-->

DPR RI: Pemerintah Kabupaten/Kota Tidak Kompak Tangani Corona

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan D SpB mengatakan Kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Sumut melalui swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kembali bertambah 134 orang hingga Selasa 25 Agustus 2020, sehingga totalnya menjadi 6.300 orang. Sebelumnya pasien Covid-19 yang dirawat sebanyak 6.166 orang.

Pertambahan pasien yang sembuh 3.311 orang, sehari sebelumnya 3.204 orang atau ada pertambahan sebanyak 107 orang. Sementara pasien meninggal 288 orang, ada pertambahan 2 orang dari sehari sebelumnya yang jumlahnya mencapai 286 orang, kata Whiko kepada wartawan di Medan, Selasa (25/08/20) malam.

Kemudian lanjut dia, jumlah kasus suspek (dalam pengawasan) yang dirawat saat ini ada 618 orang atau ada pertambahan sebanyak 12 orang, sebelumnya hanya mencapai 606 orang. Selanjutnya jumlah spesimen swab yang diperiksa sebanyak 35.368 sampel. Sebelumnya hanya 34.225 sampel.

Dengan kondisi saat ini, kata dia, pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk selektif dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas di luar rumah dan beberapa tempat yang terindikasi memiliki peluang yang sangat besar untuk terjadinya penularan covid-19. Diantaranya di pasar atau pusat perbelanjaan, di kantor, di kendaraan umum dan di rumah makan.

Menanggapi adanya pertambahan kasus virus mematikan ini, anggota DPR RI Djarot Saiful Hidayat menilai Pemerintah Provinsi Sumut dan pemerintah kabupaten/kota mengatasi pencegahan penyebaran Covid-19 berjalan dengan sendiri-sendiri.

"Saat ini yang saya lihat, pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota berjalan sendiri-sendiri menangani virus ini. Musibah wabah ini tidak boleh jalan sendiri-sendiri harus serentak dan sinergi antara pemerintah kabupaten/kota," ketusnya.

Selain itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut jangan lengah membangun komunikasi dan upaya-upaya pencegahan dengan melibatkan pemerintah kabupaten. "Problemnya ya saya lihat di komunikasi dan koordinasi. Ini yang harus dipecahkan bersama-sama," ungkapnya.

Memang, Djarot yang juga Ketua DPD PDIP Sumut ini mengakui pemerintah provinsi dituntut lebih proaktif melakukan pencegahan Covid-19. Kemudian pemerintah kabupaten/kota dituntut untuk mendisiplinkan warga dengan mengikuti protokol kesehatan yaitu pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan.

Pada kesempatan ini, Djarot Hidayat meminta satuan tugas kabupaten/kota membentuk satuan tugas sampai dengan tingkat kepala lingkungan, termasuk dengan penanganan yang maksimal bagi yang terpapar.

"Sebelum vaksin ditemukan maka upaya kita adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kemudian memperbanyak rapid tes dan swab kepada warga atau orang-orang yang banyak melakukan kontak sesama, misalnya di pajak yang termasuk zona merah dan pusat keramaian lainnya.(WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini