-->

Tersangka Pelaku Cabul Di Kecamatan Dolok Menyerahkan Diri Ke Polisi

harian9 author photo
PALUTA| H9
Setelah menjadi buronan Polres Tapsel selama satu minggu, terduga pelaku cabul di Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berinisial RR menyerahkan diri ke Polsek Dolok, Selasa (7/7) sore.

Usai menyerahkan diri, RR pria berusia 21 tahun ini pun diboyong ke Mapolres Tapsel untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Tapsel AKBP Roman S Elhaj SH SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Paulus Robert Gorby Pembina SIK dikonfirmasi awak media, Rabu (8/7) membenarkan adanya penahanan terhadap tersangka yang diduga merupakan pelaku kasus cabul yang terjadi di wilayah Kecamatan Dolok.

“Iya benar sudah ditahan dan besok, Kamis (9/7) kita akan menggelar konfrensi pers,” ujarnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Paluta Mulatua P Siregar apresiasi kinerja Polres Tapsel yang telah serius bekerja untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Mulatua kembali menceritakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari pengakuan korban yang telah mengalami pencabulan oleh pelaku pada awal bulan lalu. Dalam pengakuan korban, saat pelaku melancarkan aksi bejatnya, si korban diancam akan dibunuh jika memberitahukan ke orangtuanya.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) diminta segera bertindak terkait indikasi adanya serangkaian peristiwa praktik predator berantai yang mencabuli empat anak di bawah umur, yang diduga pelakunya masih bebas berkeliaran. Kejadiannya di salah satu desa yang ada di Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Adapun empat korban cabul anak dibawah berjenis kelamin perempuan sebut saja namanya yakni, Bunga (5), Melati (8), Mawar (4) dan Bulan (6) yang saat ini dalam kondisi trauma berat.

Hal tersebut sesuai keterangan dari Ketua LPA Paluta, Mulatua P Siregar, Selasa (23/6) saat mendampingi para orangtua korban berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB dan P3A) Kabupaten Paluta.

Disamping itu kata Mulatua, karena mengingat indikasi kejadiannya berantai, hanya satu atas nama salah satu orang tua korban yang melaporkan kejadian itu dengan laporan polisi nomor: LP/130/VI/2020/TAPSEL/SUMUT tertanggal 08 juni 2020.

Salah satu orangtua korban menceritakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari pengakuan anaknya yang telah mengalami pencabulan oleh diduga pelaku pada awal bulan lalu.

Dalam pengakuan putrinya, saat pelaku melancarkan aksi bejatnya, putrinya diancam akan dibunuh jika memberitahu orangtuanya.

“Putri saya juga menyebutkan nama beberapa anak lainnya yang juga katanya telah mengalami hal yang sama. Atas dasar itulah saya beritahu para orangtua  anak lainnya, ternyata ada pengakuan yang sama dari anak-anak mereka,” ujarnya.

Kemudian, sebelum mereka membuat laporan resmi ke Polres Tapsel juga sudah pernah dilakukan pertemuan yang di hadiri tokoh masyarakat desa setempat dan juga dihadiri yang diduga pelaku.

“Dihadapan hatobangon (tokoh masyarakat) desa kami saat itu, dia (diduga pelaku.red) dengan terang sudah mengakui perbuatannya,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, empat orangtua korban meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(WD-009)
Komentar Anda

Berita Terkini