-->

Tidak Memiliki KTP, Nenek Berusia 110 Tahun di Palas Tidak Terima Bantuan Pemerintah

HARIAN9 author photo
PALAS| H9n
Tak punya KTP nenek Rommah (110) warga Desa Paringgonan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, Sumut tidak bisa menerima bantuan pemerintah karena tidak memiliki KTP.  Dirinya yang hidup sebatang kara dengan rumah reyotnya itu pun tidak memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah.

Bahkan program bantuan yang digelontorkan dari Pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPJS, bantuan terdampak Covid-19, keluarga miskin atau tidak mampu, BLT APBD Kabupaten dan BLT-DD pun tidak pernah didapatkannya.

Untuk kehidupan sehari-hari yang tinggal di rumah bilik reyot yang dihuninya terbuat dari papan yang sudah lapuk karena dimakan usia,  Nenek Rommah hanya mengandalkan kedua putrinya Ibu Dasima (67) dan Ibu Gurbas (64) yang kedua putrinya ini pun tergolong tidak mampu serta kebaikan para tetangga, atau warga yang melewati rumahnya yang merasa iba.

Kedua Putrinya Ibu Dasima dan Ibu Gurbas (64) bahwa ibunya ( Nek Rommah) menuturkan, hingga kini tidak pernah mendapat perhatian apa apa dari Pemerintah, baik Pemerintahan Desa, Kecamatan juga dari Pemerintah Kabupaten Padang Lawas.

Dijelaskannya, baik berupa bantuan ibu jompo atau bantuan lain seperti saat ini pemerintah lagi gencar gencarnya memberikan bantuan buat warga kurang mampu, namun perhatian pemerintah khususnya Pemdes Desa Paringgonan sama sekali tidak ada buat ibu (Rommah).

"Nenek Rommah ini sebenarnya sempat akan didata untuk menerima bantuan pemerintah.Tapi akhirnya dibatalkan karena ternyata tidak memiliki KTP atau identitas," kata warga Pak Nasution, tetangga dekatnya, saat ditemui Rabu (01/07/2020) petang. Sekira jam 17.50.wib.

Menurut tetangganya Pak Nasution, hampir setiap petugas yang datang untuk mendata nenek tersebut untuk mendapatkan bantuan namun dibatalkan karena tidak memiliki KTP.

Namun saat ditanya di mana keluarganya, Nenek Rommah bin Abdullah usia 110 tahun sendiri mengaku,  telah ditinggal suaminya alm. Jadinda  sejak tahun 1982. Dan memiliki dua orang putri, kata nenek tersebut.

"Loh, nanya punya KTP atau identitas zaman dulu mana ada itu," ujarnya.

Hingga akhirnya ada tetangga yang baik hati dengan mencari solusi untuk Nenek Rommah dan berharap pemerintah turun tangan untuk meringankan beban hidup Masinah.
Walau tak memiliki KTP, tapi faktanya Nenek Rommah adalah warga negara Indonesia. 

"Jika hanya mengandalkan para tetangga, dikhawatirkan suatu saat lupa atau ada kendala lain, sehingga tidak terperhatikan, kan bisa saja kelaparan," Pungkas Pak Nasution.

Namun, dihari jadi polri ini Nenek Rommah mendapatkan berkah tersendiri, pasalnya kehadiran Camat Ulu Barumun Muktar Lufti Nasution di dampingi Sekretaris Camat (Sekcam) Zulkarnain Nasution untuk menemui Nenek Rommmah 110 tahun sekaligus memberikan bantuan tali asih dan sejumlah uang sayur dan dua karung beras, bentuk kepedulian atas munculnya pemberitaan media  yang mana selama ini Nenek Rommah jauh dan luput dari perhatian pemerintah.

Dikesempatan itu, Camat bersama  Sekcam dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa pihak Pemerintahan Kecamatan sangat menyesalkan atas hilangnya perhatian terhadap Nek Rommah yang sudah mencapai usia 110 tahun, namun kami pihak Kecamatan tidak sepenuhnya menguasai keadaan masyarakat di Ulu Barumun, seharusnya hal hal seperti ini pihak Pemerintahan Desa yakni Kepala Desa harus betul betul mengetahui keadaan masyarakat Desa nya masing masing, pungkas Lufti.

Dihari yang sama bertepatan hari jadi Bhayangkara Ke-74, juga mendapat bantuan Beras dari Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito. SIK, melalui Kasat Binmas Polres Palas, Iptu RS Nainggolan yang diteruskan oleh Saudara B. Nasution, untuk mengantarkan langsung  Bantuan beras tersebut kerumah Nenek Rommah.

Dari Pantauan awak media ini, paket bantuan beras dari Kapolres Palas melalui Kasat Binmas RS Nainggolan yang diantarkan telah sampai kepada tujuan, rumah nenek tersebut. 

Dan warga lainnya dari yang kurang Mampu diwilayah Desa Paringgonan.
Sebelumnya, ketika Kepala Desa Paringgonan Irham Ali Munandar Hasibuan di konfirmasi wartawan terkait keterangan bahwa Nenek Rommah (110) tidak pernah mendapat bantuan, Kaded jelaskannya bahwa seluruh pemberian bantuan harus lengkap identitas kependudukannya.

Sementara Nek Rommah hingga saat ini tidak memiliki identitas, padahal kita sudah mengumumkan bagi warga yang belum memiliki identitas, bisa kita berikan Surat Keterangan (Suket) namun untuk kedepannya masalah Nenek Rommah ini akan kita perhatikan, pungkas Irham.(WD41)
Komentar Anda

Berita Terkini