-->

Lagi, Anggaran Media Center Gugus Tugas Covid 19 Tahap II Sumut Dipertanyakan

HARIAN9 author photo
MEDAN | H9
Lagi-lagi anggaran media centre Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 untuk Tahap II di Sumut menjadi perbincangan hangat, kali ini jumlahnya justru mengalami kenaikan hingga empat kali lipat dari sebelumnya.

Data yang diterima, Selasa (11/8/2020), untuk dana Penanganan Covid-19 Tahap II, Media Centre GTPP Sumut yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mendapatkan anggaran sebesar Rp5.187.821.802.

"Angka tersebut naik hampir 4 kali lipat dibanding Tahap I, dimana Media Centre GTPP hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1.129.550.000," tegas Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara, Ahmad Faisal Nasution, Selasa (11/8/2020) di Medan.

Jumlah Rp5.187.821.802 tersebut masih kata Faisal, tercatat untuk kegiatan Koordinator Rp.54.000.000, Pengelolaan Jaringan, Website, Medsos Covid-19 dan Video Conference sebesar Rp.517.800.000, Sosialisasi dan Dokumentasi Covid-19 Rp.4.615.230.000 serta alat tulis kantor Rp.791.802.

"Uniknya, di dalam usulan anggaran Tahap II untuk Media Centre yang diajukan Diskominfo Sumut tercantum anggaran untuk biaya paket Google Map sebesar Rp.5 juta, dan pembelian 2 unit kamera seharga Rp.77 juta, serta peralatan pendukungnya," bebernya lagi.

Meskipun diketahui sebelumnya melalui beberapa berita onile, bahwa Plt Diskominfo Sumut Irman Oemar menyatakan bahwa pihaknya sudah memiliki peralatan yang lengkap untuk live streaming, antara lain kamera yang terletak di lantai 6 (Smart Province) Kantor Gubernur dan kamera milik Diskominfo.

Dari data yang diterima Rp.517.800 dana untuk Pengelolaan Jaringan, Website, Medsos Covid-19 dan Video Conference, terdapat dana untuk honor pengelola jaringan Rp.9.000.000 honor pengelola server Rp9.000.000, honor pengelola pengembangan aplikasi Rp.18.000.000, honor pengelola video conference Rp18.000.000 , honor pengelola website dan media sosial Rp18.000.000 serta honor narasumber non SKPD Rp14.400.000.

Disamping itu untuk Sosialisasi dan Dokumentasi, dianggarkan lagi anggaran untuk honor fotografer Rp36.000.000, honor kameramen Rp.36.000.000, honor pengelola bahan publikasi Rp18.000.000 juta, honor pengelola publikasi media sosial, cetak dan online Rp18.000.000, honor pengelola media outdoor Rp9.000.000, honor pengumpul dan pengelola data Rp18.000.000, honor analis data dan informasi Rp18.000.000 serta honor operator siaran keliling Rp36.000.000.

"Jika semua ditotalkan, untuk membayarkan honor tenaga petugas di media centre menghabiskan anggaran Rp293.400.000. Angka yang luar biasa," tegas Faisal.

Oleh karena itu,Faisal meminta agar pihak Pemprov Sumut harus transparan dalam menggunakan anggaran penanganan Covid-19 kepada publik dimana penggunaan anggaran untuk membayarkan honor tenaga petugas di media centre GTPP juga harus dipertanyakan.

Apalagi diketahui baik Humas Pemprov Sumut maupun Diskominfo Sumut memiliki tenaga tenaga pendukung (tenaga honor) maupun PNS yang telah digaji menggunakan APBD Sumut.

Belum lagi ada anggaran untuk Media Centre pada anggaran Tahap II dianggarkan pula dana sebesar Rp140 juta untuk biaya pembuatan materi video singkat tentang Gugus Tugas, Rp100 juta untuk kerjasama iklan radio, Rp160 juta untuk kerjasama dengan tv local, advertorial media cetak sebesar Rp2,4 miliar. Dan besarnya anggaran ini perlu di pertanyakan.

Saat ini angka positif Covid-19 menunjukkan trend meningkat, namun Tim GTPP justru mengurangi jam tayang live streaming dari biasanya sehari 3 kali menjadi 1 hari sekali selama lima hari kerja tapi anggaran meningkat.

"Harusnya, Pemprov memanfaatkan media untuk mensosialisasikan pencegahan Covid-19 ke tengah masyarakat berupa anjuran untuk pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan menggunakan air mengalir," ujar Faisal.

Oleh karenanya, Faisal meminta agar Gubernur Sumatera Utara bisa menangapi secara serius masalah ini, jangan sampai menjadi masalah yang berdampak kepada kebijakan-kebijakan lain yang terakait dalam urusan penanggulang Covid 19 di Sumatera Utara.

"Anggaran penanganan atau Apapun itu yang terkait dalam urusan covid 19 saat ini menjadi satu hal yang sangat sensitif dan menjadi perhatian khalayak. Oleh karenanya dengan data yang saat ini kami pegang, kami akan menyurati pihak-pihak terkait untuk mengusutnya," tandas Faisal. (WM/020)
Komentar Anda

Berita Terkini