-->

YPSA Gelar Live Streaming Upacara Virtual Pembukaan Tahun Pelajaran 2020-2021

harian9 author photo
MEDAN| H9
Orang belajar itu hanya 3 hal, belajar tentang mengapa, belajar tentang apa, belajar tentang bagaimana. Kalau 3 hal itu dimiliki maka mudah-mudahan dialah orang-orang yang akan berhasil. Kenapa ? karna belajar tentang mengapa itu membangun sikap orang. Membangun satu bangsa adalah membangun cara berfikir generasinya. 

Hal ini disampaikan Prof. Dr.Syawal Gultom, M.Pd., selaku orang tua siswa saat berikan sambutan pada live streaming upacara virtual pembukaan Tahun Pelajaran 2020-2021 Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), Senin (13/7/2020).

Prof. Dr. Syawal Gultom melanjutkan, "Mengapa saya harus kesekolah ? mengapa saya harus menuntut ilmu? Sebaik-baik manusia, sebaik-baik pelajar, sebaik-baik siswa dia akan menjawab, karna saya ingin menuntut ilmu, dirumah dulu yang pertama diperkenalkan oleh orang tuanya adalah Allah adalah Tuhan. Kemudian diperkenalkan bagaimana kita berilmu, bagaimana kita belajar, karna apa? hanya dengan ilmu pengabdian kita menjadi berkualitas. Pengabdian yang berbasis ilmu itulah yang berkualitas. Jadi orang belajar ke sekolah itu bisa menjawab, pertama untuk apa sebenarnya saya kesekolah dan mengapa saya kesekolah? Satu, untuk menjadi pembelajar yang sukses, karna hidup ini akan berubah terus, tantangan berubah, karna satu-satunya yang diperolah dari dari sekolah, kita ini harus menjadi pelajar yang sukses". 

"Yang kedua, untuk apa saya harus kesekolah? adalah untuk membangun rasa percaya diri, Jadi Confidence, punya rasa percaya, tidak perlu menjadi orang lain, karna setiap orang setiap individu diberikan oleh Allah itu adalah kapasitas, diberikan kemampuan, diberikan potensi yang berbeda-beda, membangun rasa percaya diri. Jadi kalau orang kesekolah harus semakin bangkit rasa percaya dirinya karna semakin kenal dia potensinya", kata mantan Rektor Unimed ini. 

jelasnya kembali, "Yang ketiga untuk apa saya kesekolah? karna kelak saya akan menjadi orang yang bertanggung jawab. Jadi, Citizen Responsible itu menjadi penting tanggung jawab saya ini harus ada, kelak kalau saya tamat SMA, tamat SMP, tamat SD, masuk SMA sampai kuliah misalnya, kalaupun tidak kuliah, tapi saya ingin kesekolah untuk membangun rasa tanggung jawab, karna itu sekolah adalah pusat tanggung jawab, pusat membangun, bertindak, berfikir kritis, bertanggung jawab,berkomunikasi, berkolaborasi, itulah sekolah yang sebenarnya".

"Belajar itu memang tidak mudah, makanya sampai dikatakan belajar itu sama dengan berperang, karna sulit. Jadi jangan katakan belajar sambil santai, tidak ada. Belajar itu yang serius, tapi ada juga saat-saatnya untuk santai. Belajar itu sama dengan berperang, karna sangking sulitnya lah belajar itu. Tapi, cara belajar inilah yang mengubah nasib suatu bangsa", tambah Dr. Syawal.

"Kemiskinan itu bermula dari kita, tidak ada keburukan yang berasal dari Allah, dari Tuhan. Semua berasal dari manusia. Kalau dikatakan misalnya, mengapa orang miskin? karna skillnya kurang? karna tidak bekerja keras? jadi bermula dari kita kan? Semua malapetaka, semuanya keburukan itu bermula dari orang, bukan bermula dari Allah", jelasnya kembali.

Sekretaris Umum YPSA Hj. Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psikolog., dalam sambutannya yang juga masih saat live streaming upacara virtual pembukaan Tahun Pelajaran 2020-2021 Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), mengatakan, "untuk ajaran baru ini, YPSA tidak bertatap muka langsung, namun pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring sampai menunggu keputusan pemerintah kembali". 

Miss Kiki sapaan akrab Rizki Fadilah Raz ini mengatakan, "Marilah kita bersabar dengan kondisi masa pandemi Covid-19 ini sembari terus berdoa kepada Allah Subhana wataala. Tetap semangat buat siswa-siswi, guru-guru dan kepada orang tua siswa yang tetap mendukung kegiatan belajar secara daring ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas YPSA yang masih bersama dan percaya dengan YPSA. Melalui interaksi daring ini saya membuka dengan resmi tahun pelajaran 2020-2021 YPSA".

Bagoes Maulana, M.Kom., selaku ketua panitia PSB YPSA mengatakan, "Alhamdulillah penerimaan siswa tahun ini tetap baik dan sebaran asal siswa juga dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia dan luar negeri. Kami berharap kerjasama orang tua siswa-siswi untuk dapat saling bersinergi membangun karakter anak kita ini".(pr-02)
Komentar Anda

Berita Terkini