-->

Ulama Bersama Ratusan Warga Padangsidimpuan Demo DPRD Tolak RUU HIP

HARIAN9 author photo
PADANGSIDIMPUAN| H9
Para ulama bersama ratusan warga Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalan Aliansi Pembela Pancasila (APP), berunjukrasa ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan untuk menyampaikam aspirasi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Idiologi Pancasils (HIP), yang sedang di bahas di DPR-RI, Jumat (17/07/2020). 

Massa yang sebagian merupakan pimpinan dan anggota ormas Islam seta organisasi mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di lapangan Alaman Bolak, Padang Nadimpu, Kota Padangsidimpuan, kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, yang berjarak sekira 300 meter dari Alaman Bolak.

Massa yang konvoi menuju gedung DPRD Kota Padangsidimpuan membawa spanduk yang bertuliskan antara lain,'tolak dan hentikan RUU HIP', 'ganyang komunis', " selamatkan Pancasila serta tolak keras gerakan komunis dan marxisme', mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dibawah komando Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini, SIK, MH.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan Ustad Zulpan Efendi Hasibuan yang dipercaya sebagai orator didampingi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadyah (PDM) Padangsidimpuan Amil Mahzul bersama Ketua Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah tokoh agama, dengan tegas menolak RUU HIP dan meminta Pancasila jangan diutak-atik.

" Pancasila sudah final dan adanya keinginan untuk mengutak-atik Pancasila harus ditolak. RUU HIP akan mengkerdilkan Pancasila. Kita tidak ingin sejarah tragedi di negara ini terulang kembali, " tegas Ustadz Zulfam Efendi.

Menurutnya, adanya upaya merubah Pancasila menjadi Trisila dan merubah sila pertama Pancasila, telah bertentangan dengan Pembukaan UUD 1945 bahwa negara Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. " Bagi kita Pancasila harga mati dan sudah final,, " ucapnya.

Romi Iskandar Rambe sebagai koordinator lapangan mengatakan APP Kota Padangsidimpuan mendukung maklumat MUI tentang penolakan RUU HIP karena bertentangan dengan UUD 1945. Kemudian mengutuk keras oknum-oknum yang ingin membangkitkan gerakan komunisme dan marxisme di bumi NKRI, meminta DPRD Kota Pafansidimpuan ikut menolak RUU HIP tersebut serta hentikan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh agama.

Menurutnya, DPRD Kota Padangsidimpuan harus ikut bersikap tegas menolak RUU HIP dan DPRD Kota Padangsidimpuan harus mendukung sikap tegas warga Kota Pafangsidimpuan yang tergabung dalam APP Kota Padangsidimpuan untuk menolak RUU HIP.

Setelah berorasi Ketua DPRD Kota Padangsidmpuan, Siwan Siswanto, SH bersama para Wakil Ketua DPRD masing-masing, H Erwin Nasution,,SH dan Rusydi Nasution serta sejumlah anggota DPRD menemui para pengunjuk rasa dan menandatangani penolakan RUU HIP yang disodorkan pengunjuk rasa tersebut.

Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Siwan Siswanto, SH menegaskan, aspirasi yang disampaikan warga Kota Padangsidimpuan yang tergabung dalam APP akan disampaikan ke DPR-RI sebagai wujud penolakan terhadap RUU HIP. 

" Kami meminta agar tuntutan APP yang telah ditandatangani pimpinan DPRD Kota Padangsidimpuan agar APP saja yang mengirimkannya ke DPR-RI, namun dibuatkan pertinggal untuk DPRD sebagai arsip di DPRD Kota Padangsidimpuan, " ujar Siwan

Usai menyampaikan tuntutan dan mendapat dukungan dari DPRD Kota Padangsidimpuan, massa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dari Polres Padangsidimpuan. (WD.014)

P
Komentar Anda

Berita Terkini