperti Pematang Jaya, Besitang,P.Susu,  Brandan Barat, Gebang, Secanggang beda dengan daerah pegunungan seperti langkat Hulu karena daerahnya banyak sumber air bersih..

Intervensi pencegahan Stunting terutama dapat di lihat dari ibu hamil dan pemberian ASI eksklusif sampai umur 6 bulan.dalam usia 6 bulan bayi di beri makanan tambahan yang bergizi. Penanganan Stunting di Kabupaten Langkat di 14 Kecamatan dan 40 Desa sudah di laksanakan termasuk Kecamatan Pematang Jaya 

Turut memberikan Sosialisasi Kepala Unit Pelaksana Pusat Kesehatan Masyarakat Masyarakat Masyarakat ( UPT Puskesmas) Pematang Jaya  M.Yusuf SKm dalam paparannya tentang sosialisasi Konseling Gizi  mengatakan ,Untuk Ibu Hamil Balita dan Bayi seribu hari kehidupan bayi harus di perhatikan gizinya .Sejak dari  hamil, ibu harus menjaga bayi dalam kandungan dengan memberikan kebutuhan makanan bergizi. 

Lebih lanjut M.Yusuf,SKM meminta Ibu Hamil untuk selalu makan makanan  bergizi seperti tumbuhan hijau  ,karbohidrat,( nasi.),kentang, Tempe,telur, ayam, lemak di kurangi, minum air putih minimal 2 gelas,serat ( buah buahan) 

Selanjutnya Dampak akibat kekurangan gizi  maka akibatnya kita akan kekurangan darah, mata rabun. Gangguan otak,( lambat berfikir) badan lemas dan tidak bergairah

Begitu juga dengan Stunting  , Stunting dapat di cegah dari 1000 hari kehidupan bayi,memberi kalori. dan gizi seimbang dengan memberikan Asi Eksklusif selama enam bulan maka dapat  mencegah stunting. Untuk itu mari kita bersama menjaga kebersihan  lingkungan , persediaan air bersih.Dengan kebersihan lingkungan hidup lebih nyaman dan biaya murah, melakukan aktivitas fisik seperti olah raga, tidak merokok dan konsumsi alkohol,seiring memeriksakan kesehatan.

Babinkamtibmas Pematang Jaya Brigadir Zenko ketika memberikan kata sambutannya mengatakan  memasuki new normal kita tetap mengikuti protokoler Kesehatan memakai masker,  cuci tangan dan jaga jarak ,saat ini konsep new normal di rubah menjadi kehidupan baru. New normal bukan berarti covid19 sudah terakhir Dan Brigadir Zenko yang tidak memperpanjang kata sambutannya menginformasikan bagi warga yang mau melaksanakan pesta perkawinan sudah boleh namun  tanpa hiburan musik dan harus berkoordinasi dengan Babinkamtibmas, papar Brigadir Zenko

Diakhir acara pemberian paket berupa susu dan vitamin,roti dan buah buahan kepada  beberapa  orang anak kekurangan gizi dari UPT Puskesmas Pematang Jaya ,adapun nama anak penerima paket Stunting Aditya Rifki,,Muhammad Sutekti, Muhammad  Rafaul Ulia,Muhammad  Fikar, Muhammad Khaidir,Asmaul Husna, Cut Umairah azara, Intan, sita,(WD.042)

Komentar Anda

Berita Terkini