-->

27 Kelompok Tani Padi Sipirok Ikut Program AUTP PT. Jasindo

HARIAN9 author photo
TAPSEL| H9
Sebanyak 27 Kelompok Tani padi di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan ikut terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada PT. Jasa Asuransi Indonesia (PT.Jasindo), tahun 2020, dengan areal persawahan seluas 353,5 Hektar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Ir. H. Bismark Muaratua Siregar didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Muhammad Taufik Batubara, SP dan Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Investasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Ir. Lely Anny, Kamis (6/08/2020).

" Ini merupakan program Kementrian Pertanian Republik Indonesia, melalui program perlindungan kepada petani berupa Asuransi pertanian, yang mana untuk Kabupaten Tapanuli Selatan dapat alokasi 27 Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Sipirok, " ujar Bismark.

Menurut Bismark, Asuransi pertanian merupakan bentuk upaya pemerintah dalam melindungi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana alam, wabah atau hama penyakit tanaman, perubahan iklim dan jenis risiko lain yang telah ditetapkan, dengan kerusakan mencapai 75 persen. Bahkan Asuransi tersebut juga untuk memberikan kemudahan petani.

" Dengan mengikuti asuransi pertanian ini, petani  akan mendapatkan nilai plus dan tentunya ini akan mengembalikan semangat petani untuk kembali memulai usaha taninya, setelah terjadinya gagal panen. Artinya, dengan membayar premi hanya Rp. 36 ribu per hektare per musim, petani yang sawahnya gagal panen karena terkena bencana baik banjir, kekeringan dan serangan hama akan mendapat klaim (ganti rugi) sebesar Rp.6 juta per hektare dan diharapkan, dengan harga premi yang sangat murah petani padi bisa menjadi peserta AUTP, " ucapnya.

Bismark menambahkan untuk premi asuransi sebesar Rp.180 ribu, petani yang ikut AUTP akan memperoleh subsidi dari pemerintah melalui Kementan RI sebesar 80 persen atau Rp.144 ribu per Hektar per musim tanam. Sedangkan yang 20 persen lagi sebesar Rp.36 ribu ditanggulangi oleh petani itu sendiri. Jadi asuransi pertanian ini pada dasarnya membantu petani apabila terjadi kegagalan dan petani yang gagal panen bisa memulai usaha kembali dari pembayaran klaim.

" Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah. Hanya Rp 36 ribu per Hektar per musim tanam. Sayang sekali kalau petani tidak ikut karena jika mereka gagal panen. Untuk tahun 2020 pembayaran klaim akan dilakukan PT Jasindo bekerjasama dengan PT. Bandung Eko Sinergy Tekhnology (PT.BEST) untuk pembelian pupuk, " tuturnya. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini