-->

Terinspirasi Film Porno, Seorang Pemuda Mangsa 5 Anak Dibawah Umur

harian9 author photo
PADANGSIDIMPUAN| H9
Karena trinspirasi dengan sering menonton flim porno dari HP android miliknya, RR (21) seorang pemuda Desa yang tega mencabuli 5 orang anak perempuan (sebut saja nama seluruh korban Bunga), yang masih usia di bawah umur di Kabupate Padang Lawas Utara (Paluta).

Hal itu diungkapkan Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Roman Smaradhana Elhaj.SH.SIK.MH menggelar konprensi pers terkait kasus pencabulan anak dibawah umur, yang berlangsung di Mapolres Tapsel, kemarin.

Didampingi Waka Polres Kompol H Hasibuan, SH dan Kasat Reskrim AKP. Paulus Rober Gorby Pembina, SIK, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj.SH.SIK.MH mengatakan, terungkapnya peristiwa pencabulan anak di bawah umur tersebut ketika, salah satu ayah korban pencabukan MH mendapat informasi dari pengakuan anak kandungnya (korban) yang menerangkan bahwa korban telah mengalami perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku RR.

Kemudian pelaku diamankan oleh Kepala Desa setempat BP dan saat diinterogasi, pelaku RR mengaku perbuatannya tidak saja terhadap satu korban, namun ada total 5 korban anak dibawah umur yang dicabuli pelaku.

Selanjutnya Kepala Desa setempat BP mengumpulkan seluruh orang tua korban bersama dengan pelaku RR dan orangtua pelaku dan dari hasil musyawarah seluruh orang tua korban merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Tapsel dengan Laporan Polisi Nomor Nomor : LP/130/VI/2020/TAPSEL/SUMUT, tanggal 08 Juni 2020.

Menurut Kapolres, dari keterangan pelaku perbuatan pencabukan terhadap korban karena terinspirasi dengan film porno, dimana pencabulan terhadap korban I, terjadi pada bulan Juni 2019 lalu sekira pukul 16.00 Wib di dalam mmobil penumpang bak terbuka yang biasa dijadikan angkutan barang dan orang yang sedang parker, dengan cara memasukkan tangan pelaku kedalam celana korban dan meraba-raba kemaluan korban dan memasukkan jarinya kedalam kemaluan korban. 

Terhadap korban II terjadi pada bulan November 2019 sekira pukul 10.00 WIb di pondok kebun milik Kades BP, dengan cara pelaku meraba-raba alat kemaluan korban lalu memasukkan jarinya kedalam alat kemaluan korban.

Untuk korban III, dilakukan pelaku pada bulan Maret 2020 sekira pukul 13.00 WIb di sebuah sungai lubuk begu dengan cara tersangka membuka celana dan celana dalam pelaku, sehingga korban melihat alat kelamin pelalu. Kemudian pelaku menindih tubuh korban sambil menggesek-gesekkan alat kelamin pelaku kedalam alat kemaluan korban.

Semetara korban IV pelaku tidak lagi mengingat waktu kejadian, namun perbuatan pelaku terhadap korban terjadi di dalam rumah pelaku dengan cara pelaku membuka celana korban sampai sebatas lutut, lalu pelaku meraba-raba kemaluan korban dengan menggunakan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya digunakan tersangka untuk memegang alat kelamin korban dan melakukan onani.

Sedangkan untuk korban V orang tua korban dengan pelaku dan orang tua pelaku telah dilakukan perdamaian dengan membayar ganti rugi sejumlah uang kepada orang tua korban agar persoalan tidak dilanjutkan lagi.

“ Pelaku mengakui bahwa pelaku ada melakukan persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap ke 5 korban, dengan berlainan cara, ada dengan cara meraba-raba kemaluan dan memasukkan jari tangan pelaky kedalam alat kemaluan korban, ada dengan cara memasukkan alat kelamin pelaku kedalam alat kemaluan korban, ada dengan cara meraba-raba alat kemaluan korban, “ beber Kapolres.

 Untuk memuluskan aksinya terhadap para korban, ucap Kapolres, pelaku selalu melontarkan ancaman,’jangan bilang sama mamamu,kalau kau bilang ku bunuh kau’. Kemudian ada juda nada ancaman,.janagn kau bilang sama bos mu ya, kalau kau bilang awas kau ya,.

“ Kita sudah meminta alat bukti berupa surat visum et repertum dari Rumah Sakit Umum dan rata-rata usia korban pecabulan antara 5 sampai 8 tahun. Sedangkan pasal yang akan dikenakan kepada pelaku yakni Pasal 81 Subs pasal 82 Undang Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang  Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 dan denda paling banyak Rp.5 miliar, ” terang Kapolres. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini