-->

Dukung Pemerintah Terapkan PSBB, KSEI Percepat Realisasi Peggunaan e-Proxy

HARIAN9 author photo
MEDAN| H9
Dalam rangka mendukung penerapan kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing dalam  menghadapi pandemi COVID-19, KSEI telah mempercepat realisasi penggunaan platform electronic proxy (e-Proxy) dengan nama eASY.

Divisi Komunikasi Perusahaan PT KSEI, Nina Rizalina mengatakan melalui Kepala BEI Sumut, Pintor Nasution bahwa KSEI merupakan sistem yang digunakan pemegang saham dalam pemberian suara dan kuasa secara elektronik kepada pihak lain untuk hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

"KSEI dapat diakses  oleh  pemegang  saham dan  perwakilan  individu  dengan  cara login melalui website AKSes  KSEI https://akses.ksei.co.id),"ujarnya,Senin (1/8/2020).

Di samping itu, bersama dengan SRO lainnya, KSEI juga telah  menetapkan serangkaian stimulus yang diberikan kepada stakeholders pasar  modal, yang meliputi Penerbit  Efek, Perusahaan Efek, Bank Kustodian, dan Pengguna S-INVEST, dalam rangka meringankan beban  ekonomi yang dihadapi, serta menjaga optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan pasar modal dan sektor keuangan yang terkena dampak Pandemi COVID-19.

Sepanjang tahun 2019-2020, KSEI menandatangani beberapa perjanjian kerja sama dalam  rangka mendukung pengembangan yang dilakukan oleh perseroan, yaitu:
1.Perjanjian dengan Bizhare dan Santara sebagai penyelenggara equity   crowdfunding. Penandatanganan  perjanjian  secara  sirkuler  dilakukan dengan  Santara pada 6 Maret 2020 dan Bizhare  pada  27  Maret  2020. Kerja sama ini untuk mempermudah  UMKM  dan  waralaba  untuk menerbitkan saham bisnisnya dan memperluas bisnis mereka lebih cepat.

2.Kerja sama terkait Pengelolaan Dana Tabungan Perumahan Rakyat   (Tapera) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding(MoU) secarasirkuler pada 13 April 2020. KSEI berkomitmen untuk menyediakan  infrastruktur pengelolaan Dana Tapera yang mendukung kegiatan operasional BP Tapera dan BRI selaku Bank Kustodian yang ditunjuk oleh BP Tapera.

3.Pembaharuan penandatanganan perjanjian dengan Emiten terkait    dengan implementasi eASY. KSEI, yang saat ini proses penandatanganannya masih terus berjalan. Terdapat penambahan tiga Perusahaan Efek (PE) yang melakukan kerjasamadenganKSEI dalam program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek Nasabah, diantaranya adalah PT Jasa Utama Capital Sekuritas, PT EkuatorSwarna Sekuritas, PT Mirae Asset Sekuritas.

Penambahan ini meningkatkan jumlah PE yang ikut serta  dalam program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek Nasabah menjadi 14  PE. Di  samping  itu, sampai dengan saat ini telah terdapat 17 Bank yang bekerjasama menjadi Bank Administrator RDN. Hal ini secara tidak langsung mendukung peningkatan jumlah investor ritel di Pasar Modal Indonesia.

KSEI juga telah mengimplementasikan fase lanjutan dari C-BEST Next-Gyang  mencakup modul Corporate Action, serta peningkatan kecepatan pemrosesan dari 20.000 menjadi  80.000  transaksi  per menit.

Dari sisi kinerja operasional, jumlah  investor  di Pasar Modal  Indonesia  meningkat 21,66% dibandingkan dengan tahun 2019, yang terdiri dari jumlah investor Efek yang naik 15,88%,investor Reksa Dana meningkat 30,50%dan investor SBN meningkat 21,09%. (rel/pp-04)
Komentar Anda

Berita Terkini