-->

TMMD Rubah Impian Sahminan Jadi Kenyataan

HARIAN9 author photo
ACEH TAMIANG|H9
Dinding rumahnya terbuat dari kayu dan tepas bambu,  tidak diperkuat dengan pondasi, memiliki luas hanya sekitar lebar dua meter dengan panjang empat meter, membuat hunian tinggal ini rawan ambruk jika diterjang angin maupun gempa bumi. Pemandangan tersebut menjadi daya tarik sendiri untuk lebih jauh, tentang bagaimana TMMD akan merubah impian menjadi kenyataan pada Kamis (02/07/2020).

"Gubuk reyot itu milik Sahminan (48 tahun) terletak di Dusun Sejahtera Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruhan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Bekerja sebagai Buruh Tani dengan penghasilan pas-pasan, tentu tidak bisa berbuat banyak untuk dapat mengubah nasibnya, ditambah lagi diusianya yang sudah lebih dari setengah abad, ia masih memilih hidup sendiri tanpa pendamping, sehingga segala kebutuhan harus dicukupinya seorang diri,"ungkap Sertu Wahyudi Babinsa Koramil 07/Kjm yang menyatakan, TMMD Reguler ke-108 Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama perangkat Kampung telah
menetapkannya sebagai sasaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Rasanya seperti tidak percaya,  tiba-tiba dapat kabar kalau rumah nya mau direhab, namun karena yang datang para Tentara, akhirnya saya yakin,”ungkap Sahminan dengan tutur kata yang cukup polos.

"Saya hanya seorang buruh, untuk makan aja masih sulit, apa lagi mau bangun rumah. Tapi inilah kenyataan, kehadiran Tentara menjadikan semuanya berubah dan syukur yang tak terhingga kepada Allah atas semua perubahan baik ini,"ucapnya, dengan penuh rasa haru dan senang.

Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0117/Aceh Tamiang Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, S. Sos. M.I. Pol yang juga selaku Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-108 mengatakan, "patokan dalam menentukan warga yang berhak menerima program renovasi rumah, yakni masyarakat yang tergolong  tidak mampu. Selain itu, kriteria lainnya yaitu rumah yang dihuni dinyatakan sudah tak layak lagi, baik dari segi kesehatan maupun keselamatan warga,"ungkapnya

"Dipilihnya hunian Sahminan sebagai penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah bagian dari penilaian sesuai kriteria, namun  hal yang paling penting dari kegiatan TMMD, yaitu menggerakkan masyarakat untuk  membangun bangsa bersama TNI melalui daerahnya masing-masing,"tegas Dansatgas.(WD-013).
Komentar Anda

Berita Terkini