-->

Jambret Pegawai SPBU Agung Ditangkap Polisi 4 Komplotannya Diburu

HARIAN9 author photo
DELI SERDANG| H9
Satu dari lima komplotan spesialis jambret yang kerap beraksi di seputaran Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, diringkus polisi. Dia adalah Agung Wiranda (20), warga Dusun VII, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa (Tamora), Kabupaten Deliserdang.

Pelaku 'dijambret' alias dibekuk personel Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tanjungmorawa di sebelah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Selasa (25/8), pukul 15.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Tamora, Ipda Dimas Adit Sutono kepada awak media ini, menjelaskan penangkapan tersangka berawal dari laporan korban, Novarisa boru Sianturi, warga Tanjungmorawa ke Polsek Tanjungmorawa, dengan bukti lapor No. LP/94/VIII/2020/SU/Res DS/Sek TG Morawa.

Dalam laporannya, korban menerangkan awalnya dia hendak pergi bekerja di SPBU Desa Bangun Sari Baru, Sabtu (22/8), pukul 06.00 WIB, dengan berjalan kaki. Tiba-tiba dia didatangi pelaku dari belakang, kemudian mendorong dan memukul dengan batu di pundaknya.

Seketika itu, korban jatuh yang menyebabkan luka di siku dan pundak. Mendapati korbannya tak berdaya, pria tersebut langsung mengambil hape merek OPPO A71 warna Gold dan uang Rp200 ribu dari tangan korban. Setelah berhasil, pelaku pergi meninggalkan korban begitu saja. 

Korban yang tak terima atas apa yang dialaminya itu, kemudian melaporkannya ke Polsek Tanjungmorawa. Berbekal laporan korban, polisi melakukan penyelidikan dan mengetahui identitas pelaku. 

"Selasa (25/8), Pukul14.30 WIB, petugas kita mendapat informasi keberadaan pelaku di sebelah SPBU, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang.  Kita langsung bergerak dan menangkap pelaku," kata Dimas. 

Saat diinterogasi, sambung Dimas, pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku, awalnya membuntuti korban (Novarisa boru Sianturi), yang sedang berjalan kaki ke tempat kerjanya. Pelaku bersembunyi di semak-semak, sambil mengamati pelaku dan situasi di lokasi. Saat suasana sepi, pelaku langsung mengejar korban dan mendorong serta memukul korban dengan batu di pundaknya. 

"Setelah berhasil melukai korban, pelaku merebut hape dan uang Rp200 ribu milik korban. Kemudian, pelaku membawa hasil curiannya dan bersembunyi di daerah Lubukpakam. Selanjutnya, pelaku menukar hasil curian tersebut dengan sabu di Jermal XV, Medan," beber Dimas. 

Bahkan, sambung Dimas, pelaku juga mengaku dia memiliki komplotan spesialis jambret dan sudah tiga kali main di sekitaran Tanjungmorawa. Antara lain, di Jalan Medan-Lubukpakam, depan Pabrik Siantar Top, Kecamatan Tanjungmorawa. Pelaku bersama empat pelaku lainnya, B, H, R dan C, mengendarai tiga unit kereta. 

Dua kereta saling berboncengan, bertugas mengamati target dan satu kereta tidak berboncengan dikendarai H, bertugas merampas hape korban. "Dalam aksinya itu, mereka mendapatkan satu unit hape Oppo warna Gold," kata Dimas. 

Aksi kedua, dilakukan di Jalan Lintas Medan-Lubukpakam, depan Rumah Makan (RM) Tahu Sumedang, Kecamatan Tanjungmorawa, dengan hasil jambret satu unit hape merek Xiaomi warna Gold dan ketiga di Jalan Medan-Lubukpakam, depan Pabrik Siantar Top, Kecamatan Tanjungmorawa, dengan hasil jambret satu unit hape merek Realme. 

"Kita masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap empat pela ku lainnya," ungkap Dimas. WD-40
Komentar Anda

Berita Terkini