Tempat Warung Remang di Palas Dirazia, 11 Orang Diamankan

HARIAN9 author photo
PALAS| H9
Sedikitnya sebelas (11) orang berhasil diamankan Polres Palas dalam razia Penyakit Masyarakat (Pekat) seperti perjudian, minuman keras (Miras), pekerja sek komersial (PSK) yang dilakukan di 4 lokasi hiburan malam warung remang-remang, Minggu (26/07/2020). Kemarin.

Jajaran Kepolisian Resor (Polres), Kabupaten Padang Lawas (Palas) terus gencar melaksanakan razia Operasi pekat yang digelar ini merupakan penerapan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Palas Nomor 7 tahun 2015 Tentang, Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Minuman Beralkohol, dan  di tengah menjalani adaptasi kebiasaan baru dan jelang Kebaran Haji, Hari Raya Idul Adha 10 Zulhitjah 1441 H tahun 2020, akan jatuh pada hari Jumat 31 Juli nanti.

Hasilnya, Minggu (26/072020) yang dimulai Pukul 02.00 Wib lokadi pertama seluruh jajaran Sat Shabara Polres Palas menyisir di tempat Kedai tuak milik KS yang berada di Jalan Lintas Harang Julu, Desa Batang Bulu Baru, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas. Tempat kedua Kedai tuak milik SH,  juga berada di Jalan Lintas Harang Julu, Desa Batang Bulu Baru Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas.

Ditempat ketiga Kedai milik LD tepatnya berada dijalan umum menuju kebun masyarakat, Belakang Pesona Balaka Tingkir,  Desa Bulusonik Kecamatan Barumun,  Kabupaten Padang Lawas., dan yang keempat lokasi Kedai milik NBD berada dijalan Simpang Dongoran, Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas.

Operasi pekat di semua tempat hiburan malam tersebut dilaksanakan diwilayah   Kecamatan Barumun, berada di Desa Bulu Sonik (Balakka Tingkir), Kecamatan Lubuk Barumun, di Desa Sangkilon dan Desa Batang Bulu Baru, wilayah Kecamatan Barumun Selatan.

Kapolres Palas, AKBP Jarot Yusviq Andito melalui Kasat Shabara, AKP Muhammad Husni Yusuf mengatakan, ada sebanyak 11 orang yang terjaring razia operasi pekat bersama barang bukti miras.

“Sebelas (11) orang yang terjaring itu, baik ia pemilik warung tuak dan PSK dibawah ke Mapolres Palas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata. Kasat Shabara, Selasa (28/07/2020).

Sebelas (11) orang yang terjaring razia bersama barang bukti miras, berinisial
TH (29) merupakan seorang Pengangguran warga dari Desa Batang Bulu Baru, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Palas., SH (24), warga Desa Janji Lobi, Kecamatan Barumun, Palas., ML (24) seorang Pengangguran, warga Desa Hutarimbaru Kecamatan Barumun, Palas., dan ASH  (32),  seorang Petani, warga dari Desa Tapian Nauli Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Palas. Keempatnta merupakan pengunjung pada kedai tuak tersebut

Selain itu, K (38), A (24) keduanya warga Desa Batang Bulu Baru Kecamatan Barumun Selatan Kabupaten Palas., dan tiga orang dari Desa Sangkilon Kec. Lubuk Barumun Kabupaten Palas
AH (23), PRH (20), IP (20), kelima orang ini merupakan karyawati kedai tuak, yang berprofesi sebagai PSK.

Dua orang Pemilik Kedai yang ikut diamankan yakni, LD (46), berprofesi sebagai Wiraswasta, adalah warga dari Balaka Tingkir, Desa Bulusonik Kecamatan Barumun,  Kabupaten Palas., dan NCBD (20),  juga berprofesi sebagai Wiraswasta, merupakan warga Desa Binabo Julu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Kata Kasat Shabara Polres Palas. AKP Muhammad Husni Yusuf.

Disamping itu, Kasat Shabara menambahkan, barang bukti yang diamankan dari lokasi warung tuak milik LD tersebut berupa dua mancis, tiga plastik klip transparan diduga sabu, satu alat bong alat isap.

Sementara, dari lokasi warung tuak milik K, diamankan barang bukti dua jiregen tuak, 16 ceret plastik dan 17 gelas. Sedangkan dari lokasi warung tuak milik NCBD, petugas mengamankan tiga jiregen tuak, 9 botol bir bintang dan lokasi warung tuak milik A diamankan barang bukti satu diregen tuak.

“Pemilik warung tuak dan pengunjung bersama barang bukti saat berada di Polres Palas diberikan ceramah agama oleh Ustad Umar Hasibuan, pengurus MUI Kabupaten Palas Bidang Komisi Dakwah,” Tutur Kasat.

Kepada yang terjaring razia, Komisi Dakwah MUI Palas, Ustad Umar Hasibuan berpesan, kepada pemilik warung tuak dan pengunjung yang terjaring razia, agar meningkatkan kesadaran dalam diri serta menyesali segala perbuatan yang telah dilakukan.

Selanjutnya, dia (Ustad Umar Hasibuan), meminta para pemilik warung tuak untuk segera berhenti melakukan hal hal yang tidak benar dan membenahi diri untuk menjadi lebih baik ke depan.

Para pengunjung dan pelayanan warung tuak yang terjaring razia operasi pekat, akan kita serahkan ke pihak Satpol PP dan Dinas Sosial Kabupaten Palas untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Kasat Shabara juga tak lupa mengatakankan, buat pemilik warung tuak berinsial LD yang terdapat bong dan plastik klip transparan yang diduga berisikan sabu, diserahkan ke Sat Narkoba untuk proses hukumnya.

Untuk 1 orang pemilik warung tuak berinisial NBD, proses hukumnya akan dilanjutkan sampai ke Persidangan,” ujarnya.

Disisi lain, Razia itu sebagai upaya Polres Palas dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan nyaman.

Selain itu, penerapan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Palas Nomor 7 tahun 2015 Tentang, Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Minuman Beralkohol, sebagai upaya juga terhindar dari segala bentuk kejahatan yang timbul dari sumber minuman keras, dan lainnya.

“Dalam upaya mencegah kejahatan di tengah masyarakat, kegiatan kami laksanakan juga untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Palas di era New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dengan harapan bisa lebih fokus tanpa terganggu gangguan keamanan," Pungkasnya. (WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini