-->

Bupati Tapsel Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Menara Pandang Kebun Raya Sipirok

HARIAN9 author photo
TAPSEL| H9
Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tapanuli Selatan, Husin Sogot Simatupang groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan menara pandang Kebun Raya Sipirok, di lokasi Kebun Raya Komplek Perkantotan Bupati Tapanuli Selatan di Sipirok, Tapanuli Selatan, Jumat (14/08/2020).

Peletakan batu pertama menara pandang Kebun Raya Sipirok merupakan bantuan PT Agincourt Resources (PT.AR) selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan Aswin Efendi Siregar, Forkopimda, anggota DPRD, Direktur Operasional PT.AR Darryn McClelland, pimpinan OPD dan undangan lainnya.

Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PT.AR atas kontribusinya bagi pengembangan Kebun Raya Sipirok, Tapanuli Selatan dengan membangun menara pandang.

“ Terima kasih kami sampaikan kepada PT.AR atas kontrsibusinya untuk pembangunan menara pandang ini dan kita harapkan pada akhir Januari 2021 bisa soft opening, yag nantinya dapat dijadikan sarana wisata pendidikan lingkungan, ” kata Syahrul M. Pasaribu.

Lebih lanjut Syahrul menyampaikan, Tapanuli Selatan membangun dan mengembangkan Kebun Raya sebagai sarana wisata pendidikan lingkungan, yang disambut baik oleh lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan menandatangani Nota Kesepahaman antara LIPI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor: 013/KS/LIPI/V/2018 dan Nomor: 070/2900/2018 tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“ Saat ini, sesuai master plan, Kebun Raya Sipirok terbagi ke dalam beberapa zonasi, yakni zonasi kayu-kayuan, zonasi pakan orang utan, zonasi tanaman industri, dll, yang mana sejumlah tumbuhan yang ada di dalam Kebun Raya, yang merupakan hibah dari LIPI dan hasil eksplorasi mandiri dari kita,” kata nya.

Direktur Operasional PT.AR Darryn McClelland, dalam sambutannya menyampaikan, bantuan pembangunan menara pandang Kebun Raya Sipirok ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT.AR di bidang lingkungan.

“ Melalui program PPM ini, PT.AR berkontribusi dalam pembangunan menara pandang sebagai salah satu fasilitas pendukung Kebun Raya Sipirok, setelah menerima proposal dan melakukan kajian atas rencana pembangunan Kebun Raya Sipirok dari Pemkab Tapanuli Selatan, ” kata Darryn.

Darryn menjelaskan, bangunan utama menara pandang ini memiliki luas sekitar 580 meter persegi dengan ketinggian 31,5 meter dari permukaan tanah, terdiri dari 7 lantai yang dihubungkan oleh elevator (lift). Seluruh bangunan akan menggunakan pondasi tiang pancang (prestressed concrete pile) yang diikat dengan balok-balok beton bertulang. Struktur rangka menggunakan rangka baja dengan konstruksi lantai komposit beton bertulang.

Darryn menambahkan, kontribusi PT.AR dalam pembangunan menara pandang ini dimulai dari perencanaan dan desain bangunan, pekerjaan pondasi tiang pancang, pekerjaan struktur atas, pekerjaan elektrikal sampai ke instalasi elevator (lift).

“ Durasi pekerjaan konstruksi menara pandang akan memakan waktu 6-7 bulan dan diperkirakan selesai bulan Februari 2021 dan setelah selesai nantinya, menara Pandang akan diserahterimakan kepada Pemkab Tapanuli Selatan untuk dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik sehingga Kebun Raya Sipirok bisa menjadi salah satu aset dan fasilitas unggulan daerah bagi Kabupaten Tapanuli Selatan, ” papar Darryn. 

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Sipirok Awaluddin Pulungan dalam laporannya mengatakan, Kebun Raya Sipirok ini mendapat pembinaan dan pendampingan dari LIPI dan akan berfungsi sebagai pusat penelitian (edukasi) dan pusat konservasi tumbuhan atau flora langka di Tapanuli Selatan dan sekitarnya dan Kebun Raya ini juga menjadi tujuan atau destinasi wisata di wilayah Tapanuli Selatan.

“ Kebun Raya Sipirok ini juga didukung karyawan Buruh Harian Lepas (BHL) sebagai pekerja yang militan tentang Perkebunrayaan dan sudah mendapat  Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)  dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Teknik Perkebunrayaan dan Diklat  Global Positioning System (GPS) dan  Sistem Informasi Geografis (GIS) dari Pemkab Tapsel,” kata Awaluddin.

Disebutkannya, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu wilayah ekoregion hutan hujan pegunungan Sumatera yang masih memiliki beberapa kawasan hutan alami. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa endemik diperkirakan masih hidup dan berkembang di kawasan hutan.

“  Kebun Raya Sipirok ini juga ditanami tanaman buah lokal endemik Tapanuli yang sudah hampir punah, diantaranya hapundung, bukbak, hopong, salak warna merah dan lain-lain, apalagi, Tapanuli Selatan adalah Kabupaten yang terus berkembang dan memiliki perhatian serta kepedulian untuk menjaga dan menyelamatkan keanekaragaman hayati di wilayahnya, “ terang Awaluddin. (WD.014)

Komentar Anda

Berita Terkini