TMMD Tinggalkan Bekas Tertulis Antara Seumadam dan Rimba Sawang

HARIAN9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Bergerak menelusuri jejak langkah para Prajurit, tersiar kabar akan ada gerakan bersinergi dengan rakyat. Perjalanan dimulai pada Selasa (30/06/2020) dari Kecamatan Karang Baru, selanjutnya menuju Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang yang menjadi sasaran tembak.

Terlihat dari kejauhan terpasang beberapa umbul-umbul berwarna merah dan putih, juga terdapat tulisan seolah memberi petunjuk tentang sebuah kegiatan. Namun gerakan mata terus mengarah jauh, hingga akhirnya terlihat satu unit tenda berwarna hijau dan dibagian depannya terpampang papan nama  bertuliskan Posko TMMD ke-108 reguler Kodim 0117/Aceh Tamiang tahun 2020.

Ditempat itu sebuah upacara kecil berlangsung, pada kesempatan tersebut Dandim 0117/Aceh Tamiang yang juga sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Letkol Inf.Deki Rayusyah Putra, S.Sos , M.I, Pol mengatakan, kegiatan ini secara resmi di mulai dari tanggal 30 Juni sampai dengan 29 Juli 2020 dan dalam pelaksanakannya akan bekerjasama dengan masyarakat, juga sebagai upaya membantu program Pemerintah,"jelasnya.

Dandim menambahkan, selama proses TMMD berlangsung, seluruh personel yang terlibat dalam Satgas, akan diperintahkan untuk menerapkan protokol pencegahan  Covid - 19. Kami berharap, semoga kegiatan ini  bisa selesai tepat waktu dan berjalan dengan lancar, serta hasilnya bermanfaat untuk masyarakat,"ungkap 
Perwira berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) tersebut.

Kesempatan yang sama, Camat Kejuruan Muda Devi Ariyanti, S.STP, MSP menyampaikan, semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar, karena  ini merupakan bagian dari pembahasan saat Musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) Kecamatan dan diusulkan ke Kabupaten, selanjutnya disetujuilah pelaksanaannya. Dengan adanya TMMD ini, diharapkan nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat, karena sekarang banyak jalan yang susah dilewati, setelah semua kegiatan usai diharapkan akan kembali mudah dilalui,"ungkapnya.

Hari itu belum usai, pandangan makin jauh menuju kepada seorang kordinator TMMD yang juga menjabat sebagai Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0117/Aceh Tamiang  Lettu.Inf. Faisal Hadi, saat berada di lokasi kegiatan mengatakan, program fisik yang dilakukan yaitu, pengerasan jalan sepanjang 3.100 meter dengan lebar 6 meter, stabilisasi lereng bukit sepanjang 41 meter dan tingginya 7 meter, pembangunan gorong-gorong sebanyak empat unit, perawatan jembatan sebanyak tiga unit, dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pengecatan Masjid dua unit. Kegiatan lainnya yaitu, sosialisasi tentang Keluarga Bencana (KB) kesehatan, wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya penggunaan Narkoba, serta berbagi pengetahuan tentang pertanian
,"ungkapnya penuh semangat, walaupun wajah lelahnya tak mampu disembunyikannya.

Namun perjalanan panjang terus berlanjut, karena merupakan sebuah berkah untuk mewujudkan impian warga dalam memajukan pertanian, perekonomian dan membangun daerah. Hal ini tergambar dari aktivitas masyarakat yang sedang mengangkut hasil bumi dari jalan hasil program TMMD dan hal itu bukan sebuah isapan jempol, karena menurut
Andika (40 tahun), warga Kampung Rimba Sawang, nantinya jalan ini dapat menjadi akses terbaik bagi kami dalam mengangkut hasil perkebunan sawit, karet, juga hasil bumi lainnya yang potensial untuk dipasarkan keluar,"terangnya.

Catatan lain lahir dari ungkapan, Said Rajali, Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Rimba Sawang Kecamatan Tenggulun, sehubungan dengan jembatan yang ikut diperbaiki oleh Satgas TMMD, padahal berada  diluar program dan disampaikannya, lantainya pada saat banjir akan digenangi air setinggi dua meter, makanya banyak bagian kayunya yang rusak. Kami sangat bersyukur, pihak TNI mau melakukan perehapan, karena sudah banyak korban jatuh di jembatan ini, termasuk juga saya,"ungkapnya penuh rasa haru dan gembira.

Masih berlanjut dengan kata dalam wujud pernyataan Buhari Muslim (38 tahun) warga Kampung Rimba Sawang Dusun Tanjung Periuk Kecamatan Tenggulun atau masyarakat sekitar menyapanya dengan sebutan Buhari, yang tinggal bersama Istri dan ketiga orang anaknya di gubuk, dalam kondisi bangunan sangat memprihatinkan, dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu, gentengnya sudah pada hancur, dan masih berlantai tanah,  namun melalui gelaran program TMMD Reguler Ke-108 Kodim 0117/Aceh Tamiang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak Huni (RTLH). Di sela-sela proses pembangunan rumahnya, Buhari Muslim berucap, hanya sebuah ucapan terima kasih yang mampu kami lantunkan dan saya  berharap pelaksanaan TMMD dapat berjalan sukses, sehingga masyarakat akan cepat  mendapatkan manfaatnya. Dengan akses jalan yang semakin baik, kehidupan sehat, ekonomi akan bisa meningkat,"ungkapnya penuh ceria.

Lain halnya dengan Sahminan (48 tahun) warga Dusun Sejahtera Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. "Rasanya seperti tidak percaya,  tiba-tiba dapat kabar kalau rumah saya mau direhab, namun karena yang datang para Tentara, akhirnya keyakinan itu tumbuh. Saya hanya seorang buruh, untuk makan aja masih sulit, apa lagi mau bangun rumah. Dinding tepas bambu yang berukuran dua meter kali empat meter, merupakan hunian saya selama ini. Tapi inilah kenyataan, kehadiran TNI menjadikan semuanya berubah dan syukur yang tak terhingga kepada Allah atas semua perubahan baik ini,"ucapnya dengan penuh rasa haru. 

Perjalanan itu masih berlanjut dan memang harus dituju, karena ada prestasi yang terjadi dari target pekerjaan perkerasan jalan dan rehabilitasi satu unit jembatan. Pria gagah penyandang jabatan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD 108 Kodim 0117/Aceh Tamiang Letkol Inf. Deki Rayusyah Putra, S. Sos. M.I. Pol, berkata, ada rehab satu unit jembatan diluar program TMMD, itu termasuk kerja tambahan, awalnya agar mobil pembawa material gampang lewat, namun nantinya akan dilakukan penyempurnaan lebih lanjut, yaitu mengganti lantainya dengan kayu yang kuat. Begitu pula dengan rencana kerja  dibukanya jalan sepanjang tiga ribu seratus meter, tetapi kenyataan yang ada di lapangan telah mencapai empat ribu meter dan untuk kelebihan tersebut tidak ada penambahan anggaran, hanya kerja tulus serta  ikhlas dari Satuan Tugas (Satgas) TMMD untuk masyarakat,"ungkap Perwira berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) tersebut.

Akhirnya perjalanan itu berlabuh dengan rangkaian do'a yang selalu diucapkan oleh masyarakat, sebagai ungkapan rasa syukur atas  terlaksananya program TMMD 108 tahun 2020. (WD-013). 
Komentar Anda

Berita Terkini